GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI
Drive to Mature with Science under The Blessing of Allah.
Mengkritisi Perbedaan Penentuan Hari Raya Iedul Fithri 1432 H.
Menurut pengamatan saya selama ini, perbedaan HariRaya Iedul Fithri yang terjadi pada ORMAS-ORMAS Besar di Indonesia disebabkan perbedaan metode. Perbedaan metode berakar dari pemahaman hadist Rasulullah SAW. tentang penentuan Hari Rya Iedul Fithri tersebut.
Metode 1
1. Metode Hisab (Ormas Muhammadiyah) ==> Memahami pengertian liru'yaatil hilal bukan hanya sebagai melihat dengan mata terbuka bukan suatu keharusan, melainkan dengan apa saja, termasuk dengan Ilmu pengetahuan, dalam hal ini Ilmu Falak, dengan cara menghitung (hisab). Metode ini berpegang pada kebenaran penglihatan pengetahuan terhadap kejadian alam semesta semisal ; datangnya peristiwa kommet, hujan meteor serta gerhana bulan, maupun mathari yang bisa diprediksi jauh-jauh hari, bahkan beberapa tahun sebelumnya secara akurat.
2. Metode Ru'yah (Ormas NU, Al Washliyah) ==> Memahami pengertian liru'yaatil hilal secara tekstual, artinya melihat hilal sebagai suatu keharusan. Metode ini menempatkan hisab sebagai landasan waktu untuk melihat secara langsung dengan mata terbuka ataupun teleskop terhadap dilingkatran bulan baru. Metode ini diambil berdasarkan Hujjah/ dalil pijakan bahwa hisab tak selamanya tepat/akurat, sehingga harus digenapkan dengan pengamatan langsung. Sebagai tambahan, metode ini menentukan perhitungan 4 derajat minimal untuk menentukan masuknya bulan baru.
2. Metode Hisab-Ru'yah (Ormas PERSIS) ==> Memahami pengertian liru'yaatil hilal secara tekstual, artinya melihat hilal sebagai suatu keharusan. Metode ini menempatkan hisab sebagai landasan waktu untuk melihat secara langsung dengan mata terbuka ataupun teleskop terhadap dilingkatran bulan baru. Metode ini juga diambil berdasarkan Hujjah/ dalil pijakan bahwa hisab tak selamanya tepat/ akurat, sehingga harus digenapkan dengan pengamatan langsung
"sesuai dengan sunnah" yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sebagai tambahan, metode ini menentukan perhitungan 2 derajat minimal untuk menentukan masuknya bulan baru.
Begitulah kira-kira perbedaan metode itu, apabila kita kritisi secara sederhana. Persoalan yang mendasar pada ummat saat ini adalah kesadaran untuk memilih keputusan itu berdasarkan ilmu, artinya semua peribadatan kita kepada ALLAH diusahakan jangan sampai "raddan" (tertolak), karena taklid.
Ittho'ah/ ketaatan terhadap jam'iyah/ jama'aah juga merupakan suatu landasan yang dipertimbangkan dalam memilih putusan-putusan peribadatan.
Akhirnya pilihan apapun bergantung pada keterbatasan kita memahami relevansi ayat kauniyah/ dalil akli (hadirnya bulan dan pehitungan) dengan ayat kauliyah (hadist Rasulullah SAW), Insya Allah akan menentramkan kita semua dalam memilih hari Selasa atau Rabu kita akan Shalat Ied.
Pada bahasan Shalat Iedul Adha parameter-nya sedikit berbeda, karena itu bahsan ini hanya relevan pada pembahsan fenomena awal Bulan Syawal (iedul Fithri) saja.
Catatan Akhir : Sangat tidak bijaksana, apabila seorang muslim yang faham tentang metode penentuan Hari raya Iedul Fithri, maupun Iedul Adha saling menistakan satu sama lain. Hal ini berkenaan dengan kompleks dan uniknya perhitungan.
indikator yang harus menjadi bahan pertimbangan pada penentuan kedua hari besar ini.
Pada penentuan Hari Raya Iedul Fithri, indikator awal bulan hijriyah menjadi hal utama, padahal kita melakukan shaum dengan menggunakan hari dari penanggalan Masehi. Artinya pada waktu menentukan saat-saat awal dan buka shaum kita berketetapan atas dasar rotasi bumi, sehingga Indonesia bagian Timur lebih dahulu daripada Indonesia barat. Untuk penentuan Iedul Fithri kita merujuk pada revolusi Bulan terhadap Bumi, sehinggan Indonesia Barat akan lebih dahulu mendapatkan hilal daripada Indonesia Timur.
Pada penentuan Hari Raya Iedul Adha, patokan kita adalah pada saat ummat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji wukuf di arafah, maka Ummat Islam di seantero dunia disunnatkan untuk melaksanakan shaum.
Penentuan inilah yang mendasari Hari raya Iedul adha pada keesokan harinya.Yang unik disini adalah Hari Masehi Indonesia akan tiba lebih dahulu dari Saudi Arabia, maka kemudian kita akan melaksanakan Iedul Adha umumnya, sehari setelah Iedul Adha di Saudi Arabia.
Pekerjaan Rumah terbesar kita (Kaum Muslimin Indonesia) cukup berat, mengingat bentang wilayah yang luas yang membujur dari 95 s.d. 141 derajat BT, sehingga memiliki selisih waktu 3 jam 4 menit. wilayah yang luas ini, sampai saat ini dimasukkan kedalam satu kesatuan Wilayatul hukmi. Bisa jadi, apabila dikemudian hari, Menteri Agama menentukan awal Ramadhan, Iedul Fithri dan Iedul Adha berupa dua keputusan yang berbeda ; untuk Wilayah Indonesia Bagian Barat dan untuk Wilayah Indonesia Bagian Timur.
Wallaahu 'alam
Billaahi Fii Sabiililhaq, Wal anfu minkum.
Wasslaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Metode 1
1. Metode Hisab (Ormas Muhammadiyah) ==> Memahami pengertian liru'yaatil hilal bukan hanya sebagai melihat dengan mata terbuka bukan suatu keharusan, melainkan dengan apa saja, termasuk dengan Ilmu pengetahuan, dalam hal ini Ilmu Falak, dengan cara menghitung (hisab). Metode ini berpegang pada kebenaran penglihatan pengetahuan terhadap kejadian alam semesta semisal ; datangnya peristiwa kommet, hujan meteor serta gerhana bulan, maupun mathari yang bisa diprediksi jauh-jauh hari, bahkan beberapa tahun sebelumnya secara akurat.
2. Metode Ru'yah (Ormas NU, Al Washliyah) ==> Memahami pengertian liru'yaatil hilal secara tekstual, artinya melihat hilal sebagai suatu keharusan. Metode ini menempatkan hisab sebagai landasan waktu untuk melihat secara langsung dengan mata terbuka ataupun teleskop terhadap dilingkatran bulan baru. Metode ini diambil berdasarkan Hujjah/ dalil pijakan bahwa hisab tak selamanya tepat/akurat, sehingga harus digenapkan dengan pengamatan langsung. Sebagai tambahan, metode ini menentukan perhitungan 4 derajat minimal untuk menentukan masuknya bulan baru.
2. Metode Hisab-Ru'yah (Ormas PERSIS) ==> Memahami pengertian liru'yaatil hilal secara tekstual, artinya melihat hilal sebagai suatu keharusan. Metode ini menempatkan hisab sebagai landasan waktu untuk melihat secara langsung dengan mata terbuka ataupun teleskop terhadap dilingkatran bulan baru. Metode ini juga diambil berdasarkan Hujjah/ dalil pijakan bahwa hisab tak selamanya tepat/ akurat, sehingga harus digenapkan dengan pengamatan langsung
"sesuai dengan sunnah" yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sebagai tambahan, metode ini menentukan perhitungan 2 derajat minimal untuk menentukan masuknya bulan baru.
Begitulah kira-kira perbedaan metode itu, apabila kita kritisi secara sederhana. Persoalan yang mendasar pada ummat saat ini adalah kesadaran untuk memilih keputusan itu berdasarkan ilmu, artinya semua peribadatan kita kepada ALLAH diusahakan jangan sampai "raddan" (tertolak), karena taklid.
Ittho'ah/ ketaatan terhadap jam'iyah/ jama'aah juga merupakan suatu landasan yang dipertimbangkan dalam memilih putusan-putusan peribadatan.
Akhirnya pilihan apapun bergantung pada keterbatasan kita memahami relevansi ayat kauniyah/ dalil akli (hadirnya bulan dan pehitungan) dengan ayat kauliyah (hadist Rasulullah SAW), Insya Allah akan menentramkan kita semua dalam memilih hari Selasa atau Rabu kita akan Shalat Ied.
Pada bahasan Shalat Iedul Adha parameter-nya sedikit berbeda, karena itu bahsan ini hanya relevan pada pembahsan fenomena awal Bulan Syawal (iedul Fithri) saja.
Catatan Akhir : Sangat tidak bijaksana, apabila seorang muslim yang faham tentang metode penentuan Hari raya Iedul Fithri, maupun Iedul Adha saling menistakan satu sama lain. Hal ini berkenaan dengan kompleks dan uniknya perhitungan.
indikator yang harus menjadi bahan pertimbangan pada penentuan kedua hari besar ini.
Pada penentuan Hari Raya Iedul Fithri, indikator awal bulan hijriyah menjadi hal utama, padahal kita melakukan shaum dengan menggunakan hari dari penanggalan Masehi. Artinya pada waktu menentukan saat-saat awal dan buka shaum kita berketetapan atas dasar rotasi bumi, sehingga Indonesia bagian Timur lebih dahulu daripada Indonesia barat. Untuk penentuan Iedul Fithri kita merujuk pada revolusi Bulan terhadap Bumi, sehinggan Indonesia Barat akan lebih dahulu mendapatkan hilal daripada Indonesia Timur.
Pada penentuan Hari Raya Iedul Adha, patokan kita adalah pada saat ummat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji wukuf di arafah, maka Ummat Islam di seantero dunia disunnatkan untuk melaksanakan shaum.
Penentuan inilah yang mendasari Hari raya Iedul adha pada keesokan harinya.Yang unik disini adalah Hari Masehi Indonesia akan tiba lebih dahulu dari Saudi Arabia, maka kemudian kita akan melaksanakan Iedul Adha umumnya, sehari setelah Iedul Adha di Saudi Arabia.
Pekerjaan Rumah terbesar kita (Kaum Muslimin Indonesia) cukup berat, mengingat bentang wilayah yang luas yang membujur dari 95 s.d. 141 derajat BT, sehingga memiliki selisih waktu 3 jam 4 menit. wilayah yang luas ini, sampai saat ini dimasukkan kedalam satu kesatuan Wilayatul hukmi. Bisa jadi, apabila dikemudian hari, Menteri Agama menentukan awal Ramadhan, Iedul Fithri dan Iedul Adha berupa dua keputusan yang berbeda ; untuk Wilayah Indonesia Bagian Barat dan untuk Wilayah Indonesia Bagian Timur.
Wallaahu 'alam
Billaahi Fii Sabiililhaq, Wal anfu minkum.
Wasslaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Mengalah agar jangan disebut "aneh" di BUDAYA BARBAR sepanjang Ramadlan.
Di masyarakat "pintar" saat ini ternyata aku harus banyak mengalah.Karena, jika protes, maka stigma "orang aneh" akan dilekatkan pada dii ini.
Mengalah pada penyulut petasan yang seolah-olah memiliki hak penuh atas atmosfer, walau anak kita yng masih bayi dan ibu kita yang sudah sepuh terganggu tidurnya.
Kita hanya bisa berserah diri pada "keadilan Allah yang Maha Bijaksana" thd kedzaliman yang dilakukan atas nama budaya.
Sampaikan pesan pencerahan-MU secepatnya pada mereka, Yaa Allah.
