Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

Search This Blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

November 05, 2026

DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG


Riwayatmu : SMA Negeri 1 Sukabumi adalah suatu Sekolah Menengah Atas atau juga dikenal dengan SMU UNCAL. Sekolah Menengah Umum di Kota Sukabumi. SMA ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 1961 dengan nama SMA Pembina dan merupakan SMA yang pertama didirikan di Kota Sukabumi. SMAN 1 Kota Sukabumi awal berdiri berlokasi di Jl. Ir. H.Juanda dan kemudian pada tahun 1968 pindah ke Jl. RH Didi Sukardi ( dulu Jl.Otto Iskandardinata OTISTA) Sejak didirikan sampai sekarang SMA Negeri 1 Kota Sukabumi telah mengalami beberapa penggantian kepala sekolah.

Merasa tertantang akan sebuah pepatah yang mengatakan,’Tak kenal maka tak sayang’’maka hal sekecil inipun rasanya perlu diketahui dan tertanam dalam diriku.

Dalam memenuhi tugas dan kewajiban kesehariannya sebagai guru, aku sering mondar-mandir di lingkungan tersebut masuk dari satu sudut ke sudut ruang lainnya.Ketika pas masuk ke salah satu ruangan yang sakral ,mataku tertuju satu sudut dinding dari ruang itu…Hem….inilah yang aku harus tahu, yang tak lain dan tak bukan adalah sederet foto dan nama atasan yang telah mengemban tugasnya sebagai kepala sekolah, dimana dari point 1 sampai dengan point 6 aku hanya mengetahui dari cerita orang, sementara point selanjutnya aku sedikit banyak mengetahui bagaimana dedikasi dan integritasnya seorang pengemban satu instansi dalam memajukan dunia pendidikan untuk anak bangsa sesuai kompetnsi yang dimilikinya.(Al-Fatihah untuk beliau-beliau yang sudah dipanggil yang Maha Kuasa,dan salam sehat untuk yang masih mengemban amanahnya maupun untuk sudah sama-sama purna sama dengan dirikuh) Beliau-beliau tersebut adalah :

1. R. Yona Ekaatmaja (1961-1965)

2. R. Muhtar (1965-1970)

3. Drs. H.A. Riswaya (1970-1980)

4. Drs. Wijaya Kusumah (1980-1989)

5. Moch. Sobandi (1986-1989)

6. Drs. I. Lili Suriatmana (1989-1992)

7. Dra. Hj. Entin Sumartini (1992-1996)

8. Drs. H. Vredi Kastam Marta, MBA (1996-2002)

9. Drs. Pipid Hudaya, M.Si (2002-2007)

10.Drs. H. Tatang Asep Mukharam M.Pd (2007-2012)

11. H. Moch Effendi, S.Pd, M.Si (2012)

12. Rachmat Mulyana S.Pd. M.Hum )2012-2016

13. Asep Sukanta S.Pd. (2018- 2020)

14. Rachmat Mulyana , S.Pd. M.Hum ( 2020-2023)

15. Ceng Mamad ,S.Pd.,M,Pd. (2023…)

Demikian dan sekian. (Mohon maaf bila ada tulisan tentang nama, gelar dan periode pengabdian yang salah)

August 03, 2026

Materi Geografi tentang HANKAMNAS dan Bela Negara

 


Materi Geografi sangat erat kaitannya dengan bela negara karena pemahaman terhadap ruang wilayah Indonesia adalah dasar dari rasa cinta tanah air. 

Para Penyusun Capaian Pembelajaran Geografi di SMA menempatkan materi-materi tersebut di Semester Ganjil Kelas 11 (Awal Fase F).

Berikut adalah materi-materi Geografi yang terhubung langsung dengan pembelajaran bela negara:
1. Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
  • Konsep Utama: Letak astronomis, geografis, dan geologis Indonesia.
  • Hubungan Bela Negara: Memahami potensi sekaligus kerentanan wilayah dari ancaman luar (ilegal fishing, pelanggaran batas laut, sengketa wilayah).
  • Esensi: Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kedaulatan wilayah laut dan udara nasional. 
2. Wilayah Negara dan Batas Wilayah NKRI
  • Konsep Utama: Batas darat, laut (ZEE, Laut Teritorial), dan udara Indonesia dengan negara tetangga.
  • Hubungan Bela Negara: Menanamkan pemahaman tentang pentingnya keutuhan wilayah (integritas teritorial).
  • Esensi: Membangun sikap tegas dalam mendukung penyelesaian sengketa perbatasan secara damai namun berprinsip.
3. Ketahanan Pangan, Bahan Industri, dan Energi Terbarukan
  • Konsep Utama: Potensi dan persebaran sumber daya alam untuk kemandirian bangsa.
  • Hubungan Bela Negara: Bela negara tidak hanya perang, tetapi juga menjaga kemandirian ekonomi dan energi agar tidak bergantung pada negara asing.
  • Esensi: Mengembangkan inovasi lokal untuk mengelola sumber daya secara berkelanjutan. [1, 2]
4. Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam
  • Konsep Utama: Karakteristik wilayah Indonesia yang berada di cincin api pasifik (Ring of Fire) dan rawan bencana.
  • Hubungan Bela Negara: Menjadi relawan, memahami jalur evakuasi, dan memiliki kesiapsiagaan bencana adalah bentuk nyata bela negara demi keselamatan sesama warga.
  • Esensi: Membangun masyarakat yang tangguh (resilient) dalam menghadapi ancaman non-militer.
5. Demografi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia
  • Konsep Utama: Kuantitas, kualitas, mobilitas, dan bonus demografi penduduk Indonesia.
  • Hubungan Bela Negara: Penduduk adalah komponen pendukung dan cadangan dalam sistem pertahanan negara (Sishankamrata).
  • Esensi: Meningkatkan kualitas diri (pendidikan dan kesehatan) agar menjadi SDM yang kompetitif dan berguna bagi bangsa.
6. Wawasan Nusantara dan Geopolitik
  • Konsep Utama: Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  • Hubungan Bela Negara: Menyatukan keberagaman suku, budaya, dan ras dalam bingkai ruang yang sama (NKRI).
  • Esensi: Mencegah disintegrasi bangsa dan konflik horizontal di dalam negeri.
Pada Pembelajaran Orang dewasa (Andragogik. Materi Geografi Dipelajari pula seperti halnya di LEMHANAS. Check Link : https://www.slideshare.net/slideshow/materi-bahan-ajar-lemhannas-ri-bidang-studi-geografi/285322440


