Catatan Perlajanan Panjang OSK/ OSP/ OSN Bidang Lomba Astronomi dan Kebumian dari tahun ketahun

Bahagia, itulah kira-kra kata yang tepat untuk mengambarkan suasana hati pada saat itu (2005), ketika Astronomi menjadi salah satu bidang lomba OSN. Hanya dengan menggunakan bekal sumber berupa buku seadanya (Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, Ma'mur Tanudidjaya, PN. Balai Pustaka Jakarta) beserta buku suplemen-nya sajalah kebanyakan dari kita Guru-Guru Geografi memulai pembinaan siswa/i mereka dalam menghadapi OSN Tingkat Kota (yang kemudian disebut OSK).
Keterbatasan sumber inilah yang kemudian menyebabkan beberapa sekolah belum memiliki arah yang akurat dalam pembinaan siswa/i mereka pada Bidang Lomba Astronomi ini. Pada awal kemunculannya ini Bidang Astronomi untuk Tingkat Kota tidak memberikan sumbangan medali apapun untuk SMANSA.Tahun pertama ini Siswa baru diperkenalkan pada materi-materi yang berkenaan dengan pergerakan benda-benda langit dan pengaruhnya terhadap bumi, baik fenomena langit siang-malam, maupun musim/ iklim.
Pada Tahun berikutnya (2006) berkat bertambahnya sumber belajar pada Bidang Lomba Astronomi berupa Buku Fisika Bintang menjadikan siswa/i yang tergabung dalam Tim Astronomi SMANSA mulai mengembangkan strategi. Persiapan untuk lomba dilakukan melalui pembinaan bersama Pembina Tim Astronomi yang meliputi Bidang Geografi, Matematika (Bu Rita Nursari) dan Fisika (Bu Erma Rahayu Permana dan Pak Edi Mulyana) serta B. Inggris (Pak Rachmat Mulyana, mengingat pada saat itu Bidang Astronomi melingkupi keempat bidang tersebut. Hasilnya terpilihlah Juara untuk Tk. SMA : 1. Hayatan Thayyibah 2. SMANSA (a.n. Teten Karlina 11 IPA3) dan seorang lagi dari SMA lainnya (lupa)mewakili Kota Sukabumi e Jawa Barat dan belum bisa melaju ke tingkat nasional. Pada Tahun ini siswa/i mulai diarahkan untuk memehami materi-materi, diantaranya Hk. Keppler I, II, dan III dan menerapkannya pada perhitungan massa, grafitasi, radius serta jarak-jarak bintang dan benda langit lainnya ditambah pengenalan tentang magnitudo, flux dan luminositas.
Tahun 2007 dengan mulai dipakainya Aplikasi Ensiklopedi Student Encarta, maka pembinaan Tim OSK Bidang Astronomi SMANSA berkembang mulai merajah pada pendalaman tabel, animasi dan digram, diantaranya Tabel Solar System, Animasi Evolusi Bintang dan Diagram Russel ang Hertzsprung. Hasilnya SMANSA mendapat peringkat ke-3 a.n. Dede Riska (10 Aksel)dan berhak untuk menuju Jawa Barat mewakili Kota Sukabumi.Pada tahun ini pun belum mampu melajuke tingkat nasional.
Pada Tahun 2008 adalah awal diaksanakannya OSK Bidang Kebumian, sehingga para guru geografi di setiap satuan pendidikan setingkat SMA mendapatkan dua tugas sekaligus membina Bidang kebumian dan Astronomi(bersanma guru fisika dam matematika). Pada tahun ini pembinaan Bidang Astronomi di SMANSA mengalami peningkatan kualitas disatu pihak, penurunan intensitas pertemuan. Sementara itu, Bidang Kebumian mengalami uforia dikalangan siswa/i, sehingga mendapatkan jumlah binaan yang cukup signifikan. Untuk Bidang Kebumian, berbarangan dengan mulai berkembangnya jaringan internet, maka penelusuran materi-materi, terutama Geologi yang berhubungan dengan Kristalografi dan Stratigrafi mengalami peningkatan guna melengkapi kurikulum tingkat satuan pendidikan yang hanya mengulas permukaan-permukaan nya saja dari maslah kebumian di contoh soal IESO (International Earth Science Olympiad dari Daeju Korea Selatan.Pada Tahun inilah puncak keberhasilan yang didapatkan SMANSA, setelah menjuarai Tk. Kota Sukabumi (peringkat ke-1) a.n. Sisca Fitriyani 11 IPA 4, ia kemudian mendapat peringkat ke-2 Tk. Propinsi jawa Barat dan berhak mewakili jawa Barat ke OSN di Makasar Sulawesi Selatan. Perjuangan Neng Sisca yang melampaui beberapa langkah tes tulis dan praktek laboratorium, maupun lapangan berakhir di Makasar tanpa menghasilkan medali. Walaupun demikian, pada tahun inilah kebanggaan SMANSA terasa melekat pada setiap pengajar mengingat Sisca-lah satu-satunya siswa/i yang ada di Sukabumi yang berhasil melangkah ke tingkat nasional.Keberhasilan in menginspirasi Sisca untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Geografi UPI Bandung.