Istriku perlu istirahat, karena kelelahan sepanjang siang mengasuh anakku, nyenyakkan tidur anakku. Ibuku juga memerlukan istirahat malam ini untuk pesiapan ibadah esok hari.
Masukkan aku kedalam golongan orang-orang yang bershabar atas fenomena ini.
Aaamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Mengalah pada penyulut petasan yang seolah-olah memiliki hak penuh atas atmosfer, walau anak kita yng masih bayi dan ibu kita yang sudah sepuh terganggu tidurnya.
Kita hanya bisa berserah diri pada "keadilan Allah yang Maha Bijaksana" thd kedzaliman yang dilakukan atas nama budaya.
Sampaikan pesan pencerahan-MU secepatnya pada mereka, Yaa Allah.
Istriku perlu istirahat, karena kelelahan sepanjang siang mengasuh anakku, nyenyakkan tidur anakku. Ibuku juga memerlukan istirahat malam ini untuk pesiapan ibadah esok hari.
Masukkan aku kedalam golongan orang-orang yang bershabar atas fenomena ini.
Aaamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Geliat para fans Ramadlan
oleh Ade Fathurahman pada 31 Juli 2011 jam 17:19
Kemarin dan hari ini beberapa pesan masuk ke inbox keluarga kami yang didominasi dengan pesan permohonan maaf atas kesalahan mereka, karena mereka dan beberapa dari kita merasa perlu membersihkan diri dari kesalahan antar sesama dengan saling memaafkan.
Kami pilih yang terbaik untuk menyampaikan kembali kepada handai taulan apa yang mereka sampaikan kepada kami, permohonan maaf. Terasa hidup lebih bermakna dan bermartabat sebagai manusia. Oh indahnya hidup, jika semua manusia saling memaafkan setiap saat.
Sungguh luar biasa, seandainya aku menjadi makhluk yang begitu dirindukan jutaan manusia, padahal Ramadlan hanya;lah makhluk tak bernyawa yang kemudian menjadi begitu nberharga, karena menyangkut hal penting dalam kehidupan manusia, yakni waktu. Beberapa jargon mengenai waktu inilah yang kemudian menginspirasi manusia agar meningkatkan kinerjanya. Time is Money, Waktu bagaikan Pedang (Sayidina Ali r.a.) dan lain-lain. Beberapa surat didalam Al-Quran dimulai dengan sumpah ALLAH SWT sebagai Sang Khalik dengan ciptaan-NYA yang berkenaan dengan waktu ; Al Ashr, Ad Duha, Al Lail, Al Jum'ah, bahkan beberapa ayat menyuratkan secara jelas tentang waktu (dalam Surat Al Falaq).
Ada waktu yang istimewa, kamulah Ramadlan dintaranya yang didalmnya ada waktu sangat istimewa pula. Tak terkira beruntungnya meeka yang bergembira menyambut kedatanganmu, karena menurut Muhammmad Rasulullah SAW, orang termulya yang pernah ada ; barang siapa yang bergembira atas kedatangan Ramadlan, mak ALLAH akan mengharamkan atasnya Jilatan Api Neraka di Yaumil Akhir nanti. Belum datang sudah memberikan berkah yang begitu banyak. Aku berpikir, apalagi kalau sudah datang dan menjalaninya dan mengakhirinya pula dengan penuh kesungguhan dan ketaatan.
Apa daya , Ramadlan ke Ramadlan datang dan berlalu begitu saja, karena hampir kebanyakan dari kita belum tersentuh untuk berlari menyongsong Ramadlan denga segenap kekuatan yang berlandaskan pada ketaatan akan Titah ALLAH SWT.
Ada beberapa rekaman kata-kata indah pada permohonan maaf antar sesama yang berhasil kami rekam sekeluarga, diantaranya :
HatiQ..
Tak sebening air di Lembah Sungai Nil.
SikapQ...
Tak sesempurna Para Ahli Syurga.
Tutur kataQ..
Tak seindah lantunan Ayat Suci Al Quran
Maka, didalam Bulan Sya'ban menjelang Ramadlan ini ;
Ku ingin memohon maaf kepada semua orang yang pernah hadir
dalam hidupQ
Baik itu ; orang tua, anak-istri, adik-kakak, paman-bibi, shahabat-teman dan rekan kerja
serta semua yang menyayangikQ, ataupun yang membenciku.
Maafkanlah semua khilafQ,
Baik yang disengaja, ataupun tidak,
Karena aQ hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa
yang lain (B. Sunda) :
Urang palidkeun kapeurih
ka sagara asih,
Sulam kembang kanyaah
ku sutera hampura,
Piceun kakeuheul
ka sagara katineung,
Teundeun kadeudeuh
dihandeuleum sieum,
Tunda katresna
dihanjuang siang, Ganti kanyeuri
ku setraning ati.
Wilujeng mapag Shaum Ramadlan 1432 H.
Bilih kantos kasisit-sisit
Kasebit kana ati,
Kapencah kalengkah ucap,
Kajenggut kababuk catur.
Tawakufna nu kasuhun mugi jembar hapuntenna.
Marhaban Yaa Ramadlan.
Duuuh indahnya.
Maka, kami Ade fathurahman Sekeluarga ( Titin Sumartini, M. Syafiq Muttaqin, Firyal Haq Nurazizah, M. Nashiruddin Naufal Salim, M. Hamzah Fathurahman dan Afifah Habibillah) memohon maaf atas sgala khilaf dan salah, baik sikap, perkataan, maupun perilaku yang kurang berkenan.Sengaja atau tak sengaja. Terasa maupun tidak. Besar, maupun kecil.
Sekali lagi, dari lubuk hati kami yang sangat dalam :
Mohon maaf atas sgala kesalahan
Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan pertolongan ALLAH SWT.
Diberikan kekuatan untuk patuh dan taat kepada-NYA.
Diberi kebahagian dan Kemulyaan Dunia - Akherat.
Amiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Menghaturkan do'a Muhammad Rasulullah SAW. dikala menyambut Ramadlan :
ALLAAHUMMA SALLIMNAA LI RAMADLAAANA
WASALLIM RAMADLAANA LANAA
WASALLIMHU MINNAA MUTAQABBALAA
AAMIIN YAA RABBAL 'AALAMIIN.
Wallaahu 'alam
Billaaahi fii Sabiililhaq,
Wal anfu minkum.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullaaahi wabarakaatuh.
Kemarin dan hari ini beberapa pesan masuk ke inbox keluarga kami yang didominasi dengan pesan permohonan maaf atas kesalahan mereka, karena mereka dan beberapa dari kita merasa perlu membersihkan diri dari kesalahan antar sesama dengan saling memaafkan.
Kami pilih yang terbaik untuk menyampaikan kembali kepada handai taulan apa yang mereka sampaikan kepada kami, permohonan maaf. Terasa hidup lebih bermakna dan bermartabat sebagai manusia. Oh indahnya hidup, jika semua manusia saling memaafkan setiap saat.
Sungguh luar biasa, seandainya aku menjadi makhluk yang begitu dirindukan jutaan manusia, padahal Ramadlan hanya;lah makhluk tak bernyawa yang kemudian menjadi begitu nberharga, karena menyangkut hal penting dalam kehidupan manusia, yakni waktu. Beberapa jargon mengenai waktu inilah yang kemudian menginspirasi manusia agar meningkatkan kinerjanya. Time is Money, Waktu bagaikan Pedang (Sayidina Ali r.a.) dan lain-lain. Beberapa surat didalam Al-Quran dimulai dengan sumpah ALLAH SWT sebagai Sang Khalik dengan ciptaan-NYA yang berkenaan dengan waktu ; Al Ashr, Ad Duha, Al Lail, Al Jum'ah, bahkan beberapa ayat menyuratkan secara jelas tentang waktu (dalam Surat Al Falaq).
Ada waktu yang istimewa, kamulah Ramadlan dintaranya yang didalmnya ada waktu sangat istimewa pula. Tak terkira beruntungnya meeka yang bergembira menyambut kedatanganmu, karena menurut Muhammmad Rasulullah SAW, orang termulya yang pernah ada ; barang siapa yang bergembira atas kedatangan Ramadlan, mak ALLAH akan mengharamkan atasnya Jilatan Api Neraka di Yaumil Akhir nanti. Belum datang sudah memberikan berkah yang begitu banyak. Aku berpikir, apalagi kalau sudah datang dan menjalaninya dan mengakhirinya pula dengan penuh kesungguhan dan ketaatan.
Apa daya , Ramadlan ke Ramadlan datang dan berlalu begitu saja, karena hampir kebanyakan dari kita belum tersentuh untuk berlari menyongsong Ramadlan denga segenap kekuatan yang berlandaskan pada ketaatan akan Titah ALLAH SWT.
Ada beberapa rekaman kata-kata indah pada permohonan maaf antar sesama yang berhasil kami rekam sekeluarga, diantaranya :
HatiQ..
Tak sebening air di Lembah Sungai Nil.
SikapQ...
Tak sesempurna Para Ahli Syurga.
Tutur kataQ..
Tak seindah lantunan Ayat Suci Al Quran
Maka, didalam Bulan Sya'ban menjelang Ramadlan ini ;
Ku ingin memohon maaf kepada semua orang yang pernah hadir
dalam hidupQ
Baik itu ; orang tua, anak-istri, adik-kakak, paman-bibi, shahabat-teman dan rekan kerja
serta semua yang menyayangikQ, ataupun yang membenciku.
Maafkanlah semua khilafQ,
Baik yang disengaja, ataupun tidak,
Karena aQ hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa
yang lain (B. Sunda) :
Urang palidkeun kapeurih
ka sagara asih,
Sulam kembang kanyaah
ku sutera hampura,
Piceun kakeuheul
ka sagara katineung,
Teundeun kadeudeuh
dihandeuleum sieum,
Tunda katresna
dihanjuang siang, Ganti kanyeuri
ku setraning ati.
Wilujeng mapag Shaum Ramadlan 1432 H.
Bilih kantos kasisit-sisit
Kasebit kana ati,
Kapencah kalengkah ucap,
Kajenggut kababuk catur.
Tawakufna nu kasuhun mugi jembar hapuntenna.
Marhaban Yaa Ramadlan.
Duuuh indahnya.
Maka, kami Ade fathurahman Sekeluarga ( Titin Sumartini, M. Syafiq Muttaqin, Firyal Haq Nurazizah, M. Nashiruddin Naufal Salim, M. Hamzah Fathurahman dan Afifah Habibillah) memohon maaf atas sgala khilaf dan salah, baik sikap, perkataan, maupun perilaku yang kurang berkenan.Sengaja atau tak sengaja. Terasa maupun tidak. Besar, maupun kecil.
Sekali lagi, dari lubuk hati kami yang sangat dalam :
Mohon maaf atas sgala kesalahan
Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan pertolongan ALLAH SWT.
Diberikan kekuatan untuk patuh dan taat kepada-NYA.
Diberi kebahagian dan Kemulyaan Dunia - Akherat.
Amiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Menghaturkan do'a Muhammad Rasulullah SAW. dikala menyambut Ramadlan :
ALLAAHUMMA SALLIMNAA LI RAMADLAAANA
WASALLIM RAMADLAANA LANAA
WASALLIMHU MINNAA MUTAQABBALAA
AAMIIN YAA RABBAL 'AALAMIIN.
Wallaahu 'alam
Billaaahi fii Sabiililhaq,
Wal anfu minkum.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullaaahi wabarakaatuh.
Komunitas Beatbox SMANSA SUKABUMI
setelah sebelumnya jenis musik acapella sempat digandrungi anak muda sebagi jenis musik alternatif, khususnya para penggiat dakwah kampus dan sekolah menengah, maka kini telah hadir dan mulai tidak asing lagi ditelinga kita, yakni jenis musik Beatbox.
Di SMANSSA sUKABUMI perkembangan jenis musik ini secara intens diperkenalkan oleh beberapa anggota RMBU sejak Tahun 2010.
Tercatat oleh pengamatan saya bagaimana terkesimanya para penonton melihat HAIKAL FIRDAUS atau IRLIN SUNGGAWA memainkan jenis musik ini.
