Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

Search This Blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label ANTHROPOSPHERE. Show all posts
Showing posts with label ANTHROPOSPHERE. Show all posts

June 29, 2019

United Nations Development Program (UNDP) by : Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.



United Nations Development Program (UNDP), organization established by the General Assembly of the United Nations (UN) in 1965 to foster “sustainable human development” in impoverished nations. As many colonial nations gained their independence in the early 1960s, the UN recognized a need for opportunity by the emerging governments and their people. In its development efforts, the UNDP strives to reduce poverty; increase literacy; create jobs; enhance technical cooperation between industrialized and nonindustrialized nations; preserve and protect the environment; and ensure that women receive recognition, encouragement, and training. The organization has its headquarters in New York City.
The UNDP has taken a lead role in helping countries create national development plans that integrate management, protection, and regeneration of the environment. At the same time, it has helped these countries create local action plans to combat water pollution, biodiversity loss, and depletion of the ozone layer. In addition to its fieldwork in emerging nations, the UNDP coordinates all operational development activities of the UN. It also helps to organize international responses to natural and human-caused disasters around the world.
Microsoft ® Encarta ® 2009. © 1993-2008 Microsoft Corporation. All rights reserved.

May 29, 2019

NESTAPA KARENA MENISTA AKAR BUDAYA. (Era Permusyawaran Perwakilan di KO "one man one vote").


Kepemimpinan yg pernah ada dlm Islam masa pasca kenabian adalah Karakteristik yg berdasarkan pada perintah "syuro bainahum"
Syuro yg diwakili oleh kabilah atau bani2 yg ada, pra bai'at. Sama sekali jauh dari kultur individu atau kerajaan. Begitu pun yang terjadi pada agama-agama resmi yg lain yg telah menjadi agama2 resmi di negara kita ini. Apakah sistem token di Papua harus menjadi satu-satunya soko guru, padahal masyarakat Baduy pun sangat mempercayai pilihan pimpinnya atas kepemimpinan nasional. Sepertinya para penganut Katolik pun percaya akan pilihan para pastor yg ada di MAWI berkenaan denga kepemimpinan nasional. Sepertinya keadaannya akan sama, secara umum para penganut Hindu pun akan taat pada Fatwa Parishada Hindu seperti umumnya para penganut Budha pada WALUBI dan umumnya penganut Kristen Protesten pada DGI.
Maka prinsip permusyawaratan perwakilan itu tidak tiba-tiba muncul di sila dasar negara kita, jika tidak terlibat didalamnya para tokoh-tokoh agama, termasuk para ulama berdasarkan tamsil2 sejarah yang diqiyashkan/analogikan.
Realitas "One man one vote" pada PILPRES DAN PILKADA merupakan bukti sukses infiltrasi praktek Demokrasi liberal pada sistem pemilihan kepemimpinan dinegara yang berdasarkan Pancasila ini, khususnya sila ke -4.
