Karena "perjalanan semu Tahunannya Matahari pada setiap tgl. 21 Maret dan 23 September di Wilayah-wilayah Lintang 0 derajat (khatulistiwa) seperti di Bonjol Sumbar, Pontianak Kalbar dan Kepulauan Maluku serta Wilayah Kepulauan di Utara Kepala Burung Papua akan mengalami Kulminasi atas pada Pukul 12.00 pada posisi tepat di atas kepala.
Posisi Sukabumi pada Lintang sekitar 6 derajat LS mengalami posisi kulminasi atas Matahari tepat diatas kepala adalah hari ini dan besok.
berdasarkan perhitungan bahwa dari 23 September posisi semu Matahari di Lintang derajat menuju 23,5 derajat LS ditempuh selama 90 hari (22 Desember).
Jika hipotesa salah, maka kembali ke khazanah berpikir ilmiah dengan membaca konsep-konsep Equinox.
Posisi Sukabumi pada Lintang sekitar 6 derajat LS mengalami posisi kulminasi atas Matahari tepat diatas kepala adalah hari ini dan besok.
berdasarkan perhitungan bahwa dari 23 September posisi semu Matahari di Lintang derajat menuju 23,5 derajat LS ditempuh selama 90 hari (22 Desember).
Jika hipotesa salah, maka kembali ke khazanah berpikir ilmiah dengan membaca konsep-konsep Equinox.







Terima kasih Pak Ade atas penjelasan fenomena ini. Saya jadi memahami bahwa intensitas panas matahari yang terasa lebih terik selama beberapa hari di Sukabumi pada akhir Oktober bukan kebetulan, melainkan dampak langsung dari posisi geografis kita yang berada di sekitar lintang 6 derajat LS saat matahari melakukan perjalanan semunya menuju Belahan Bumi Selatan.
ReplyDeletePenjelasan mengenai kulminasi atas matahari di wilayah khatulistiwa pada tanggal 21 Maret dan 23 September cukup instruktif, karena menunjukkan bagaimana sudut datang sinar matahari mempengaruhi intensitas energi yang diterima permukaan bumi. Perhitungan 90 hari dari 23 September hingga 22 Desember juga memberikan framework temporal yang jelas tentang pergerakan semu tahunan matahari.
Saya hanya ingin menyarankan bahwa penjelasan tentang konsep equinox bisa diperdalam sedikit lebih lanjut untuk pembaca yang mungkin belum familiar dengan istilah tersebut. Meski demikian, artikel ini memberikan perspektif geografis yang berguna dalam memahami variasi iklim dan intensitas radiasi matahari di berbagai lintang.
Rama 10.11