Selanjutnya mari kita lihat perkembanga jenis musik seni sebagai sarana pengkajian trend musik kontemporer anak muda dewasa ini.
Pertanyaan selanjutnya, mampukah jenis musik ini mempersembahkan piala bagi SMANSA ?
Wallaahu 'Alam.
Di SMANSSA sUKABUMI perkembangan jenis musik ini secara intens diperkenalkan oleh beberapa anggota RMBU sejak Tahun 2010.
Tercatat oleh pengamatan saya bagaimana terkesimanya para penonton melihat HAIKAL FIRDAUS atau IRLIN SUNGGAWA memainkan jenis musik ini.
Selanjutnya mari kita lihat perkembanga jenis musik seni sebagai sarana pengkajian trend musik kontemporer anak muda dewasa ini.
Pertanyaan selanjutnya, mampukah jenis musik ini mempersembahkan piala bagi SMANSA ?
Wallaahu 'Alam.
Muhammad Rijki Alumni SMANSA SUKABUMI 2007 UGM Penemu Obat Diabetes dari Labu Parang
Tidak terasa sudah empat tahun angkatan 2007 meninggalkan SMANSA SUKABUMI, serasa baru kemarin saja.
Dua kali bertemu dalam pelaksanaan Widyawisata IPS Yogjakarta pada agenda acara Diskusi dan Silaturahmi di Ball Room Hotel Grage, Tahun 2008 dan 2009.
Semoga bisa menginspirasi adik-adiknya.
Amiiin yaa Rabbal 'Aalamiin
Dua kali bertemu dalam pelaksanaan Widyawisata IPS Yogjakarta pada agenda acara Diskusi dan Silaturahmi di Ball Room Hotel Grage, Tahun 2008 dan 2009.
Semoga bisa menginspirasi adik-adiknya.
Amiiin yaa Rabbal 'Aalamiin
Renungan PPDB 2011
Tiga fitnah di dunia akan bisa kita hindari, apabila keimanan kita sedang kuat.
Satu lagi kita harus ingat nama besar orang tua kita dulu yang dipandang orang karena kebaikannya dan juga keturunan kita selanjutnya.
Kuatkan aku, Yaa Allah. Aku lemah, Kau pemilik semua kekuatan di alam semesta.
Laa Haula Walaa kuwwata illaa Billah.
Hasbunallaahu wani'mal wakiiil ni'mal maula wani'mann nashir.
Terima kasih Engkau telah berikan tugas yang berat ditahun ini, sehingga silaturahmi diantara kami terjalin dengan azas KESETARAAN dan belajar untuk bisa saling menghargai, karena semua manusia kebanggaan, rasa percaya diri, harga diri dan yang paling utama keyakinan dengan Tuhan-nya masing-masing.
Kami belajar memahami semua fenomena ini dengan nuansa "kedewasaan yang sebenarnya." melalui proses yang panjang.
Kami sadar darah pejuang dari orang tua kami masing-masing akan menjadikan kami tidak akan surut menghadapi tantangan, kecuali maut menjemput. Kami semua harus mwariskan patriotisme danm kewiraan kami untuk anak dan keturunan kami, sehingga kami harus menguatkan diri beristiqomah meluruskan yang bengkok dengan penuh hikmah dan menghargai insan lainnya.
Kami sadar tiada satupun manusia dapat memenjarakan hati dan pikiran manusia lainnya.
Kami harus mulai menapak jalan bukan untuk diri sendiri, tetatpi mempersiapkan segala sesuatu untuk ana keturunan kami.
Kuatkan kami untuk menghindari semua kemaksiatan, karena akan melemahkan daya juang kami menegakkan keadilan diwilayah kerja masing-masing.
Semoga jeritan kami yang tak bersuara ini mampu "MEMBELAH LANGIT" : Ampuni kami yang kadang-kadang mendzalimi diri kami sendiri dan sesama manusia dan makhluk lainnya.
Kuatkan kami untuk menebarkan AMANAH KEBENARAN dan KEADILAN yang Kau amanatkan dalam Firman-Mu.
Jadikan kami Khusnul Khatimah dan menjadi ashabul yamin, yang menerima kitab amalan disebelah kanan kami diakhirat nanti dan menyambut seruan-MU. Yaa Ayyatuhan nafsul mut'mainnah "irji'ii Ilaa rabbiki Raadiyatam Mardiyyah, Fadkhulii Fii 'Ibaadii Wadkhulii Jannatii. Terima Taubat kami semua. Selamatkan kami di dunia dan akhirat kelak. Aamiin.
Berikan keshabaran kepada ami untuk memahami orang lain seperti halnya kami memahami diri kami sendiri. Aamiin.
Salam kami untuk para PEJUANG dan para PERINTIS kemerdekaan INDONESIA yang mencita-citakan lahirnya sebuah NEGARA yang BERMARTABAT.
Hai Langit kau hanyalah makhluk illah ku yang memiliki 'Asmaaa'ul Husna.
Menyingkirlah karena aku berteriak ASMA yang menciptakanmu.
ALLAAAAAAAAAHU AKBAR !!!!!!
Salam dan mohon maafku untuk ummi dan anak-anau tercinta.
Satu lagi kita harus ingat nama besar orang tua kita dulu yang dipandang orang karena kebaikannya dan juga keturunan kita selanjutnya.
Kuatkan aku, Yaa Allah. Aku lemah, Kau pemilik semua kekuatan di alam semesta.
Laa Haula Walaa kuwwata illaa Billah.
Hasbunallaahu wani'mal wakiiil ni'mal maula wani'mann nashir.
Terima kasih Engkau telah berikan tugas yang berat ditahun ini, sehingga silaturahmi diantara kami terjalin dengan azas KESETARAAN dan belajar untuk bisa saling menghargai, karena semua manusia kebanggaan, rasa percaya diri, harga diri dan yang paling utama keyakinan dengan Tuhan-nya masing-masing.
Kami belajar memahami semua fenomena ini dengan nuansa "kedewasaan yang sebenarnya." melalui proses yang panjang.
Kami sadar darah pejuang dari orang tua kami masing-masing akan menjadikan kami tidak akan surut menghadapi tantangan, kecuali maut menjemput. Kami semua harus mwariskan patriotisme danm kewiraan kami untuk anak dan keturunan kami, sehingga kami harus menguatkan diri beristiqomah meluruskan yang bengkok dengan penuh hikmah dan menghargai insan lainnya.
Kami sadar tiada satupun manusia dapat memenjarakan hati dan pikiran manusia lainnya.
Kami harus mulai menapak jalan bukan untuk diri sendiri, tetatpi mempersiapkan segala sesuatu untuk ana keturunan kami.
Kuatkan kami untuk menghindari semua kemaksiatan, karena akan melemahkan daya juang kami menegakkan keadilan diwilayah kerja masing-masing.
Semoga jeritan kami yang tak bersuara ini mampu "MEMBELAH LANGIT" : Ampuni kami yang kadang-kadang mendzalimi diri kami sendiri dan sesama manusia dan makhluk lainnya.
Kuatkan kami untuk menebarkan AMANAH KEBENARAN dan KEADILAN yang Kau amanatkan dalam Firman-Mu.
Jadikan kami Khusnul Khatimah dan menjadi ashabul yamin, yang menerima kitab amalan disebelah kanan kami diakhirat nanti dan menyambut seruan-MU. Yaa Ayyatuhan nafsul mut'mainnah "irji'ii Ilaa rabbiki Raadiyatam Mardiyyah, Fadkhulii Fii 'Ibaadii Wadkhulii Jannatii. Terima Taubat kami semua. Selamatkan kami di dunia dan akhirat kelak. Aamiin.
Berikan keshabaran kepada ami untuk memahami orang lain seperti halnya kami memahami diri kami sendiri. Aamiin.
Salam kami untuk para PEJUANG dan para PERINTIS kemerdekaan INDONESIA yang mencita-citakan lahirnya sebuah NEGARA yang BERMARTABAT.
Hai Langit kau hanyalah makhluk illah ku yang memiliki 'Asmaaa'ul Husna.
Menyingkirlah karena aku berteriak ASMA yang menciptakanmu.
ALLAAAAAAAAAHU AKBAR !!!!!!
Salam dan mohon maafku untuk ummi dan anak-anau tercinta.
Sukses Pelaksanaan SNMPTN tertulis PANLOK Bogor Sub-Lok : Cianjur-Sukabumi
Alhamdulillah, dari 89 peserta SNMPTN 2011 dari SMANSA SUKABUMI di SUB-LOKAL : CIANJUR-SUKABUMI, lulus 24 orang siswa (lebih dari ~ 27%)
Terbanyak di jumlah kuantitatif, maupun kualitatif SE-KOTA SUKABUMI.
Kata siapa, SMANSA SUKABUMI tidak lagi yang terdepan di KOTA SUKABUMI, bos?
Semua SMA dan sederajat yang SNMPTN 2012 se-Cianjur-Sukabumi ditunggu tahun depan. TEMPAT PELAKSANAAN di : SMANSA SUKABUMI.
Selamat dan Sukses untuk Semua !!
Terbanyak di jumlah kuantitatif, maupun kualitatif SE-KOTA SUKABUMI.
Kata siapa, SMANSA SUKABUMI tidak lagi yang terdepan di KOTA SUKABUMI, bos?
Semua SMA dan sederajat yang SNMPTN 2012 se-Cianjur-Sukabumi ditunggu tahun depan. TEMPAT PELAKSANAAN di : SMANSA SUKABUMI.
Selamat dan Sukses untuk Semua !!
SMANSA SUKABUMI Juara Robotic Compfest Fasilkom UI 2011
Hadir sebagi ekskur termuda di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi dibawah Pembinanya, Dudung Koswara, S.Pd. Robotic SMANSA 3 (Zaenal Muttaqin, Dendi Abdulrohim dan M. Faisal)menorehkan sejarah manis. Perjuangannya bersama Bapak Tantan Hadian, M.Pkim. dalam beberapa minggu ini ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. Bisa dibayangkan, bagaimana Tim ini bersama 2 Tim lainnya dari SMANSA Sukabumi (Tim 1 dan 2)harus bertarung dengan Tim lainnya yang penuh persiapan dan merupakan tuan rumah, mengingat kompetisi ini sebelumnya hanya diperuntukan bagi SMA dan sederajat Wilayah JADEBOTABEK.
Kenyataan diatas, memberikan inspirasi kepada siswa/i lain bahwa tidak ada yang tidak mungkin, apabila sesuatu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh strategi.
Harapan kita semoga bisa menjadi persembahan yang manis bagi seluruh Alumni SMANSA SUKABUMI yang akan hadir pada Perayaan Ulang Tahun Emas SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, 8 Agustus 2011.
Viva SMANSA,SMANSA BEDA !
Jadilah Selalu Menjadi yang Terdepan dan Terbaik dalam Prestasi.
Wasslam.
Kenyataan diatas, memberikan inspirasi kepada siswa/i lain bahwa tidak ada yang tidak mungkin, apabila sesuatu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh strategi.
Harapan kita semoga bisa menjadi persembahan yang manis bagi seluruh Alumni SMANSA SUKABUMI yang akan hadir pada Perayaan Ulang Tahun Emas SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, 8 Agustus 2011.
Viva SMANSA,SMANSA BEDA !
Jadilah Selalu Menjadi yang Terdepan dan Terbaik dalam Prestasi.
Wasslam.