Realitas yg telah menjafi jadi pintu masuk bagi fitnah dan adu domba dari polarisasi antar elemen masyarakat yang tajam dan meluas.
One man one vote adalah adalah praktek Demokrasi liberal yg mengacu pada salah satu pilar revolusi sosial, yakni Egaliter/ kesejajaran yg radikal.
Akibatnya, nyaris semua pendukung one man one vote dlm PILPRES dan PILKADA berasumsi bahwa beban tanggung jawab penentuan kepemimpinan kolektif yg mencakup berbagai elemen bangsa memberikan tanggung jawab  yang sama antara yg  berilmu dan waras dengan masyarakat awam.
Dari sinikah, asal mulanya kita terjebak pada azas keadilan yg picik yang bertentangan dengan keadilan proporsional yg dianut oleh kita yg berakar dari masyarakat berkepercayaan/ beragama selama berabad-abad sebelumnya.
Masyarakat yg hanya punya kapasitas memikirkan keluarganya pun terjebak pada suasana egalitarian seraya meruntuhkan karakteristik budaya kita yg patternalistik.
Kepercayaan dan Resiko politik yg sebisanya diserahkan kewenangannya serta tanggung jawabnya pada sekelompok kecil tokoh yg merefresentsikan segenap elemen bangsa beralih menyebar pada semua masyarakat dewasa. Tidak aneh, jika konflik yg terjadi akibat peralihan hak dan tanggung jawab dari refrentasi ke individual ini, mengalihkan pula konflik meluas pada berbagai strata beserta dengan   peningkatan kompleksitas permasakahannya. Sangat kompleks, tidak hanya pada ragam konflik saja, melainkan pada ragam kelompoknya.
Demokrasi yg selayaknya menjadi jalan keluar dari kungkungan sistem monarki yg jauh dari rasa keadilan ini pun bisa menjadi sintesa lahirnya kerinduan akan kepemimpinan yg otoritarian, sebagai akibat jenuhnya masyarakat pada ketidak-pastian (tahapan oklorasi di siklus polybius).
Maaf, agak kurang etis, jika saya katakan bahwa pendewasaan dalam perkara teknis untuk pengawalan suara pun menjadi berbalik jumud dari yg seharusnya semakin progresif. Betapa tidak, jika yg seharusnya efektifitas kotak suara yg seharusnya menunjukkan progress yang signifikan dari alumunium ke kaca anti peluru pun, pada kenyataannya berbalik ke mundur ke kardus.
Tapi, tanpa memperdulikan tulisan pada paragraf terakhir tadi, tetap saja menuntut keadilan pada sekelompok kecil masyarakat (refresentasi) lebih efektif mencegah bangsa terjebak dlm konflik horisontal, dibanding upaya menuntut keadilan pada lapisan masyarakat berbagai jenjang (sangat beragam kedewasaan berpolitiknya).
Jangan biarkan ibu Pertiwi menangis, merintih dan berdo'a, karena kita rentan menjadi domba-domba yg sedang bertengkar, dibawah incaran serigala-serigala imperialis energi hasil bumi dengan kekuatan hegemoninya, baik dari barat, maupun timur.
Pertanyaan selanjutnya, tanpa mengesampingkan kekurangan Orla dan orba, sepertinya kita harus belajar banyak pada periode ini tentang bagaimana merumuskan geopolitik Indonesia dikancah pergaulan dunia. Rumusan geopolitik (hankamrata) yang melindungi kedaulatan negeri ini.
Wallaahu 'alam.

