Geliat para fans Ramadlan

oleh Ade Fathurahman pada 31 Juli 2011 jam 17:19

Kemarin dan hari ini beberapa pesan masuk ke inbox keluarga kami yang didominasi dengan pesan permohonan maaf atas kesalahan mereka, karena mereka dan beberapa dari kita merasa perlu membersihkan diri dari kesalahan antar sesama dengan saling memaafkan.

Kami pilih yang terbaik untuk menyampaikan kembali kepada handai taulan apa yang mereka sampaikan kepada kami, permohonan maaf. Terasa hidup lebih bermakna dan bermartabat sebagai manusia. Oh indahnya hidup, jika semua manusia saling memaafkan setiap saat.

Sungguh luar biasa, seandainya aku menjadi makhluk yang begitu dirindukan jutaan manusia, padahal Ramadlan hanya;lah makhluk tak bernyawa yang kemudian menjadi begitu nberharga, karena menyangkut hal penting dalam kehidupan manusia, yakni waktu. Beberapa jargon mengenai waktu inilah yang kemudian menginspirasi manusia agar meningkatkan kinerjanya. Time is Money, Waktu bagaikan Pedang (Sayidina Ali r.a.) dan lain-lain. Beberapa surat didalam Al-Quran dimulai dengan sumpah ALLAH SWT sebagai Sang Khalik dengan ciptaan-NYA yang berkenaan dengan waktu ; Al Ashr, Ad Duha, Al Lail, Al Jum'ah, bahkan beberapa ayat menyuratkan secara jelas tentang waktu (dalam Surat Al Falaq).



Ada waktu yang istimewa, kamulah Ramadlan dintaranya yang didalmnya ada waktu sangat istimewa pula. Tak terkira beruntungnya meeka yang bergembira menyambut kedatanganmu, karena menurut Muhammmad Rasulullah SAW, orang termulya yang pernah ada ; barang siapa yang bergembira atas kedatangan Ramadlan, mak ALLAH akan mengharamkan atasnya Jilatan Api Neraka di Yaumil Akhir nanti. Belum datang sudah memberikan berkah yang begitu banyak. Aku berpikir, apalagi kalau sudah datang dan menjalaninya dan mengakhirinya pula dengan penuh kesungguhan dan ketaatan.

Apa daya , Ramadlan ke Ramadlan datang dan berlalu begitu saja, karena hampir kebanyakan dari kita belum tersentuh untuk berlari menyongsong Ramadlan denga segenap kekuatan yang berlandaskan pada ketaatan akan Titah ALLAH SWT.

Ada beberapa rekaman kata-kata indah pada permohonan maaf antar sesama yang berhasil kami rekam sekeluarga, diantaranya :



HatiQ..

Tak sebening air di Lembah Sungai Nil.

SikapQ...

Tak sesempurna Para Ahli Syurga.

Tutur kataQ..

Tak seindah lantunan Ayat Suci Al Quran

Maka, didalam Bulan Sya'ban menjelang Ramadlan ini ;

Ku ingin memohon maaf kepada semua orang yang pernah hadir

dalam hidupQ

Baik itu ; orang tua, anak-istri, adik-kakak, paman-bibi, shahabat-teman dan rekan kerja

serta semua yang menyayangikQ, ataupun yang membenciku.

Maafkanlah semua khilafQ,

Baik yang disengaja, ataupun tidak,

Karena aQ hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa



yang lain (B. Sunda) :



Urang palidkeun kapeurih

ka sagara asih,

Sulam kembang kanyaah

ku sutera hampura,

Piceun kakeuheul

ka sagara katineung,

Teundeun kadeudeuh

dihandeuleum sieum,

Tunda katresna

dihanjuang siang, Ganti kanyeuri

ku setraning ati.

Wilujeng mapag Shaum Ramadlan 1432 H.





Bilih kantos kasisit-sisit

Kasebit kana ati,

Kapencah kalengkah ucap,

Kajenggut kababuk catur.

Tawakufna nu kasuhun mugi jembar hapuntenna.

Marhaban Yaa Ramadlan.



Duuuh indahnya.



Maka, kami Ade fathurahman Sekeluarga ( Titin Sumartini, M. Syafiq Muttaqin, Firyal Haq Nurazizah, M. Nashiruddin Naufal Salim, M. Hamzah Fathurahman dan Afifah Habibillah) memohon maaf atas sgala khilaf dan salah, baik sikap, perkataan, maupun perilaku yang kurang berkenan.Sengaja atau tak sengaja. Terasa maupun tidak. Besar, maupun kecil.

Sekali lagi, dari lubuk hati kami yang sangat dalam :

Mohon maaf atas sgala kesalahan



Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan pertolongan ALLAH SWT.

Diberikan kekuatan untuk patuh dan taat kepada-NYA.

Diberi kebahagian dan Kemulyaan Dunia - Akherat.

Amiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.



Menghaturkan do'a Muhammad Rasulullah SAW. dikala menyambut Ramadlan :



ALLAAHUMMA SALLIMNAA LI RAMADLAAANA

WASALLIM RAMADLAANA LANAA

WASALLIMHU MINNAA MUTAQABBALAA

AAMIIN YAA RABBAL 'AALAMIIN.



Wallaahu 'alam

Billaaahi fii Sabiililhaq,

Wal anfu minkum.

Wassalaamu'alaikum Warahmatullaaahi wabarakaatuh.
Previous
Next Post »