Kriteria Penjurusan di SMA, Kepentingan Akademik versus Kepentingan Lembaga
Proses penjurusan di satuan-satuan pendidikan tingkat SMA dan aliyah masa yang lalu dan saat ini berjalan sedemikian mulus, sehingga tidak banyak pembaharuan-pembaharuan yang signifikan.Wajar, karena pada beberapa dekade belakangan ini proses pemutusan suatu kebijakan yang berkenaan dengan jurusan di SMA dan Aliyah masih diskriminatif, contohnya tiadanya anggaran yang diperuntukan untuk Laboratorium Rumpun IPSl, seperti pada laboratorium Rumpun IPA dan Bahasa.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul kemudian adalah : apakah penjurusan selama ini sudah mengacu kepada peraturan yang diputuskan oleh Dirjen yang membawahi satuan-satuan pendidikan SMA dan Aliyah (saat ini Dirjen Dikdasmen) ; apakah sosialisasi informasi tentang jurusan kepada siswa/i di satuan-satuan pendidikan SMA dan Aliyah sudah bisa dikatakan cukup, atau sebaliknya ; apakah pengambilan keputusan di Sma dan Aliyah dilakukan dengan mempertimbangkan ketuntasan siswa pada mata pelajaran ciri khas jurusan : apakah pilihan jurusan mempertimbangkan hal lain, selain rasio keberadaan guru dengan jumlah jam mata pelajaran yang ada di satuan pendidikan dan beberapa pertanyaan lain yang relevan.
Pertanyaan utama yang urgen berkenaan dengan pertimbangan-pertimbangan konstitusional adalah : "Sudahkah proses penjurusan di SMA dan Aliyah saat ini mengacu kepada panduan yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikdasmen ?"
Pertanyaan kedua yang muncul kemudian adalah : apakah para guru yang terlibat sudah memahami dan melaksanakan panduan penjurusan sesuai dengan yang diputuskan Dirjen Dikdasmen ?
Hasil survey, berdasarkan wawancara mengindikasikan bahwa proses yang dilaksanakan pada kebanyakan satuan pendidikan SMA atau Aliyah lebih didasarkan pada kuota guru, bahkan tidak terlalu memperhatikan panduan yang telah dikeluarkan Dirjen Dikdasmen. Keadaan ini diperparah dengan ketidak pedulian pada ketuntasan yang telah dimiliki siswa, sehingga muncul fenomena siswa/i IPA, maupun IPS yang belum tuntas atau tuntas sebatas KKM saja. Keadaan ini diperparah dengan orientasi yang salah tentang jurusan pada siswa/i, sehingga menghasilkan kinerja siswa/i yang rendah disemester selanjutnya.
Terlepas dari fenomena diatas, berdasarkan pada Lampiran SK Dirjen Mandikdasmen No. 12/C?Kep?TU/2008, 12 Pebruari 2008 tentang Penduan Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMA (KTSP) Bagian E, Butir 1 s.d. 5. yang substansinya memerikan rambu-rambu operasional tentang dasar-dasar penjurusan di SMA dan Aliyah, diantaranya keharusan semua siswa yang memilih jurusan IPA/IPS/Bahasa untuk menuntaskan jmata pelajaran ciri khas jurusan (Fisika- Kimia- Biologi untuk IPA,Sosiologi- Ekonomi- Geografi untuk IPS dan B. Indonesia- B. Inggris untuk Jurusan Bahasa).
Proses yang mengenyampingkan kecenderungan bakat akademik siswa, pada pembelajaran siswa sselanjutnya akan mempersulit perkembangan kedewasaan akademik siswa.Pada tataran orang dewasa/ guru, proses yang diskriminatif pada proses penjurusan mengindikasikan adanya penistaan terhadap lmu Pengetahuan yang kedudukannya universal dan harus dimulyakan oleh setiap pendidik.
Wallaahu 'alam
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul kemudian adalah : apakah penjurusan selama ini sudah mengacu kepada peraturan yang diputuskan oleh Dirjen yang membawahi satuan-satuan pendidikan SMA dan Aliyah (saat ini Dirjen Dikdasmen) ; apakah sosialisasi informasi tentang jurusan kepada siswa/i di satuan-satuan pendidikan SMA dan Aliyah sudah bisa dikatakan cukup, atau sebaliknya ; apakah pengambilan keputusan di Sma dan Aliyah dilakukan dengan mempertimbangkan ketuntasan siswa pada mata pelajaran ciri khas jurusan : apakah pilihan jurusan mempertimbangkan hal lain, selain rasio keberadaan guru dengan jumlah jam mata pelajaran yang ada di satuan pendidikan dan beberapa pertanyaan lain yang relevan.
Pertanyaan utama yang urgen berkenaan dengan pertimbangan-pertimbangan konstitusional adalah : "Sudahkah proses penjurusan di SMA dan Aliyah saat ini mengacu kepada panduan yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikdasmen ?"
Pertanyaan kedua yang muncul kemudian adalah : apakah para guru yang terlibat sudah memahami dan melaksanakan panduan penjurusan sesuai dengan yang diputuskan Dirjen Dikdasmen ?
Hasil survey, berdasarkan wawancara mengindikasikan bahwa proses yang dilaksanakan pada kebanyakan satuan pendidikan SMA atau Aliyah lebih didasarkan pada kuota guru, bahkan tidak terlalu memperhatikan panduan yang telah dikeluarkan Dirjen Dikdasmen. Keadaan ini diperparah dengan ketidak pedulian pada ketuntasan yang telah dimiliki siswa, sehingga muncul fenomena siswa/i IPA, maupun IPS yang belum tuntas atau tuntas sebatas KKM saja. Keadaan ini diperparah dengan orientasi yang salah tentang jurusan pada siswa/i, sehingga menghasilkan kinerja siswa/i yang rendah disemester selanjutnya.
Terlepas dari fenomena diatas, berdasarkan pada Lampiran SK Dirjen Mandikdasmen No. 12/C?Kep?TU/2008, 12 Pebruari 2008 tentang Penduan Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMA (KTSP) Bagian E, Butir 1 s.d. 5. yang substansinya memerikan rambu-rambu operasional tentang dasar-dasar penjurusan di SMA dan Aliyah, diantaranya keharusan semua siswa yang memilih jurusan IPA/IPS/Bahasa untuk menuntaskan jmata pelajaran ciri khas jurusan (Fisika- Kimia- Biologi untuk IPA,Sosiologi- Ekonomi- Geografi untuk IPS dan B. Indonesia- B. Inggris untuk Jurusan Bahasa).
Proses yang mengenyampingkan kecenderungan bakat akademik siswa, pada pembelajaran siswa sselanjutnya akan mempersulit perkembangan kedewasaan akademik siswa.Pada tataran orang dewasa/ guru, proses yang diskriminatif pada proses penjurusan mengindikasikan adanya penistaan terhadap lmu Pengetahuan yang kedudukannya universal dan harus dimulyakan oleh setiap pendidik.
Wallaahu 'alam
BUKU PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH AKHIR STUDI KELAS 12 IPA dan IPS
Disusun untuk direkomendasikan pada Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Sukabumi sebagai bahan kajian untuk disempurnakan
oleh :
Badan Penelitian dan Pengembangan
SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
JULI 2007
Penelitian Deskriptif Kuantitatif
( Menerapkan/ Membuktikan Teori )
I.Struktur
►Cover
► Halaman Judul dalam
Sama dengan Cover
► Lembar Persembahan
Bagian atas dapat diisi oleh kutipan ayat suci, motto maupun slogan
Bagian bawah menulis tujuan persembahan karya tulis untuk orang-orng yang sangat kita cintai .
► ABSTRAK
Merupakan Gambaran umum/ ringkasan dari keseluruhan isi karya tulis
Dibuat dengan format paragraf 1 judul digaris bawahi.
► KATA PENGANTAR
Dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► DAFTAR ISI
Dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► DAFTAR TABEL
Jika ada, dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► DAFTAR GAMBAR
Jika ada, dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Harus menggambarkan pentingnya masalah (variable) pada judul untuk diteliti berdasarkan alasan ilmiah. Pemaparan latar belakang masalah padapenelitian deskriptif kualitatif biasanya mempertentangkan antara teori (idealita) dengan temuan dilapangn (realita) yang mengerucut pada pentingnya kesenjangan itu untuk diteliti. Pada penelitian deskriptif kualitatif peneliti berusaha menggali informasi dilapangan tanpa menduga sebelumnya (tidak apriori tapi aposteori), tidak mengarah pada pembuktian teori yang sudah ada, akan tetapi mengarah pada perumusan generalisasi fenomena lapangan yang memberikan kontribusi pada lahirnya teori baru, apabila dipadukan dengan hasil-hasil penelitian lain yang memilih variable penelitian sejenis.
Contoh :
Jelaskan tentang penting pemahaman siswa terhadap masalah lingkungan yang dipelajari pada pembelajaran Geografi dan Biologi
Jelaskan temuan lapangan tentang sikap-sikap bebrapa gelintir siswa yang menyimpang dari keinginan peneliti, sehingga tergambar kesenjangan antara harapan dengan kenyataan lapangan yang kemudian disebut sebagai masalah yang harus diteliti
B. Identifikasi Masalah
Menggali sebanyak-banyaknya permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti
Contoh : - kebiasaan siswa dirumah
- tingkat kedisiplinan siswa
- tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah
- motifasi siswa untuk berubah kearah yang lebih baik
- inovasi siswa dalam kebersihan lingkungan sekolah
- keikut sertaan siswa dalam seminar lingkungan tingkat pelajar
- dll.
C. Pembatasan Masalah
Menjelaskan keterbatasan peneliti, baik waktu maupun sumber pustaka yang membatasi peneliti
D. Perumusan Masalah
Merupakan hasil rumusan pembatasan masalah yang dimunculkan dalam bentuk pertanyaan
E. Kegunaan Penilitian
Manfaat penelitian, apabila ditindaklanjuti dengan penelitian lain (disebutkan) pada waktu yang akan datang
F. Definisi Istilah
Kumpulan-kumpulan istilah yang sering muncul pada karya tulis, sehingga tidak menimbulkan miss-persepsi (persepsi yang berbeda)
► BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritis
Menjabarkan teori-teori yang mendukung dalam penyusunan karya tulis ilmiah mulai dari hakikat/konsep dasar dari variable yang diteliti hingga hipotesis dan pengujian atau generalisasi
B. Kerangka Berpikir
Merupakan gambaran general tentang pemilihan masalah serta langkah-langkah untuk mewujudkan karya tulis ilmiah ini layak secara metodologi (metode yang dibakukan)
C. Pengajuan Hipotesis (hanya untuk yang kuantitatif)
Merupakan dugaan ilmiah yang dibangun dari asumsi-asumsi (pendapat-pendapat) yang dapat dipertangung-jawakan secara ilmiah
► BAB III METODE PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
Merupakan penjelasan tentang arah penelitian yang dipaparkan dalam beberapa pointer (item)
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Cukup jelas
C. Metode Penelitian
Deskriptif kualitatif atau kuantitatif
D. Disain Penelitian
Contoh untuk pengaruh dan korelasi (hubungan) dalam Deskriptif Kuantitatif
Pemahaman Siswa tentang Lingkungan Sehat
Sikap siswa terhadap Kebersihan Sekolah
Varabel Bebas (X) Varabel Terikat (Y)
E. Teknik Pengambilan Sampel
Pada bagian ini diharapkan dapat digambarkan karakteristik populasi dengan memilih sebagian unttuk dijadikan sample. Pemilihann teknik dilaksanakan berdasarkan keperluan penelitian contoh : randomsampling (acak), classified (kelompok yang menunjukkan jenjang), cluster (kelompok yang tidak menunjukan jenjang), purposive sampling (berdasarkan saran ahli) dll.
F. Teknik Pengumpulan Data
Merupakan bagian yang menjelaskan langkah penulis karya ilmiah untuk menggali informasi berupa fakta-fakta, baik melalui observasi, maupun dengan cara memberikan perlakuan atau stimulant/ rangsangan padasasaran penelitian , sehingga data yang dibutuhkan untuk analisis data
G. Instrumen Penelitian
Alat pengukur variable yang diteliti, contoh : thermometer untuk mengukur suhu, barometer untuk mengukur tekanan, kuesioner skala Likert untuk mengukur sikap, Kuesioner untuk mengukur pemahaman dll.