Sukabumi, 29 Mei 2019
Ade Fathurahman

May 02, 2019

Wacana Perpindahan Ibu Kota Negara : Menggagas Tiga Ibu Kota

Materi Pelajaran Tata Negara Kelas 3 Jurusan IPS pada Kurikulum 1984 dan Kurikulum 1994 (12 Peminatan IPS, di K-13) memuat pengetahuan dasar ketata-negaraan yang cukup hebat. Terbukti, beberapa pengetahuan yang mendasar, baik historis, filosofis, maupun yuridis ketata-negaraan berbagai negara termaju disini.
Maka bukan hal yang aneh, jika lulusan Jurusan IPS produk kedua kurikulum ini (84 & 94) umumnya familiar dengan istilah-istilah siklus polibius beserta tahapan-tahapannya, Aliran-aliran tata negara berdasarkan kedaulatan  beserta tokoh-tokohnya, walau tidak menyeluruh (parsial). Beberapa pembagian fungsi  kelembagaan negara pun diperkenalkan, sehingga alumni IPS produk kurikulum ini, umumnya familiar, setidaknya pernah mengenal istilah-istilah lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.
Beberapa contoh negara pun dijelaskan di Mata Pelajaran Tata Negara ini. Maka, istilah catur praja dan tri praja pun menjadi bagian yang diajarkan dan familiar sebagai pengetahuan khas Jurusan IPS.
Mungkin saja, Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan saat ini telah menggantikan merangkum fungsi edukasi dari Mata Pelajaran Tata Negara ini kedalam pokok bahasan lainnya sebagai pelengkap dari kajian utamanya, membahas GEO politik NKRI.
Pada mata pembelajaran lainnya, di Mata Pelajaran Geografi (KBK, KTSP dan K-13), pembahasan negara disuguhkan dalam KD yang membahas tentang karakteristik negara berkembang dan negara maju yang secara khusus dikaitkan dengan kerja-sama yang terjadi diantara keduanya. Sepertinya, para perumus kurikulum ingin menyampaikan pesan edukasi tentang posisi NKRI dalam pergaulan dunia.
Kerjasama bilateral, regional, maupun multilateral telah berkembang sedemikian rupa, sehingga jenis kerjasama yang pada zaman dulu hanya berkutat pada masalah pelaksanaan kenegaraan (eksekutif), juga berkembang juga pada kerjasama bidang legislatif dan yudikatif serta kepolisian.
Mengingat betapa semakin spesifiknya jenis kerjasama yang dilakukan antar negara, sebagai contoh kasus keberadaan NKRI sebagai inisiator, pendiri dan anggota ASEAN, tidak serta merta menjadi anggota SEATO. Pilihan yang didasarkan pada politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif (tak berpihak dan aktif dalam terciptanya perdamaian dunia). Maka KAAKdan KTT Nonblok pun menjadi media aktualisasi bentuk kerjasama Indonesia diperhatikan dunia dimasa akhir akhir PD ke-2 hingga akhir perang dingin belum lama berselang.
Kembali kepada masalah kelembagaan negara bahwa penguatan fungsi-fungsi kelembagaan negara (eksekutif, legislatif, yudikatif dan kepolisian serta HANKAM), maka dinamika pergaulan Internasional menuntut semua negara menegaskan fungsi-fungsi tersebut sebagai bagian dari karakteristik negara maju yang salah satu indikatornya adalah pelaksanaan HAM dan Demokrasi.
Pelaksanaan pemerintahan presidensial yang dianut di republik ini, jika tidak disinergikan dalam hubungan yang benar sesuai amanat UUD akan menjadikan negara ini terjebak diketertinggalan pelaksanaan demokrasi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya teringat pada materi dasar pengenalan negara-negara berkembang di pembelajaran Geografi, dimana pada pengkajian salah satu negara, yakni Afsel terdapat satu informasi yang unik tentang pusat pemerintahan mereka, yakni terpolarisasi di tiga kota, yakni Captown untuk Eksekutif, Pretoria untuk legislatif dan Bloomfontein untuk Yudikatif. Walau negara ini baru terbebas dari konflik berkepanjangan, karena masalah kebijakan politik dalam negeri yang sangat diskriminatif, Apartheid hingga lengsernya Botha yang digantikan Nelson Mandela, tetapi bukan suatu hal yang tidak mungkin, NKRI yang luas ini meniru polarisasi pusat pemerintahan seperti mereka.
Perlu kajian lebih mendalam tentang hal ini, tetap badan seperti BAPPENAS, sepertinya sangat mumpuni untuk melakukan kajian dan mewakili eksekutif mengusulkannya ke DPR.
Jika pun wacana yang saya sampaikan ini dianggap kurang relevan, setidaknya memberikam contoh pada siswa-siswa saya tentang bagaimana berpikir komprehensif atas dinamika politik kontemporer khas NKRI saat ini, yakni pemindahan ibu kota negara.

