INDONESIA NEGERI SERIBU BENCANA

Indonsia adalah negeri kaya nan indah. Terbentang mulai dari Sabang di Sumatra sampai Merauke di Papua. Hasil alam yang melimpah, tanah subur dan dikaruniai banyak tempat tempat indah membuat bangsa barat tertarik untuk menguasai Negeri Indonesia (pada jaman kolonial ). Negeri yang diibaratkan sebagai untaian ratna mutu manikam, negeri yang gemah ripah loh jinawi bahkan tongkat, kayu dan batupun jadi tanaman ( kata Koes Plus ) serta banyak lagi pengibaratan yang lainya yang menggambarkan betapa Indonesia adalah negeri yang subur dan indah. Tapi tidak tahu mengapa negeri indah tercinta ini selalu didera bencana bertubi tubi .baik itu bencana yang disebabkan oleh alam maupun yang disebabkan oleh manusia. Baik dikala kemarau ataupun disaat musim penghujan.

Musim hujan telah tiba. Dan seperti biasa negeri kita tercinta selalu didera berbagai bencana panjang yang seperti tak berkesudahan. Jika dimusim kemarau bencana datang dengan model kebakaran hutan, kemarau panjang , maka musim hujan selalu diiringi oleh banjir. Entah itu banjir bandang. Tanah longsor,banjir pasang air laut atau bamjir luapan sungai dan banjir karena tata kota yang kurang tepat dan buruk.

Begitu juga dengan Jawa Timur propinsi paling ujung di pulau Jawa. Akhir tahun 2007 ini banyak bencana yang terjadi di Jawa Timur. Pertama Gunung Kelud dengan peningkatan aktivitas vulkanisnya. Namun akhirnya tidak terjadi letusan besar yang membahayakan penduduk sekitar. Kedua banjir yang hanya ada di Jawa Timur yaitu banjir lumpur di Porong Sidoarjo yang belum jelas dan belum pasti bisa diatasi. Ketiga banjir – banjir yang disebabkan hujan deras dan drainase kota yang buruk. Setiap hujan deras banjir tidak pernah absen di Surabaya dan kota kota lainnya. Terakhir adalah banjir besar karena luapan sungai. Tercatat daerah Madura, daerah aliran sungai Brantas seperti Malang Kediri Trenggalek serta daerah aliran Bengawan Solo. Tercatat banjir melanda Madiun, Ngawi, Nganjuk, Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. Banjir tahun ini merupakan yang terbesar bahkan lebih besar dari banjir hebat yang terjadi tahun 1992 dan 1996. Tidak terhitung lagi berapa luas wilayah yang tergenangi, tak terhitung lagi penderitaan para pengungsi yang diharuskan meninggalkan rumah mereka karena tergenang luberan bengawan Solo serta tak tehitung lagi berapa kerugian yang ditimbulkan akibat banjir baik secara langsung maupun tidak langsung.

Banyak alasan dan teori yang dikemukakan para pakar, banyak pula statement saling menyalahkan. Saling tuding siapa yang salah, siapa yang harus bertanggung jawab. Satu pihak mengklaim dibukanya pintu air di bendungan Gajah Mungkur Wonogiri sebagai penyebab terjadinya banjir. Pihak lain beralasan jika pintu air tidak dibuka, bendungan tidak mampu menampung air dan jika jebol akan terjadi bencana yang lebih dahsyat. Sebuah alasan yang sangat ironi dan kurang bisa diterima terutama oleh korban banjir. Terlepas dari siapa yang salah, siapa yang bertanggung jawab. Begitu banyak masyarakat yang dirugikan oleh adanya banjir yang melanda. Jika ditinjau lagi, kerusakan alam menjadi penyebab utama banjir. Penggundulan hutan di hulu sungai menyebabkan erosi tanah. Erosi membawa berjuta juta meter kubik tanah ke bendungan Gajah mungkur dan bagian Bengawan Solo lainya mulai hulu sampai ke hilir sungai. Berjuta-juta kubik tanah menyebabkan sedimentasi dan pendangkalan bendungan dan bengawan sehingga daya tampung bendungan dan Bengawan menjadi jauh berkurang. Karena daya tampungnya berkurang maka tiap musim hujan dikala air berlimpah, maka bendungan dan Bengawan tidak lagi mampu menampung, airpun meluap dan menggenangi semua area yang dilewati Bengawan Solo. Untuk itu solusi kongkrit pencegahan banjir adalah Reboisasi atau penanaman hutan kembali. Cara ini tidak bisa instant memberikan hasil. Tidak bisa sekarang menanam besok langsung tidak banjir. Namun lima, sepuluh atau dua puluh tahun lagi hasilnya akan sangat dirasakan. Bahkan jauh lebih baih dari pada cara cara yang lain. Jauh lebih baik dari sekedar pembuatan tanggul yang tinggi atau cara lainnya. Semua element masyarakat dan pemerintah harus berperan karena tanggung jawab akan penanggulangan bencana ada dipundak kita semua.

9 comments:

  1. sebenarnya apa yang dimaksud dengan drainase kota yang buruk?
    apa yang seharuznya pemerintah lakukan untuk lumpur lapindo tersebut?
    bisakah kejadian lumpur lapindo tersebut dijadikan objek wisata warga negara bukan indonesia?sehingga dapat menambah biaya untuk menanggulangi lumpur lapindo/

    ReplyDelete
  2. drainage adalah suatu sistem pengatusan/ pengeringan daerah melalui sistem aliran yang direkayasa sesistematik mungkin. Contohnya untuk mengeringkan jalan, maka pembangunan jalan harus miring kekedua sisi (cembung ditengah). Pada kedua sisi jalan, tepatnya di kerb namanya, harus dibuat saluran ke gorong-gorong, tali-tali air namanya.
    Masalah Lapindo kedepan harus dipikirkan bagaimana pemerintah mengoptimalkan manfaat dari musibah yang terjadi, melalui optimalisasi eksploitasi dan tentunya penanganan korban didahulukan, artinya ditangani dengan sangat serrius.
    untuk yang terakhir bisa saja, yang penting harus melallui rekayasa yang sangat matang. begicuuuu....

    ReplyDelete
  3. bapak dengar-dengar tahun 2012 akan jatuh komet kebumi pada 5 titik?
    jika dihubungkan titik2 tersebut akan menjadi segi lima...
    Bener ga pak?kedah di balez

    ReplyDelete
  4. Secara teoritis benar, karena berdasarkan hitungan garis edar sebuah bintang dapat diprediksi sebelumnya, contoh komet haley 76 tahun sekali. Para ilmuwan secara tepat dapt menghitung sampai pada hitungan detiknya.

    ReplyDelete
  5. OOOOOOh gtu................
    terus akibatnya apa???
    Kira" jatuhnya Kemana Aja???

    ReplyDelete
  6. terus saja kamu ikuti nfo-nya, nanti juga para pakar kasih kita info, jika berakibat pada kehidupan kita.

    ReplyDelete
  7. katanya itu mengakibatkan bencana yang dasyat ya, sampai disebut sebagai kiamat dunia. menakutkan juga

    ReplyDelete

Silahkan anda komentari disini.