Keuntungan Memilih Jurusan Pendidikan Geografi


Jika sebagian mahasiswa lain, ketika memilih Jurusan Pendidikan Geografi, dikarenakan ketertarikan mereka dengan Mata Pelajaran Geografi, maka saya melakukan pilihan itu hanya karena ingin mendapatkan kesempatan mengajar di dua jurusan SMA, yaitu IPA dan IPS saat itu.
Beruntung, jika kemudian ternyata kami meendapatkan pembekalan mata kuliah yang berkarakteriatik rumpun selain IPS, yakni IPA dan Teknik (vokasi). Seperti diketahui bahwa ada kajian lain, selain masalah penduduk, desa-kota, industri, sumber daya alam yang merupakan kajian Geografi Sosial, yakni  : Lapisan Kulit Bumi da. Relief Permukaannya, Cuaca dan Iklim, Perairan Darat dan Laut serta Kajian Flora dan Fauna pada Geografi Fisik ; Kajian Penginderaan Jarak Jauh (Remote Sensing), Pemetaan serta Sistem Informasi Geografi pada Geografi Teknik.
Terlepas dari perbedaan motivasi tentang  pemilihan jurusan diatas, pada kenyataannya kehadiran kani di Jurusan Pendidikan Geografi pada beberapa IKIP Negeri dan suasta (yang sebagian besar saat ini berubah jadi Universitas), secara kebetulan, sebagian besar dari kami merasa sangat beruntung, karena merasa indah pada akhirnya.
Keterlibatan kami di tiga Cabang Geografi itu (Geografi Sosial, Geografi Fisik dan Teknik) plus pembekalan awal Mata Kulah Filsafat Ilmu menjadikan kami merasa lebih bijak dalam mendudukan setiap cabang lmu pengetahuan dikemudian hari, khususnya aetelah menjadi guru.
Arif dan bijak menempatkan perbedaan setiap cabang ilmu dengan cara pandang diferensiasi, bukan dengan cara pandang stratifikasi yang bernuansa hirarkis.
Arif dan bijak mengarahkan bakat dan kemampuan siswa dalam hubungannya dengan kelanjutan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Arif dan bijak pada kekurang tepatan kebijakan pemerintah dalam menentukan skala prioritas pengadaan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran di persekolahan yang masih menunjukkan nuansa diskriminatif.
Melahirkan gagasan-gagasan baru, tentang perlunya ketersediaan laboratorium beruoa ruanga seperti IPA untuk Jurusan IPS yang selama ini venderung hanya dipahami hanya terdapat dalam aktifitas kemasyarakatan dan ketatanegaraan saja.
Merangsang lahirnya gagasan tentang pentingnya suksesi ekstra kurikuler yang berbasis hobi atau ketertarikan pada kajian Ilmu Pengetahuan Sosial.
Sudah menjadi rahasia umum, ternyata tidak semua siswa melanjutkan studi di perguruan tinggi sesuai dengan jurusan pad asaat di sekolah menengah yang dilaluinya.
Berkat pembekalan Filsafat Ilmu itulah, maka kami Lulusan Jurusan Pendidikan Geografi yang memilih jalur kerja yang relevan dengan ijazah kami, tetap konsisten berpendapat bahwa cabang ilmu lengetahuan apapun bersifat universal dan memiliki tingkat kesulitan yang sama, jika ingin menghasilkan produk ilmiah yang berkualitas.
Walaupun, pada kenyataannya masih saja ada sebagian Sarjana, bahkan setingkat Doktor di Indonesia yang menganggap Sains itu hanya meliputi Mata Pelajaran IPA dan sebagian IPS saja.

Bersambung




Previous
Next Post »