Ade Fathurahman
SMANSA

September 03, 2018

POLA KERUANGAN DESA DAN KOTA dan KONSEP WILAYAH DAN PERWILAYAHAN



BAB I POLA KERUANGAN DESA DAN KOTA

  1. DESA
1. BERDASARKAN ISTILAH
Di Indonesia desa diistilahkan berbeda-beda menurut daerah masing-masing.
Aceh (Gampong) Minangkabau (nagari)
Batak (Huta) Minahasa (Wanua)
Bali (Banjar) Lampung (Dusun / Wanua)
Jawa (Desa) Sunda (Kampung)
2. SECARA ADMINISTRATIF
Desa adalah kesatuan administrative yang disebut kelurahan

1. Pengertian Desa
a. Menurut Sutardjo Kartohardikusumo
Desa adalah satu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.
b. Menurut Prof. Drs Bintarto
Desa adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang terdapat di suatu daerah serta memiliki hubungan timbal balik dengan daerah lain.
c. Menurut UU No. 5 th 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangga sendiri dalam ikatan negara kesatuan RI
d. Menurut William Ogburn dan MF Nimkoff
Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas.

2. Ciri-ciri desa, antara lain :
a. Masyarakat sangat erat dengan alam.
b. Kehidupan warga petani sangat bergantung pada musim
c. Merupakan satu kesatuan sosial dan kesatuan kerja
d. Jumlah penduduk dan luas wilayah relatif kecil
e. Struktur ekonomi bersifat agraris
f. Masyarakatnya bersifat gemeinschaft
g. Proses sosial relatif lambat
h. Sosial kontrol ditentukan oleh hukum informal
3. Unsur-unsur desa, antara lain :
a. Daerah
b.Penduduk
c. Tata kehidupan
4. Klasifikasi desa
a. Berdasarkan angka kepadatan penduduk
1. Desa terkecil < 100 / km2
2. Desa kecil 100-500 / km2
3. Desa sedang 500-1500 / km2
4. Desa besar 1500-3000 / km2
5. Desa terbesar 3000-4500 / km2

b. Berdasarkan faktor luas
1. Desa terkecil 0-2 km2
2. Desa kecil 2-4 km2
3. Desa sedang 4-6 km2
4. Desa besar 6-8 km2
   5Desa terbesar 8-10 km2
c. Berdasarkan jumlah penduduk desa
1. Desa terkecil Penduduk < 800 orang
2. Desa kecil Penduduk 800-1600 orang
3. Desa sedang Penduduk 1600-2400 orang
4. Desa besar Penduduk 2400-3200 orang
5. Desa terbesar Penduduk > 3200 orang
d. Berdasarkan perkembangan masyarakat
1. Desa tradisional
2. Desa swadaya
3. Desa swakarya
4. Desa swasembada
5. Desa pancasila
e. Berdasarkan aktivitas masyarakat
1. Desa agraris
2. Desa industri
3. Desa nelayan
f. Berdasarkan ikatannya
1. Desa geneologis
2. Desa territorial
3. Desa campuran
5. Potensi Desa
a. Potensi fisik : tanah, air, iklim, ternak, manusia
b. Potensi Non Fisik :
1. Masyarakat desa yang gotong royong
2. Lembaga-lembaga sosial
3. Aparatur atau pamong desa yang tertib
6. Struktur keruangan desa / pola desa
a. Dilihat dari tingkat penyebaran penduduknya (SD Misra)
1. Compact Settlements (pemukiman yang mengelompok) karena :
· Tanah yang subur
· Relief rata
· Keamanan belum dapat dipastikan
· Permukaan air tanah dalam
2. Fragmented Settlements (pemukiman yang tersebar) karena :
· Daerah banjir
· Topografi kasar
· Keamanan terjamin
· Permukaan air tanah dangkal
b. Dilihat dari bentuknya (Menurut Daldjoeni)
1. Pola desa linier atau memanjang jalan / sungai
2. Pola desa mengikuti garis pantai
3. Pola desa terpusat
4. Pola desa mengelilingi fasilitas
1)Polamemanjangjalan


Polapersebarandesamemanjangjalanterdapatdidaerahyangarealnyadatardanmenghubungkanduakota.Poladesayangmemanjangbertujuanuntukmendekatiprasarana transportasi sehingga memudahkan untuk bepergian ke tempat lain apabila ada keperluan. