Hamba Allah yang Menjadi Buruh Ummat

Hal penting yang menjadi ganjalan terbesar dalam pelaksanaan tugas keguruan sehari-hari adalah beberapa pertanyaan mendasar yang cukup mengganggu.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul ketika idealita yang senantiasa dijadikan jargon dalam pendidikan universal membias didunia realita yang senantiasa dikemas sopan, manis tapi berisi kekejaman-kekejaman.

Apakah suatu hal yang berlebihan, jika kemudian kita bertanya-tanya dalam hati tentang eksistensi guru, apabila dilihat sikap patriotismenya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

Apakah kita semua haqqul yakin bahwa profesi kependidikan atau keguruan kita akan dihisab dan diminta pertanggung jawabannya diakhirat kelak ?

Apakah kita semua haqqul yakin bahwa secara hak adami (hablum minannas) profesi kependidikan atau keguruan kita berhubungan dengan haq orang banyak/masyrakat ?

Apakah kita semua haqqul yaqin bahwa Tuhan kita akan senantiasa menjaga kita dikala melakukan sesuatu sesuai aturan ditengah-tengah masyrakat yang terbiasa melanggarnya ?

Mari kita jawab semua ini dengan kepedulian kita ; kepedulian akan tugas-tugas utama kita, kepedulian akan hak masyarakat, kepedulian kita untuk berterima kasih kepada masyarakat yang langsung-tidak langsung membiayayi beban kehidupan kita melalui pajak yang dibayarnya (tidak hanya akhir tahun, melainkan juga pada setiap pajak konsumsi barang dan jasa yang dipakainya).


Dengan penuh keterbatasan saya akhiri prolog ini dengan kalimat wallaaahu 'alam bishowab.

Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk dan kekuatan pada setiap langkah dan helaan nafas kita yang penuh dengan kebodohan dan keterbatasan. Aamin Yaa Rab.



Previous
Next Post »

Total Pageviews