Pada Tahun 2009 (Kelas 10 BI Akademik) dan 2010 ( 11 IPA 5) berturut-turut SMANSA Sukabumi melalui Muhammad Reza Ramadhan (yang kebetulan puteranya Bapak Solih Al Mahya, S.Pd./ Wakasek Kesiswaan)menduduki peringkat satu Kota dan melangkah ke Jawa Barat dan mengalami kegagalan di Tk. Propinsi. Analisis yang didapat dari kekalahan ini adalah pada materi uji yang begitu luas, sehingga persiapan pada Bidang Geologi (40 % soal)menyita waktu untuk Bidang lainnya. Kematangan Reza pada Bidang Geologi yang memuaskan tidak serta merta menjadikannya sebagai orang yang menempati posisi di Tingkat Propinsi, maupun Nasional. Walaupun demikian pada Tahun 2010 inilah M. Reza Ramadhan menuai prestasi di Olimpiadi Geografi UPI tingkat Kota/ Kab. Sukabumi bersama-sama dengan 4 siswa/i SMAN Cibadak Sukabumi melenggang ke Tk. Regional Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta dan mendapatkan peringkat ke-18 dari 230 siswa yang lolos di Tk. Kota/ Kabupaten. Prestasi lainnya yang mengikuti adalah menjadi peringakat ke-2 siswa berprestasi Tk. Kota dibawah siswa dari SMA Islam Terpadu Hayatan Thayyibah.
Perjalanan OSN 2011 belum berakhir, wlaupun demikian hasil di Tk. Kota yang hanya menghasilkan peringkat kedua di Bidang Kebumian, terpaut satu setengah point dari peringkat satu, semoga tidak mengecilkan asa dari Puput Sa'adilah Kelas 10 BI Akademik untuk membuatk kejutan di Tk. propinsi dan mencoba melaju ke TK. Nasional di Manado bersama 3 rekannya di bidang Biologi dan Kimia.
Sementara Bidang Astronomi yang dikoordinatori Ibu Rochmiati, S.Pd. belum menghasilkan juara, karena menurut bocoran sekolah-sekolah lainnya yang mendapatkan peringkat mengimpor pembina dari ITB dan dari Jakarta.
Analisis dari pelaksanaan OSK Kebumian 2011 memberikan sinyal kepada Tim bahwa pembahasan materi-materi dasar Geografi Bidang Hidrologi dan Astronomi dan Meteorologi-Klimatologi harus mendapatkan perhatian sebanyak Bidang geologi. Jangan sampai pernyataan siswa/i Tim Kebumian SMANSA yang berseloroh bahwa OSK Kebumian tidak otomatis menjadikan mereka "manusia batu" tidak menjadi peringatan bagi Tim Pembina (penulis, Ibu Rohayati, S.Pd. dan M. Reza Ramadhan)di strategi menghadapi soal Tk. Propinsi dan Nasional nanti. Upaya istimewa yang dilakukan pada Tahun 2011 ini adalah dengan membuka fasilitas Face Book Group On Line dengan Title : TIM OLIMPIADE KEBUMIAN SMAN 1 Sukabumi. Keterlibatan mantan juara seperti M. Reza Ramadhan diharapkan bisa mendongkrak kinerja Tim dimasa mendatang, terutama berkenaan dengan persiapan Olimpiade geografi Tingkat Regional Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta di UPI Agustus mendatang. Keberhasilan saudara M. Reza Ramadhan menjadi Siswa Undangan SNMPTN di Jurusan GEOLOGI Fakultas Ilmu Tambang dan Kebumian ITB BANDUNG tahun ini menambah point penting/ penguatan tekad/ inspirasi bagi adik-adik yang sekarang dibinanya.
Semoga. Amin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Wallaahu 'Alam.