July 14, 2026

Nilai Porto Folio untuk Tugas Tak terstruktur



Selalu ada 3 - 4 siswa/i istimewa yang menghasilkan karya sebagai tugas tak terstruktur sebagai porto folio tambahan nilai. Dahulu kebutuhan khusus mereka terakomodir di Kelas Akselerasi yang sekarang dihapus.

My Youtube Channel

May 03, 2025

RENUNGAN HARDIKNAS 2016

Renungan HARDIKNAS 2016

Teruntuk anak-anakku, para mahasiswa yang baru, sedang dan akan belajar mendalami tentang HAM, versi idiologi manapun.

Atas daaar kemanusiaan yang keadilan yang tercabik-cabik, maka camkan !

Rekonsiliasi tidak akan terjadi, bila dendam sejarah terus-menerus dikedepankan.
Para pesakitan politik Orba, semisal A.M. Fatwa, Prof. DR. Arief Rahman Hakim, Keluarga Amir Biqi, dan Korban Lampung serta Talang sari sudah diishlah nasinalkan.
Beberapa pelaku yang tersangkut pun masih hidup, bahkan ada yang menjabat disekitaran istana.
Bukankan HAMKA yang ditahan bertahun-tahun okeh ORLA, mengabulkan permintaan Bung Karno lewat wasiatnya, mengimami shalat jenazah Sang Proklamator.
Belajarlah pada tokoh-tokoh yang pemaaf agar rekonsiliasi nasional berjalan mulus.
Bukan satu kelompok saja yang merasakan represifnya Rejim Soeharto, tetapi ada yang pandai memaafkan, diantara mereka, hanya karena perintah agama dan tatapan masa depan tanpa benci. Terutama kebencian yang diturunkan pada generasi yang tidak mengalami masa mencekam itu. Kami juga mengalaminya dari mulai jilbab dilarang disekolah, Jilbab beracun, NKK BKK, PORKAS dan SDSB serta yang lainnya. 
Habis tenaga untuk menggalinya karena media mainstream masih berkiblat pada skenario global yang kapitalistik.
Mengeruk minyak mentah dan menjual senjata dipasar gelap adalah pekerjaan mereka yang dibalut konflik ideologi keagamaan di Timur-Tengah yang mereka ciptakan dan sponsori sendiri.
Mengobrak-abrik sektor moneter adalah pekerjaan yang mereka lakukan untuk menjebak negara-negara berkembang, yang pemimpinnya merupakan pentolan Non Blok dan KAA, diantaranya Indonesia, Mesir dll.
Mengapa masih belum percaya, sedangkan virus dalam komputerisasi saja dilahirkan bersamaan dengan anti-virusnya. Semua hanya cangkang dari skenario global, hegemoni negara berdaya dengan karakter ekspansifnya.
Menjadikan kita pintar, tapi tak menginginkan kita cerdas dan berkarakter.
Jika belajar agama, jangan kau gunakan untuk melawan komitmen kenegaraan.
Pelihara sejarah emas kontribusi ulama terdahulu pada saat periode perlawanan bersenjata, maupun pergerakan nasional smerebut kemerdekaan dan mempertahankannya.
Jangan letakkan agama berhadap-hadapan dengan negara yang sudah dikomitmenkan.
Letakkan kritikanmu untuk rejim, bukan untuk negara.
Allah SWT. tak membebani kita untuk bertindak diluar kemampuan kita.
Agama kita, bukan konsepsi utopia, tetapi konsepsi solusi yang membumi.
Penganutnya harus menjadi "Ummataw wasathan" yang menjadi penengah dicarut-marut kemanusiaan sat ini.
Istiqomah ditengah tarikan antara liberalisme dengan komunisme, antara persmisif/dayus dengan radikalisme antara fatalisme dengan eksistensialisme..

AthurGeoSMANSA

Link terkait :