SABTU, 3 JUNI 20PUKUL 09.58'.043" WIB. Lokasi Liputan 6°55'16,8" LS 106°56'14,8" BT. Pergerakan Semu Tahunan Matahari Menuju Utara dari Vernal Equinox Menuju Summer solstice. Daerah Iklim Sedang di Belahan Bumi Utara sedang mengakhiri Musim Semi menuju musim panas.Bumi seolah2 sedang menunduk, memperlihatkan ubun-ubunnya (Kutub Utara) terhadap datangnya Sinar Matahari.
Hasil amatan :
Az ~20° t☆ ~ 70°
Ke Wilayah Indonesia berhembus Angin Muson Timur (Tengara) dari Benua Australia. Musim Kemarau
@ridwankamil
@disdikjabar
@tiefabdullatief
@cadisdik5
@nonong_winarni
@mohhasanasari
@mgmpgeo_kotsi
@sman1smi
@cengmamad
@osismpksman1smi
https://www.instagram.com/p/CtA1GfkBcdoqA4k0y64-T43iMoHv9U96V7hNTk0/?igshid=NzJjY2FjNWJiZg==








Dokumentasi observasi yang sangat nyata dan aplikatif, Pak Ade. Pendekatan Bapak dengan melakukan pengamatan langsung pada Sabtu, 3 Juni 2023 menunjukkan komitmen untuk membuat pembelajaran geografi tidak hanya teoritis, tetapi juga experiential dan berbasis bukti lapangan. Catatan koordinat geografis yang presisi beserta waktu pengamatan menunjukkan rigor ilmiah yang serius.
ReplyDeletePenggunaan analogi puitis tentang "bumi seolah-olah sedang menunduk, memperlihatkan ubun-ubunnya terhadap datangnya sinar matahari" sangat membantu membuat konsep astronomi yang abstrak menjadi visualisasi yang mudah dipahami dan diingat oleh siswa. Penjabaran tentang azimuth (Az) dan tinggi benda langit (t) memberikan data observasional konkret yang menghubungkan teori dengan praktik.
Koneksi yang Bapak buat antara perjalanan semu tahunan matahari dengan fenomena angin muson timur dan musim kemarau di Indonesia juga menunjukkan pendekatan causalistis yang sejati, menghubungkan geografi fisik dengan kondisi iklim lokal yang dialami siswa setiap hari. Ini adalah pembelajaran geografi yang truly meaningful dan kontekstual.
Rama 10.11