H. Teknik Analisa Data
Menjelaskan tentang rumus-rumus statistic yang dipakai pada berbagai tahapan penelitian, mulai dari uji persyaratan instrument sampai dengan uji hipotesis
► BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Data
Bagian ini memuat distribusi data hasil pengukuran beserta penjelasannya
B. Pengujian Persyaratan
Dilakukan pada instrument yang akan dijadikan alat ukur variabel atau sub variabel
C. Pengujian Hipotesis (untuk kuantitatif)
Dilaksanakan untuk mendapatkan kepastian diterima atau tidaknya sebuah hipotesa, contoh : Product Moment atau Spearmen Brown untuk Korelasi, Uji t untuk pengaruh, chi Kuadrat untuk komparasi dll.
► BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Merupakan Generalisasi gejal yang muncul dari hasil penelitian (kualitatif)
Menegaskan terbukti atau tidaknya penelitian (kuantitatif) yang dilakukan
B. Implikasi
Berisi tentang kegunaan berupa informasi tambahan bagi penelitian lain yang sejenis, sehingga mendapatkan kepastian ilmiah
C. Saran
Disampaikan pada institusi yang berkaitan dengan hasil penelitian, baik langsung, maupun tidak. Dapat juga disampaikan kepada lembaga akdemis tempat peneliti mendapatkan pembelajaran
► DAFTAR PUSTAKA
Penulisan meliputi ;
1. Nama Belakang sumber
2. Nama Depan Sumber
3. Judul Buku
4. Tahun Penerbitan dalam kurung, contoh (1980)
5. Kota Penerbit
6. Nama Penerbit
Setiap bagian dipisahkan koma lalu diberi spasi
Untuk baris pertama penulisan pada ketukan pertama, baris selanjutnya pada ketukan ke-8 (delapan)
► Lampiran
Jika ada,misalnya untuk tabel pada uji statistic yang dialkukan pada saat penelitian
► RIWAYAT HIDUP
Meliputi perjalanan penyusun mulai dari pendidikan terendah sampai dengan saat melakukan penyusunan karya tulis, termasuk pada bidang lain, seperti halnya keorganisasian
II. Teknik Penulisan
A. Huruf
1. Time New Roman 14 point bold (tebal) untuk Judul pada cover dan Halaman dalam serta Nama Penyusun dan NIS-nya.
2. Time New Roman 12 point bold (tebal) Huruf Capital untuk INSTITUSI dan TAHUN PEMBUATAN pada cover dan halaman dalam , , ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL TABEL, DAFTAR GAMBAR, KATA PENGANTAR, BAB I s.d. V beserta judulnya, DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN serta RIWAYAT HIDUP
3. Time New Roman 12 point untuk seluruh isi karya tulis dengan pengecualian Lembar Pengesahan dan Lembar Persembahan serta sub-judul tiap BAB dicetak tebal (Bold), huruf capital pada setiap awal kata yang bukan kata depan atau sambung
B. Kutipan
Menggunakan Sistem Anglo/ Amerika
1. Diawal kalimat
Contoh (untuk kalimat tidak langsung) : Soemarwoto (1991 : 19) menyatakan bahwa suatu konsep sentral dalam suatu ekologi adalah ekosistem.
Contoh (untuk kalimat langsung) : Sudjana (1991 : 80) tentang pengertian sikap berkata : “Sikap pada hakikatnya adalah kecenderungan berperilaku pada seseorang atau dapat pula diartikan reaksi seseorang terhadap stimulus yang datang kepada dirinya.”
2. Diakhir tulisan
Contoh : Benyamin Bloom secara sistematis membagi bidang kognitif menjadi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi (Ornstein and Lewis, 1984 : 450 – 451).
C. Halaman
1. Mulai dari BAB I Pendahuluan sampai dengan RIWAYAT HIDUP nomor halaman menggunakan angka 1, 2, 3 …………dst.
2. Untuk ABSTRAK, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR TABEL dan DAFTAR LAMPIRAN menggunakan angka romawi kecil ; i, ii, iii, iv, v, vi …………….dst.
3. Diawal setiap BAB dan bagian lain nomor halaman diletakan dibagian tengah bawah
4. Ditengah setiap BAB atau bagian lain nomor halaman diletakan bagian atas sebelah kanan
D. Paragraf
1. Awal Alinea/ paragraf dimulai pada ketukan ke 8 (menjorok 7 ketuk kedalam)
2. Penulisan sumber pada DAFTAR PUSTAKA baris pertama tidak menjorok (pada ketukan ke-1). Baris ke-2 dan seterusnya menjorok pada ketukan ke-8. Contoh :
Soemarwoto, Otto, (1991), Indonesia dalam Kancah Isu Lingkungan Global, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
3. Paragraf 1,5 untuk Judul, isi dan jarak antar sumber pustaka pada Daftar Pustaka
3. Paragraf 1 (single) khusus untuk kutipan dan abstrak serta sumber pustaka pada Daftar Pustaka
E. Pemakaian Tanda Baca
1. Tanda Koma dipergunakan untuk memisahkan antar bagian pada sumber buku pada Daftar Pustaka dan setelah nama sumber pada kutipan.
2. Garis Bawah (under line) dipergunakan untuk judul Karya Tulis Pada ABSTRAK, judul sumber pustaka pada Daftar Pustaka
3. Titik Dua dipergunakan pada Abstrak untuk memisahkan Kota lokasi penelitian dilakukan
4. Huruf Miring (Italic) dapat dipergunakan pada kutipan disertai dengan penebalan huruf (bold)
F. Lay Out
1. Margin Kiri 4 cm
2. Margin Kanan 3 cm
3. Margin Atas 3 cm
4. Margin Bawah 3 cm
III. Ukuran Kertas
Menggunakan kertas HVS ukuran A4 70 gram
Penelitian Deskriptif Kualitatif
( Menggali Fenomena, Membuat Generalisasi yang mengarah pada Teori Baru atau Memperkuat Teori Lama)
I. Struktur
Sama dengan Deskriptif Kuanitatif dengan catatan : “Tidak menggunakan Hipotesa Penelitian di BAB III METODE PENELITIAN.”
II. Teknik Penulisan
Memepergunakan aturan yang sama dengan Deskriptif Kuantitatif
III. Ukuran Kertas
Menggunakan kertas HVS ukuran A4 70 gram
oleh :
Badan Penelitian dan Pengembangan
SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
JULI 2007
Penelitian Deskriptif Kuantitatif
( Menerapkan/ Membuktikan Teori )
I.Struktur
►Cover
► Halaman Judul dalam
Sama dengan Cover
► Lembar Persembahan
Bagian atas dapat diisi oleh kutipan ayat suci, motto maupun slogan
Bagian bawah menulis tujuan persembahan karya tulis untuk orang-orng yang sangat kita cintai .
► ABSTRAK
Merupakan Gambaran umum/ ringkasan dari keseluruhan isi karya tulis
Dibuat dengan format paragraf 1 judul digaris bawahi.
► KATA PENGANTAR
Dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► DAFTAR ISI
Dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► DAFTAR TABEL
Jika ada, dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► DAFTAR GAMBAR
Jika ada, dibuat sesuai selera dengan mengindahkan peraturan yang sudah baku
► BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Harus menggambarkan pentingnya masalah (variable) pada judul untuk diteliti berdasarkan alasan ilmiah. Pemaparan latar belakang masalah padapenelitian deskriptif kualitatif biasanya mempertentangkan antara teori (idealita) dengan temuan dilapangn (realita) yang mengerucut pada pentingnya kesenjangan itu untuk diteliti. Pada penelitian deskriptif kualitatif peneliti berusaha menggali informasi dilapangan tanpa menduga sebelumnya (tidak apriori tapi aposteori), tidak mengarah pada pembuktian teori yang sudah ada, akan tetapi mengarah pada perumusan generalisasi fenomena lapangan yang memberikan kontribusi pada lahirnya teori baru, apabila dipadukan dengan hasil-hasil penelitian lain yang memilih variable penelitian sejenis.
Contoh :
Jelaskan tentang penting pemahaman siswa terhadap masalah lingkungan yang dipelajari pada pembelajaran Geografi dan Biologi
Jelaskan temuan lapangan tentang sikap-sikap bebrapa gelintir siswa yang menyimpang dari keinginan peneliti, sehingga tergambar kesenjangan antara harapan dengan kenyataan lapangan yang kemudian disebut sebagai masalah yang harus diteliti
B. Identifikasi Masalah
Menggali sebanyak-banyaknya permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti
Contoh : - kebiasaan siswa dirumah
- tingkat kedisiplinan siswa
- tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah
- motifasi siswa untuk berubah kearah yang lebih baik
- inovasi siswa dalam kebersihan lingkungan sekolah
- keikut sertaan siswa dalam seminar lingkungan tingkat pelajar
- dll.
C. Pembatasan Masalah
Menjelaskan keterbatasan peneliti, baik waktu maupun sumber pustaka yang membatasi peneliti
D. Perumusan Masalah
Merupakan hasil rumusan pembatasan masalah yang dimunculkan dalam bentuk pertanyaan
E. Kegunaan Penilitian
Manfaat penelitian, apabila ditindaklanjuti dengan penelitian lain (disebutkan) pada waktu yang akan datang
F. Definisi Istilah
Kumpulan-kumpulan istilah yang sering muncul pada karya tulis, sehingga tidak menimbulkan miss-persepsi (persepsi yang berbeda)
► BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritis
Menjabarkan teori-teori yang mendukung dalam penyusunan karya tulis ilmiah mulai dari hakikat/konsep dasar dari variable yang diteliti hingga hipotesis dan pengujian atau generalisasi
B. Kerangka Berpikir
Merupakan gambaran general tentang pemilihan masalah serta langkah-langkah untuk mewujudkan karya tulis ilmiah ini layak secara metodologi (metode yang dibakukan)
C. Pengajuan Hipotesis (hanya untuk yang kuantitatif)
Merupakan dugaan ilmiah yang dibangun dari asumsi-asumsi (pendapat-pendapat) yang dapat dipertangung-jawakan secara ilmiah
► BAB III METODE PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
Merupakan penjelasan tentang arah penelitian yang dipaparkan dalam beberapa pointer (item)
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Cukup jelas
C. Metode Penelitian
Deskriptif kualitatif atau kuantitatif
D. Disain Penelitian
Contoh untuk pengaruh dan korelasi (hubungan) dalam Deskriptif Kuantitatif
Pemahaman Siswa tentang Lingkungan Sehat
Sikap siswa terhadap Kebersihan Sekolah
Varabel Bebas (X) Varabel Terikat (Y)
E. Teknik Pengambilan Sampel
Pada bagian ini diharapkan dapat digambarkan karakteristik populasi dengan memilih sebagian unttuk dijadikan sample. Pemilihann teknik dilaksanakan berdasarkan keperluan penelitian contoh : randomsampling (acak), classified (kelompok yang menunjukkan jenjang), cluster (kelompok yang tidak menunjukan jenjang), purposive sampling (berdasarkan saran ahli) dll.
F. Teknik Pengumpulan Data
Merupakan bagian yang menjelaskan langkah penulis karya ilmiah untuk menggali informasi berupa fakta-fakta, baik melalui observasi, maupun dengan cara memberikan perlakuan atau stimulant/ rangsangan padasasaran penelitian , sehingga data yang dibutuhkan untuk analisis data
G. Instrumen Penelitian
Alat pengukur variable yang diteliti, contoh : thermometer untuk mengukur suhu, barometer untuk mengukur tekanan, kuesioner skala Likert untuk mengukur sikap, Kuesioner untuk mengukur pemahaman dll.
H. Teknik Analisa Data
Menjelaskan tentang rumus-rumus statistic yang dipakai pada berbagai tahapan penelitian, mulai dari uji persyaratan instrument sampai dengan uji hipotesis
► BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Data
Bagian ini memuat distribusi data hasil pengukuran beserta penjelasannya
B. Pengujian Persyaratan
Dilakukan pada instrument yang akan dijadikan alat ukur variabel atau sub variabel
C. Pengujian Hipotesis (untuk kuantitatif)
Dilaksanakan untuk mendapatkan kepastian diterima atau tidaknya sebuah hipotesa, contoh : Product Moment atau Spearmen Brown untuk Korelasi, Uji t untuk pengaruh, chi Kuadrat untuk komparasi dll.
► BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Merupakan Generalisasi gejal yang muncul dari hasil penelitian (kualitatif)
Menegaskan terbukti atau tidaknya penelitian (kuantitatif) yang dilakukan
B. Implikasi
Berisi tentang kegunaan berupa informasi tambahan bagi penelitian lain yang sejenis, sehingga mendapatkan kepastian ilmiah
C. Saran
Disampaikan pada institusi yang berkaitan dengan hasil penelitian, baik langsung, maupun tidak. Dapat juga disampaikan kepada lembaga akdemis tempat peneliti mendapatkan pembelajaran
► DAFTAR PUSTAKA
Penulisan meliputi ;
1. Nama Belakang sumber
2. Nama Depan Sumber
3. Judul Buku
4. Tahun Penerbitan dalam kurung, contoh (1980)
5. Kota Penerbit
6. Nama Penerbit
Setiap bagian dipisahkan koma lalu diberi spasi
Untuk baris pertama penulisan pada ketukan pertama, baris selanjutnya pada ketukan ke-8 (delapan)
► Lampiran
Jika ada,misalnya untuk tabel pada uji statistic yang dialkukan pada saat penelitian
► RIWAYAT HIDUP
Meliputi perjalanan penyusun mulai dari pendidikan terendah sampai dengan saat melakukan penyusunan karya tulis, termasuk pada bidang lain, seperti halnya keorganisasian
II. Teknik Penulisan
A. Huruf
1. Time New Roman 14 point bold (tebal) untuk Judul pada cover dan Halaman dalam serta Nama Penyusun dan NIS-nya.
2. Time New Roman 12 point bold (tebal) Huruf Capital untuk INSTITUSI dan TAHUN PEMBUATAN pada cover dan halaman dalam , , ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL TABEL, DAFTAR GAMBAR, KATA PENGANTAR, BAB I s.d. V beserta judulnya, DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN serta RIWAYAT HIDUP
3. Time New Roman 12 point untuk seluruh isi karya tulis dengan pengecualian Lembar Pengesahan dan Lembar Persembahan serta sub-judul tiap BAB dicetak tebal (Bold), huruf capital pada setiap awal kata yang bukan kata depan atau sambung
B. Kutipan
Menggunakan Sistem Anglo/ Amerika
1. Diawal kalimat
Contoh (untuk kalimat tidak langsung) : Soemarwoto (1991 : 19) menyatakan bahwa suatu konsep sentral dalam suatu ekologi adalah ekosistem.
Contoh (untuk kalimat langsung) : Sudjana (1991 : 80) tentang pengertian sikap berkata : “Sikap pada hakikatnya adalah kecenderungan berperilaku pada seseorang atau dapat pula diartikan reaksi seseorang terhadap stimulus yang datang kepada dirinya.”
2. Diakhir tulisan
Contoh : Benyamin Bloom secara sistematis membagi bidang kognitif menjadi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi (Ornstein and Lewis, 1984 : 450 – 451).
C. Halaman
1. Mulai dari BAB I Pendahuluan sampai dengan RIWAYAT HIDUP nomor halaman menggunakan angka 1, 2, 3 …………dst.
2. Untuk ABSTRAK, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR TABEL dan DAFTAR LAMPIRAN menggunakan angka romawi kecil ; i, ii, iii, iv, v, vi …………….dst.
3. Diawal setiap BAB dan bagian lain nomor halaman diletakan dibagian tengah bawah
4. Ditengah setiap BAB atau bagian lain nomor halaman diletakan bagian atas sebelah kanan
D. Paragraf
1. Awal Alinea/ paragraf dimulai pada ketukan ke 8 (menjorok 7 ketuk kedalam)
2. Penulisan sumber pada DAFTAR PUSTAKA baris pertama tidak menjorok (pada ketukan ke-1). Baris ke-2 dan seterusnya menjorok pada ketukan ke-8. Contoh :
Soemarwoto, Otto, (1991), Indonesia dalam Kancah Isu Lingkungan Global, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
3. Paragraf 1,5 untuk Judul, isi dan jarak antar sumber pustaka pada Daftar Pustaka
3. Paragraf 1 (single) khusus untuk kutipan dan abstrak serta sumber pustaka pada Daftar Pustaka
E. Pemakaian Tanda Baca
1. Tanda Koma dipergunakan untuk memisahkan antar bagian pada sumber buku pada Daftar Pustaka dan setelah nama sumber pada kutipan.
2. Garis Bawah (under line) dipergunakan untuk judul Karya Tulis Pada ABSTRAK, judul sumber pustaka pada Daftar Pustaka
3. Titik Dua dipergunakan pada Abstrak untuk memisahkan Kota lokasi penelitian dilakukan
4. Huruf Miring (Italic) dapat dipergunakan pada kutipan disertai dengan penebalan huruf (bold)
F. Lay Out
1. Margin Kiri 4 cm
2. Margin Kanan 3 cm
3. Margin Atas 3 cm
4. Margin Bawah 3 cm
III. Ukuran Kertas
Menggunakan kertas HVS ukuran A4 70 gram
Penelitian Deskriptif Kualitatif
( Menggali Fenomena, Membuat Generalisasi yang mengarah pada Teori Baru atau Memperkuat Teori Lama)
I. Struktur
Sama dengan Deskriptif Kuanitatif dengan catatan : “Tidak menggunakan Hipotesa Penelitian di BAB III METODE PENELITIAN.”
II. Teknik Penulisan
Memepergunakan aturan yang sama dengan Deskriptif Kuantitatif
III. Ukuran Kertas
Menggunakan kertas HVS ukuran A4 70 gram
Jabatan Kepala Sekolah dalam Permendiknas No. 28 Tahun 2010
Informasi tentang Das Sollen jabatan kepala sekolah di indonesia dari mulai tingkatan TK, SD, SMP dan SMA/MA/SMK taman kanak-kanak/raudhotul athfal (TK/RA), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK), atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) yang bukan sekolah bertaraf internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI) nampaknya belum tersosialisasikan secara merata dikalangan guru sebagai subjek hukum dari Permendiknas No. 28 Tahun 2010.
Bahkan mungkin, sebagian besar guru belum merasa perlu terlalu concern mencermatinya mengingat periode-periode sebelumnya kewenangannya menjadi preogratif pemangku jabatan di Departemen yang memiliki strata kewenangan jauh diatas guru (asumsi ini minimal mewakili sebagian guru pada masa itu/ pra reformasi)
Arus Reformasi yang terjadi di negara kita dewasa ini merupakan salah satu produk dari riak-riak globalisasi yang terjadi hingga saat ini hingga beberapa dekade kedepan. Salah satu jargon yang mengemuka pada saat gelombang reformasi adalah mengenai Supremasi Hukum, mengacu pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 bahwa negara kita adalah negara hukum yang artinya semua permasalah kebangsaan kita harus tunduk pada hukum yang berlaku di negara ini, berjenjang dari hukum yang tertinggi sampai hukum terendah mulai dari UUD sampai dengan peraturan-peraturan daerah dan yang setingkat dibawahnya, perwal misalnya. Pro-kontra yang terjadi di masyarakat saat ini tidak akan terjadi, apabila semua pihak turut mengawal supremasi hukum melalui kesadaran kolektif dan ketaatan absolut terhadap keputusan-keputusan hukum yang telah ditetapkan secara legal-formal, sehingga das sollen tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah sebagi salah satu keputusan di tingkat lokal yang akan dituangkan pada landasan operasional berupa perwal harus merujuk pada landasan hukum yang berlaku pada strata yang lebih tinggi, sehingga pelaksanaannya bersinergi dengan semangat yang diamanatkan oleh produk yang lebih tinggi tersebut.
Penetapan keputusan-keputusan/ produk hukum apapun, pada tingkat manapun, akan menanggung resiko resistensi dari elemen-elemen masyarakat yang merasa tidak terpuaskan dengan produk hukum tersebut. Namun demikian, kekhawatiran ini tidak lantasharus menyurutkan langkah pemangku kebijakan untuk merancang rumusan serta memutuskan dan menetapkan produk-produk hukum atau peraturan-peraturan yang secara filosofis telah memenuhi pesan-pesan luhur/suci yang diamanatkan oleh produk hukum diatasnya.
Das Sollen, secara khusus pada peraturan tugas tambahan guru dan kepala sekolah, pemerintah kota diharapkan dapat merumuskan rancangannya dengan senantiasa mencermati pesan substansial Permendiknas No.. 28 tahun 2010 sebagai acuan atau rujukan konstitusional dari perwal yang akan dikeluarkannya.Hal tersebut menjadi sebuah keniscayaan, mengingat pentingnya sinergisitas peraturan-peraturan pada stiap tingkatan guna pencapaian tujuan pembangunan yang diharapkan bersama yang telah dirumuskan di tingkatan yang lebih tinggi/ nasional sebelumnya. Sinerginya setiap peraturan juga memperlihatkan azas taat hukum pada setiap jenjang pemangku kebijakan yang akhirnya memberikan proses pembelajaran dan pencerahan pada masyarakat sebagai user dari layanan-layanan yang, mau tidak mau harus turut pada ketauladanan dari para pemangku kebijakan. Situasi ini diharapkan mengeliminir terjadinya pro-kontra yang mengarah pada dis-integrasi masyarakat.
Sikap patriotik terukur sangat diperlukan pemangku kebijakan dalam penentuan lahirnya sebuah kebijakan yang pasti meiliki resiko resistensi dari kalangan masyarakat yang tidak terpuaskan, akan tetapi memberikan kepeloporan terbentuknya sistem yang kondusif pada ma sa yang akan datang.
Pada tingkatan satuan pendidikan pun harus pula memulai keseriusan unutk merumuskan juklas/ juknis tugas tambahan para pembantu kepala sekolah agar memberikan jalan bagi terbangunnya budaya organisasi yang memiliki suasana kompetisi yang sehat degan pembatasan-pembatasan periode jabatan yang memperlancar arus regenerasi yang terjadi. Tentu saja hal ini, dalam penilainnya tidak menapikkan tahapan-tahapan fit and proper test yang dilakukan kepala sekolah yang mengedepankan aspek-aspek kompetensi, kinerja, loyalitas dan kepangkatan.
Semangat, keseriusan dang kebersamaan langkah dari semua pihak untuk mulai membenahi komponen-komponen dari sistem pendidikan kedepan tersebut diatas, secara filososfis diharapkan bisa mengakselerasi tercapainya tujuan-tujuan, visi, misi dan renstra-renstra serta program-program yang digariskan semua institusi didunia pendididkan.
Pada sisi lain, hal tersebut diatas, secara kontekstual diharapakan bisa menjadi entry point menuju pelayanan prima yang substansinya pemuasan kebutuhan masyarakat sebagai user dari layanan bidang pendidikan.
Pada akhirnya, upaya-upaya diatas diharapkan dapat menjawab salah satu tantangan GLOBALISASI Abad 21 yang oleh '"Tucker" disebut dengan istilah Gelombang Generasi.
