Relevansi Science dengan Al Quran tentang Alam Semesta Bagian 2


Abad Ke 6 Masehi Allah SWT telah memberi Wahyu –NYA kepada Muhammad Rasulullah SAW. :
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?”   Q.S. AL-ANBIYAA (21 : 30)
Ayat ini tidak memberikan jawban kepada Para Fisikawan Dunia.
Pada Tahun 1917, Albert Einstein menyatakan bahwa ALAM SEMESTA BERSIFAT  “STATIS”, Tiada Awal & Akhir.
Akhirnya, melalui pengamatan Teleskop Modernnya, Edwin Hubble, Pada Tahun 1929 dengan Teori “Big Bang”-nya  MEMBANTAH TEORI ALAM SEMESTA STATIS EINSTEIN, menurutnya galaksi-galaksi tersebut saling menjauh satu sama lain. Konsekwensinya, alam semesta di masa silam tentu lebih rapat dari sekarang.
Pada Tahun 1946,  George Gamow, Ralph Alpher, Hans Bethe (AS), menyusun teori : “pada mulanya seluruh isi alam semesta ini berpadu dalam tingkat kepadatan yang tidak terhingga (infinite density), lalu dengan proses Dentuman Akbar (Big Bang) maka terciptalah alam semesta ini”.
Pada Tahun 1965,  Arno Penzias dan Robert Wilson dari Laboratorium Bell, New Jersey, berhasil menangkap sisa radiasi Big Bang yang tersebar secara seragam di segala penjuru jagad raya dengan suhu 3 K.
Akhirnya, Fisikawan Modern, Stephen Hawking, Pengarang Buku A Brief History of Time, pada Tahun 1980, melalui Teorinya The Expanding Universe menyatakan bahwa jarak antar benda-benda langit, satu dengan yang lain semakin berkembang, membuktikan bahwa pada awalnya benda-benda dilangit bermiliar tahun lalu  adalah sesuatu yang padu.

Lalu, mengapa masih ada manusia yang menyatakan Al Quran “Out of Date ?”

Keterangan Foto :
Stephen William Hawking
Author of the best-selling book A Brief History of Time, physicist Stephen Hawking has strived to make difficult concepts in physics more accessible to the public. His discoveries about gravitation are regarded as some of the most important contributions to that area of physics since Albert Einstein introduced the general theory of relativity in 1915.
Globe Photos, Inc.
Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Keterangan Gambar :
Expanding Universe Experiment
One way to understand the concept of an expanding universe is to draw dots, representing galaxies, on a balloon. As the balloon is inflated, each dot moves away from all the others. To a person viewing the universe from a galaxy, all other galaxies would seem to be receding. The distant galaxies appear to be moving away faster than the near ones, which demonstrates Hubble’s law. Most astronomers now believe that this expansion will continue forever.
© Microsoft Corporation. All Rights Reserved.
Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Abad Ke 6 Masehi Allah SWT telah memberi Wahyu –NYA kepada Muhammad Rasulullah SAW. :
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?”   Q.S. AL-ANBIYAA (21 : 30)
Ayat ini tidak memberikan jawban kepada Para Fisikawan Dunia.
Pada Tahun 1917, Albert Einstein menyatakan bahwa ALAM SEMESTA BERSIFAT  “STATIS”, Tiada Awal & Akhir.
Akhirnya, melalui pengamatan Teleskop Modernnya, Edwin Hubble, Pada Tahun 1929 dengan Teori “Big Bang”-nya  MEMBANTAH TEORI ALAM SEMESTA STATIS EINSTEIN, menurutnya galaksi-galaksi tersebut saling menjauh satu sama lain. Konsekwensinya, alam semesta di masa silam tentu lebih rapat dari sekarang.
Pada Tahun 1946,  George Gamow, Ralph Alpher, Hans Bethe (AS), menyusun teori : “pada mulanya seluruh isi alam semesta ini berpadu dalam tingkat kepadatan yang tidak terhingga (infinite density), lalu dengan proses Dentuman Akbar (Big Bang) maka terciptalah alam semesta ini”.
Pada Tahun 1965,  Arno Penzias dan Robert Wilson dari Laboratorium Bell, New Jersey, berhasil menangkap sisa radiasi Big Bang yang tersebar secara seragam di segala penjuru jagad raya dengan suhu 3 K.
Akhirnya, Fisikawan Modern, Stephen Hawking, Pengarang Buku A Brief History of Time, pada Tahun 1980, melalui Teorinya The Expanding Universe menyatakan bahwa jarak antar benda-benda langit, satu dengan yang lain semakin berkembang, membuktikan bahwa pada awalnya benda-benda dilangit bermiliar tahun lalu  adalah sesuatu yang padu.

Lalu, mengapa masih ada manusia yang menyatakan Al Quran “Out of Date ?”

Keterangan Foto :
Stephen William Hawking
Author of the best-selling book A Brief History of Time, physicist Stephen Hawking has strived to make difficult concepts in physics more accessible to the public. His discoveries about gravitation are regarded as some of the most important contributions to that area of physics since Albert Einstein introduced the general theory of relativity in 1915.
Globe Photos, Inc.
Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Keterangan Gambar :
Expanding Universe Experiment
One way to understand the concept of an expanding universe is to draw dots, representing galaxies, on a balloon. As the balloon is inflated, each dot moves away from all the others. To a person viewing the universe from a galaxy, all other galaxies would seem to be receding. The distant galaxies appear to be moving away faster than the near ones, which demonstrates Hubble’s law. Most astronomers now believe that this expansion will continue forever.
© Microsoft Corporation. All Rights Reserved.
Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.
Previous
Next Post »