Setidaknya ada beberapa hal yang urgen
dalam memandang semakin pentingnya Mata Pelajaran Geografi disemua tingkatan
dan semua program studi di pendidikan dasar hingga menegah.
Beragam teknik penyajian pembelajaran pun
harus diupayakan untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal.
Karakteristik Geografi sebagai sebuah
studi yang senantiasa memerlukan "intake" siswa dari mata pelajaran
lainnya serta kemampuan menggunakannya dalam mempelajari objek kajian geografi
yang meliputi segala sesuatu yang terjadi dipermukaan bumi dan yang
mempengaruhinya.
Tidak aneh, jika pada beberapa kajiannya,
Geografi tiba-tiba menjadi kajian yang sangat bernuansa eksak, bahkan teknik,
dari kebiasaannya yang lebih berkarakteristik sosial.
Dari beberapa kompetensi dasar yang
diamanatkan kurikulum pembelajaran geografi di SMA saja, setidaknya terdapat
beberapa kajian materil fisik bumi dan yang mempengaruhinya yang harus
dituntaskan siswa/i dalam pembelajarannya.
Maka kemudian, tak aneh, jika guru geografi
dalam mensiasati hajat tahunan seperti halnya Olimpiade Sain Nasional (OSN)
dari mulai tingkat kota (OSK) hingga lolos ke tingkat dunia (Sain olympiade)
harus memberikan kontribusi yg cukup, khusunya pada 2 mata lomba sains, Bidang
Geografi dan Bidang Kebumian.
Lahirnya kedua mata lomba ini pun, semakin
menegaskan bahwa Geografi memiliki kajian yang holistik, sehingga harus
melibatkan kemampuan-kemmpuan dasar pengetahuan lainnya.
Kita ambil contoh sederhana, misalnya
Bidang Kebumian yang pada awal kelahirannya memiliki formasi 40 % geologi
dasar, ternyata sangat relevan dengan pembelajaran Geografi SAMA pada KD
tentang "Dinamika Litosfer dan pengaruhnya terhadap kehidupan." Belum
lagi bidang Hidrologi, Meteorologi, Klimatologi serta Kartografi pada mata
lomba kebumian beririsan dengan materi pembelajaran Geografi SMA pada materi
pembelajaran yang dikaji di KD tentang "Dinamika hodrosfer dan dinamika
atmosfer serta pengaruhnya pada kehidupan.'
Pada silabus bidang Geografi apalagi, ap
yang tidak ada, walau hanya dasar-dasarnya saja. Sehingga terpampang jelas
IRISAN MATERI diantara bidang lomba tersebut semakin kentara, tatkala memeriksa
lembar-lembar arsip naskah soal kedua mata lomba sains siswa/i SMA tersebut
dari tahun ke tahun.
Pemilihan bidang lomba diantara kedua
lomba oleh siswa/i pun menggambarkan trend dan karakteristik berpikir mereka.
Trend sementara ini menunjukkan bahwa mata lomba KEBUMIAN lebih menarik siswa
IPA dibanding IPS, sedangkan mata lomba GEOGRAFI lebih digandrungi siswa/i IPS
dari pada siswa/IPA.
Kelanjutan kedua mata lomba inipun ke
tingkat yang lebih tinggi Internasional pun berbeda nama pelaksanaan
kegiatannya. Mata lomba KEBUMIAN Internasional dikemas dalam kegiatan IESO
(Internasional Earth Science Olympiade), sedangkan GEOGRAFI dikemas dalam
kegiatan Sub Internasional Olympiad, yang dikenal dengan istilah IGO
(Internasional Geography Olympiad).
Bersambung.