Wallaahu'Alam
Bahkan mungkin, sebagian besar guru belum merasa perlu terlalu concern mencermatinya mengingat periode-periode sebelumnya kewenangannya menjadi preogratif pemangku jabatan di Departemen yang memiliki strata kewenangan jauh diatas guru (asumsi ini minimal mewakili sebagian guru pada masa itu/ pra reformasi)
Arus Reformasi yang terjadi di negara kita dewasa ini merupakan salah satu produk dari riak-riak globalisasi yang terjadi hingga saat ini hingga beberapa dekade kedepan. Salah satu jargon yang mengemuka pada saat gelombang reformasi adalah mengenai Supremasi Hukum, mengacu pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 bahwa negara kita adalah negara hukum yang artinya semua permasalah kebangsaan kita harus tunduk pada hukum yang berlaku di negara ini, berjenjang dari hukum yang tertinggi sampai hukum terendah mulai dari UUD sampai dengan peraturan-peraturan daerah dan yang setingkat dibawahnya, perwal misalnya. Pro-kontra yang terjadi di masyarakat saat ini tidak akan terjadi, apabila semua pihak turut mengawal supremasi hukum melalui kesadaran kolektif dan ketaatan absolut terhadap keputusan-keputusan hukum yang telah ditetapkan secara legal-formal, sehingga das sollen tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah sebagi salah satu keputusan di tingkat lokal yang akan dituangkan pada landasan operasional berupa perwal harus merujuk pada landasan hukum yang berlaku pada strata yang lebih tinggi, sehingga pelaksanaannya bersinergi dengan semangat yang diamanatkan oleh produk yang lebih tinggi tersebut.
Penetapan keputusan-keputusan/ produk hukum apapun, pada tingkat manapun, akan menanggung resiko resistensi dari elemen-elemen masyarakat yang merasa tidak terpuaskan dengan produk hukum tersebut. Namun demikian, kekhawatiran ini tidak lantasharus menyurutkan langkah pemangku kebijakan untuk merancang rumusan serta memutuskan dan menetapkan produk-produk hukum atau peraturan-peraturan yang secara filosofis telah memenuhi pesan-pesan luhur/suci yang diamanatkan oleh produk hukum diatasnya.
Das Sollen, secara khusus pada peraturan tugas tambahan guru dan kepala sekolah, pemerintah kota diharapkan dapat merumuskan rancangannya dengan senantiasa mencermati pesan substansial Permendiknas No.. 28 tahun 2010 sebagai acuan atau rujukan konstitusional dari perwal yang akan dikeluarkannya.Hal tersebut menjadi sebuah keniscayaan, mengingat pentingnya sinergisitas peraturan-peraturan pada stiap tingkatan guna pencapaian tujuan pembangunan yang diharapkan bersama yang telah dirumuskan di tingkatan yang lebih tinggi/ nasional sebelumnya. Sinerginya setiap peraturan juga memperlihatkan azas taat hukum pada setiap jenjang pemangku kebijakan yang akhirnya memberikan proses pembelajaran dan pencerahan pada masyarakat sebagai user dari layanan-layanan yang, mau tidak mau harus turut pada ketauladanan dari para pemangku kebijakan. Situasi ini diharapkan mengeliminir terjadinya pro-kontra yang mengarah pada dis-integrasi masyarakat.
Sikap patriotik terukur sangat diperlukan pemangku kebijakan dalam penentuan lahirnya sebuah kebijakan yang pasti meiliki resiko resistensi dari kalangan masyarakat yang tidak terpuaskan, akan tetapi memberikan kepeloporan terbentuknya sistem yang kondusif pada ma sa yang akan datang.
Pada tingkatan satuan pendidikan pun harus pula memulai keseriusan unutk merumuskan juklas/ juknis tugas tambahan para pembantu kepala sekolah agar memberikan jalan bagi terbangunnya budaya organisasi yang memiliki suasana kompetisi yang sehat degan pembatasan-pembatasan periode jabatan yang memperlancar arus regenerasi yang terjadi. Tentu saja hal ini, dalam penilainnya tidak menapikkan tahapan-tahapan fit and proper test yang dilakukan kepala sekolah yang mengedepankan aspek-aspek kompetensi, kinerja, loyalitas dan kepangkatan.
Semangat, keseriusan dang kebersamaan langkah dari semua pihak untuk mulai membenahi komponen-komponen dari sistem pendidikan kedepan tersebut diatas, secara filososfis diharapkan bisa mengakselerasi tercapainya tujuan-tujuan, visi, misi dan renstra-renstra serta program-program yang digariskan semua institusi didunia pendididkan.
Pada sisi lain, hal tersebut diatas, secara kontekstual diharapakan bisa menjadi entry point menuju pelayanan prima yang substansinya pemuasan kebutuhan masyarakat sebagai user dari layanan bidang pendidikan.
Pada akhirnya, upaya-upaya diatas diharapkan dapat menjawab salah satu tantangan GLOBALISASI Abad 21 yang oleh '"Tucker" disebut dengan istilah Gelombang Generasi.
Wallaahu'Alam
Catatan Perlajanan Panjang OSK/ OSP/ OSN Bidang Lomba Astronomi dan Kebumian dari tahun ketahun
Bahagia, itulah kira-kra kata yang tepat untuk mengambarkan suasana hati pada saat itu (2005), ketika Astronomi menjadi salah satu bidang lomba OSN. Hanya dengan menggunakan bekal sumber berupa buku seadanya (Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, Ma'mur Tanudidjaya, PN. Balai Pustaka Jakarta) beserta buku suplemen-nya sajalah kebanyakan dari kita Guru-Guru Geografi memulai pembinaan siswa/i mereka dalam menghadapi OSN Tingkat Kota (yang kemudian disebut OSK).
Keterbatasan sumber inilah yang kemudian menyebabkan beberapa sekolah belum memiliki arah yang akurat dalam pembinaan siswa/i mereka pada Bidang Lomba Astronomi ini. Pada awal kemunculannya ini Bidang Astronomi untuk Tingkat Kota tidak memberikan sumbangan medali apapun untuk SMANSA.Tahun pertama ini Siswa baru diperkenalkan pada materi-materi yang berkenaan dengan pergerakan benda-benda langit dan pengaruhnya terhadap bumi, baik fenomena langit siang-malam, maupun musim/ iklim.
Pada Tahun berikutnya (2006) berkat bertambahnya sumber belajar pada Bidang Lomba Astronomi berupa Buku Fisika Bintang menjadikan siswa/i yang tergabung dalam Tim Astronomi SMANSA mulai mengembangkan strategi. Persiapan untuk lomba dilakukan melalui pembinaan bersama Pembina Tim Astronomi yang meliputi Bidang Geografi, Matematika (Bu Rita Nursari) dan Fisika (Bu Erma Rahayu Permana dan Pak Edi Mulyana) serta B. Inggris (Pak Rachmat Mulyana, mengingat pada saat itu Bidang Astronomi melingkupi keempat bidang tersebut. Hasilnya terpilihlah Juara untuk Tk. SMA : 1. Hayatan Thayyibah 2. SMANSA (a.n. Teten Karlina 11 IPA3) dan seorang lagi dari SMA lainnya (lupa)mewakili Kota Sukabumi e Jawa Barat dan belum bisa melaju ke tingkat nasional. Pada Tahun ini siswa/i mulai diarahkan untuk memehami materi-materi, diantaranya Hk. Keppler I, II, dan III dan menerapkannya pada perhitungan massa, grafitasi, radius serta jarak-jarak bintang dan benda langit lainnya ditambah pengenalan tentang magnitudo, flux dan luminositas.
Tahun 2007 dengan mulai dipakainya Aplikasi Ensiklopedi Student Encarta, maka pembinaan Tim OSK Bidang Astronomi SMANSA berkembang mulai merajah pada pendalaman tabel, animasi dan digram, diantaranya Tabel Solar System, Animasi Evolusi Bintang dan Diagram Russel ang Hertzsprung. Hasilnya SMANSA mendapat peringkat ke-3 a.n. Dede Riska (10 Aksel)dan berhak untuk menuju Jawa Barat mewakili Kota Sukabumi.Pada tahun ini pun belum mampu melajuke tingkat nasional.
Pada Tahun 2008 adalah awal diaksanakannya OSK Bidang Kebumian, sehingga para guru geografi di setiap satuan pendidikan setingkat SMA mendapatkan dua tugas sekaligus membina Bidang kebumian dan Astronomi(bersanma guru fisika dam matematika). Pada tahun ini pembinaan Bidang Astronomi di SMANSA mengalami peningkatan kualitas disatu pihak, penurunan intensitas pertemuan. Sementara itu, Bidang Kebumian mengalami uforia dikalangan siswa/i, sehingga mendapatkan jumlah binaan yang cukup signifikan. Untuk Bidang Kebumian, berbarangan dengan mulai berkembangnya jaringan internet, maka penelusuran materi-materi, terutama Geologi yang berhubungan dengan Kristalografi dan Stratigrafi mengalami peningkatan guna melengkapi kurikulum tingkat satuan pendidikan yang hanya mengulas permukaan-permukaan nya saja dari maslah kebumian di contoh soal IESO (International Earth Science Olympiad dari Daeju Korea Selatan.Pada Tahun inilah puncak keberhasilan yang didapatkan SMANSA, setelah menjuarai Tk. Kota Sukabumi (peringkat ke-1) a.n. Sisca Fitriyani 11 IPA 4, ia kemudian mendapat peringkat ke-2 Tk. Propinsi jawa Barat dan berhak mewakili jawa Barat ke OSN di Makasar Sulawesi Selatan. Perjuangan Neng Sisca yang melampaui beberapa langkah tes tulis dan praktek laboratorium, maupun lapangan berakhir di Makasar tanpa menghasilkan medali. Walaupun demikian, pada tahun inilah kebanggaan SMANSA terasa melekat pada setiap pengajar mengingat Sisca-lah satu-satunya siswa/i yang ada di Sukabumi yang berhasil melangkah ke tingkat nasional.Keberhasilan in menginspirasi Sisca untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Geografi UPI Bandung.
Pada Tahun 2009 (Kelas 10 BI Akademik) dan 2010 ( 11 IPA 5) berturut-turut SMANSA Sukabumi melalui Muhammad Reza Ramadhan (yang kebetulan puteranya Bapak Solih Al Mahya, S.Pd./ Wakasek Kesiswaan)menduduki peringkat satu Kota dan melangkah ke Jawa Barat dan mengalami kegagalan di Tk. Propinsi. Analisis yang didapat dari kekalahan ini adalah pada materi uji yang begitu luas, sehingga persiapan pada Bidang Geologi (40 % soal)menyita waktu untuk Bidang lainnya. Kematangan Reza pada Bidang Geologi yang memuaskan tidak serta merta menjadikannya sebagai orang yang menempati posisi di Tingkat Propinsi, maupun Nasional. Walaupun demikian pada Tahun 2010 inilah M. Reza Ramadhan menuai prestasi di Olimpiadi Geografi UPI tingkat Kota/ Kab. Sukabumi bersama-sama dengan 4 siswa/i SMAN Cibadak Sukabumi melenggang ke Tk. Regional Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta dan mendapatkan peringkat ke-18 dari 230 siswa yang lolos di Tk. Kota/ Kabupaten. Prestasi lainnya yang mengikuti adalah menjadi peringakat ke-2 siswa berprestasi Tk. Kota dibawah siswa dari SMA Islam Terpadu Hayatan Thayyibah.
Perjalanan OSN 2011 belum berakhir, wlaupun demikian hasil di Tk. Kota yang hanya menghasilkan peringkat kedua di Bidang Kebumian, terpaut satu setengah point dari peringkat satu, semoga tidak mengecilkan asa dari Puput Sa'adilah Kelas 10 BI Akademik untuk membuatk kejutan di Tk. propinsi dan mencoba melaju ke TK. Nasional di Manado bersama 3 rekannya di bidang Biologi dan Kimia.
Sementara Bidang Astronomi yang dikoordinatori Ibu Rochmiati, S.Pd. belum menghasilkan juara, karena menurut bocoran sekolah-sekolah lainnya yang mendapatkan peringkat mengimpor pembina dari ITB dan dari Jakarta.
Analisis dari pelaksanaan OSK Kebumian 2011 memberikan sinyal kepada Tim bahwa pembahasan materi-materi dasar Geografi Bidang Hidrologi dan Astronomi dan Meteorologi-Klimatologi harus mendapatkan perhatian sebanyak Bidang geologi. Jangan sampai pernyataan siswa/i Tim Kebumian SMANSA yang berseloroh bahwa OSK Kebumian tidak otomatis menjadikan mereka "manusia batu" tidak menjadi peringatan bagi Tim Pembina (penulis, Ibu Rohayati, S.Pd. dan M. Reza Ramadhan)di strategi menghadapi soal Tk. Propinsi dan Nasional nanti. Upaya istimewa yang dilakukan pada Tahun 2011 ini adalah dengan membuka fasilitas Face Book Group On Line dengan Title : TIM OLIMPIADE KEBUMIAN SMAN 1 Sukabumi. Keterlibatan mantan juara seperti M. Reza Ramadhan diharapkan bisa mendongkrak kinerja Tim dimasa mendatang, terutama berkenaan dengan persiapan Olimpiade geografi Tingkat Regional Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta di UPI Agustus mendatang. Keberhasilan saudara M. Reza Ramadhan menjadi Siswa Undangan SNMPTN di Jurusan GEOLOGI Fakultas Ilmu Tambang dan Kebumian ITB BANDUNG tahun ini menambah point penting/ penguatan tekad/ inspirasi bagi adik-adik yang sekarang dibinanya.
Semoga. Amin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Wallaahu 'Alam.
Keterbatasan sumber inilah yang kemudian menyebabkan beberapa sekolah belum memiliki arah yang akurat dalam pembinaan siswa/i mereka pada Bidang Lomba Astronomi ini. Pada awal kemunculannya ini Bidang Astronomi untuk Tingkat Kota tidak memberikan sumbangan medali apapun untuk SMANSA.Tahun pertama ini Siswa baru diperkenalkan pada materi-materi yang berkenaan dengan pergerakan benda-benda langit dan pengaruhnya terhadap bumi, baik fenomena langit siang-malam, maupun musim/ iklim.
Pada Tahun berikutnya (2006) berkat bertambahnya sumber belajar pada Bidang Lomba Astronomi berupa Buku Fisika Bintang menjadikan siswa/i yang tergabung dalam Tim Astronomi SMANSA mulai mengembangkan strategi. Persiapan untuk lomba dilakukan melalui pembinaan bersama Pembina Tim Astronomi yang meliputi Bidang Geografi, Matematika (Bu Rita Nursari) dan Fisika (Bu Erma Rahayu Permana dan Pak Edi Mulyana) serta B. Inggris (Pak Rachmat Mulyana, mengingat pada saat itu Bidang Astronomi melingkupi keempat bidang tersebut. Hasilnya terpilihlah Juara untuk Tk. SMA : 1. Hayatan Thayyibah 2. SMANSA (a.n. Teten Karlina 11 IPA3) dan seorang lagi dari SMA lainnya (lupa)mewakili Kota Sukabumi e Jawa Barat dan belum bisa melaju ke tingkat nasional. Pada Tahun ini siswa/i mulai diarahkan untuk memehami materi-materi, diantaranya Hk. Keppler I, II, dan III dan menerapkannya pada perhitungan massa, grafitasi, radius serta jarak-jarak bintang dan benda langit lainnya ditambah pengenalan tentang magnitudo, flux dan luminositas.
Tahun 2007 dengan mulai dipakainya Aplikasi Ensiklopedi Student Encarta, maka pembinaan Tim OSK Bidang Astronomi SMANSA berkembang mulai merajah pada pendalaman tabel, animasi dan digram, diantaranya Tabel Solar System, Animasi Evolusi Bintang dan Diagram Russel ang Hertzsprung. Hasilnya SMANSA mendapat peringkat ke-3 a.n. Dede Riska (10 Aksel)dan berhak untuk menuju Jawa Barat mewakili Kota Sukabumi.Pada tahun ini pun belum mampu melajuke tingkat nasional.
Pada Tahun 2008 adalah awal diaksanakannya OSK Bidang Kebumian, sehingga para guru geografi di setiap satuan pendidikan setingkat SMA mendapatkan dua tugas sekaligus membina Bidang kebumian dan Astronomi(bersanma guru fisika dam matematika). Pada tahun ini pembinaan Bidang Astronomi di SMANSA mengalami peningkatan kualitas disatu pihak, penurunan intensitas pertemuan. Sementara itu, Bidang Kebumian mengalami uforia dikalangan siswa/i, sehingga mendapatkan jumlah binaan yang cukup signifikan. Untuk Bidang Kebumian, berbarangan dengan mulai berkembangnya jaringan internet, maka penelusuran materi-materi, terutama Geologi yang berhubungan dengan Kristalografi dan Stratigrafi mengalami peningkatan guna melengkapi kurikulum tingkat satuan pendidikan yang hanya mengulas permukaan-permukaan nya saja dari maslah kebumian di contoh soal IESO (International Earth Science Olympiad dari Daeju Korea Selatan.Pada Tahun inilah puncak keberhasilan yang didapatkan SMANSA, setelah menjuarai Tk. Kota Sukabumi (peringkat ke-1) a.n. Sisca Fitriyani 11 IPA 4, ia kemudian mendapat peringkat ke-2 Tk. Propinsi jawa Barat dan berhak mewakili jawa Barat ke OSN di Makasar Sulawesi Selatan. Perjuangan Neng Sisca yang melampaui beberapa langkah tes tulis dan praktek laboratorium, maupun lapangan berakhir di Makasar tanpa menghasilkan medali. Walaupun demikian, pada tahun inilah kebanggaan SMANSA terasa melekat pada setiap pengajar mengingat Sisca-lah satu-satunya siswa/i yang ada di Sukabumi yang berhasil melangkah ke tingkat nasional.Keberhasilan in menginspirasi Sisca untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Geografi UPI Bandung.
Pada Tahun 2009 (Kelas 10 BI Akademik) dan 2010 ( 11 IPA 5) berturut-turut SMANSA Sukabumi melalui Muhammad Reza Ramadhan (yang kebetulan puteranya Bapak Solih Al Mahya, S.Pd./ Wakasek Kesiswaan)menduduki peringkat satu Kota dan melangkah ke Jawa Barat dan mengalami kegagalan di Tk. Propinsi. Analisis yang didapat dari kekalahan ini adalah pada materi uji yang begitu luas, sehingga persiapan pada Bidang Geologi (40 % soal)menyita waktu untuk Bidang lainnya. Kematangan Reza pada Bidang Geologi yang memuaskan tidak serta merta menjadikannya sebagai orang yang menempati posisi di Tingkat Propinsi, maupun Nasional. Walaupun demikian pada Tahun 2010 inilah M. Reza Ramadhan menuai prestasi di Olimpiadi Geografi UPI tingkat Kota/ Kab. Sukabumi bersama-sama dengan 4 siswa/i SMAN Cibadak Sukabumi melenggang ke Tk. Regional Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta dan mendapatkan peringkat ke-18 dari 230 siswa yang lolos di Tk. Kota/ Kabupaten. Prestasi lainnya yang mengikuti adalah menjadi peringakat ke-2 siswa berprestasi Tk. Kota dibawah siswa dari SMA Islam Terpadu Hayatan Thayyibah.
Perjalanan OSN 2011 belum berakhir, wlaupun demikian hasil di Tk. Kota yang hanya menghasilkan peringkat kedua di Bidang Kebumian, terpaut satu setengah point dari peringkat satu, semoga tidak mengecilkan asa dari Puput Sa'adilah Kelas 10 BI Akademik untuk membuatk kejutan di Tk. propinsi dan mencoba melaju ke TK. Nasional di Manado bersama 3 rekannya di bidang Biologi dan Kimia.
Sementara Bidang Astronomi yang dikoordinatori Ibu Rochmiati, S.Pd. belum menghasilkan juara, karena menurut bocoran sekolah-sekolah lainnya yang mendapatkan peringkat mengimpor pembina dari ITB dan dari Jakarta.
Analisis dari pelaksanaan OSK Kebumian 2011 memberikan sinyal kepada Tim bahwa pembahasan materi-materi dasar Geografi Bidang Hidrologi dan Astronomi dan Meteorologi-Klimatologi harus mendapatkan perhatian sebanyak Bidang geologi. Jangan sampai pernyataan siswa/i Tim Kebumian SMANSA yang berseloroh bahwa OSK Kebumian tidak otomatis menjadikan mereka "manusia batu" tidak menjadi peringatan bagi Tim Pembina (penulis, Ibu Rohayati, S.Pd. dan M. Reza Ramadhan)di strategi menghadapi soal Tk. Propinsi dan Nasional nanti. Upaya istimewa yang dilakukan pada Tahun 2011 ini adalah dengan membuka fasilitas Face Book Group On Line dengan Title : TIM OLIMPIADE KEBUMIAN SMAN 1 Sukabumi. Keterlibatan mantan juara seperti M. Reza Ramadhan diharapkan bisa mendongkrak kinerja Tim dimasa mendatang, terutama berkenaan dengan persiapan Olimpiade geografi Tingkat Regional Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta di UPI Agustus mendatang. Keberhasilan saudara M. Reza Ramadhan menjadi Siswa Undangan SNMPTN di Jurusan GEOLOGI Fakultas Ilmu Tambang dan Kebumian ITB BANDUNG tahun ini menambah point penting/ penguatan tekad/ inspirasi bagi adik-adik yang sekarang dibinanya.
Semoga. Amin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Wallaahu 'Alam.
Belajar Sejarah FUN.blogspot.com
Ternyata masih banyak teman dalam kesungguhan berbuat baik untuk sesama. Salah satunya adalah Seorang mahasiswa yang mengelola blog ini ("http//belajarsejarahfun.blogspot.com"). Sebuah blog sederhana yang memberikan pencerahan-pencerahan pemahaman tentang berbagai hal tentang bumi kita, exspecially lithosphere-nya.
Terbukti, walau banyak kritikan dari juniornya, pengelola blog ini telah melalui semua hambatan dalam pembahasan soal-soal dengan baik. Blog yang sangat komunikatif, simple dan secara khusus memberikan basic pengetahuan yang sangat berarti bagi siswa/i tingkat SMP dan SMA yang berniat mendalami Ilmu Kebumian.
Ilmu yang sangat beranfaat, itulah kiranya sebutan bagi kesediaan berbagi dengan juniornya yang memang membutuhkan informasi ini.
Semoga dengan maraknya kemunculan blog-blog seperti ini bisa memberikan setetes, bahkan setegukan harapan masa depan keilmuan ditengah gurun ketidak pedulian saat ini.
Amin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Terbukti, walau banyak kritikan dari juniornya, pengelola blog ini telah melalui semua hambatan dalam pembahasan soal-soal dengan baik. Blog yang sangat komunikatif, simple dan secara khusus memberikan basic pengetahuan yang sangat berarti bagi siswa/i tingkat SMP dan SMA yang berniat mendalami Ilmu Kebumian.
Ilmu yang sangat beranfaat, itulah kiranya sebutan bagi kesediaan berbagi dengan juniornya yang memang membutuhkan informasi ini.
Semoga dengan maraknya kemunculan blog-blog seperti ini bisa memberikan setetes, bahkan setegukan harapan masa depan keilmuan ditengah gurun ketidak pedulian saat ini.
Amin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Koran Anak Indonesia.Com
Sebuah upaya yang cukup maksimal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui website.
Walau belum mendapatkan tempat yang layak dalam memori kebanyakan Anak Indonesia, namun secara nyata memberikan konstribusi yang signifikan bagi sekelompok kecil Anak- Anak Indonesia yang berkeyakinan bahwa informasi ilmu pengetahuan dan teknologi itu penting bagi kehidupan mereka sekarang, bahkan yang akan datang.
Saya yang belum bisa memberikan konstribusi seperti mereka yang menciptakan website ini cukup merasa tentram dan masih memiliki harapan besar bagi perbaikan cara berpikir, bersikap, bahkan berperilaku Anak- Anak Indonesia dimasa yang akan datang denga kehadiran website-website semacam ini.
Semoga website ini mendapatkan tempat dan menjadi bagian tak terlupakan dalam aktifitas kita semua.
Amin.
Langgan:
Entri (Atom)
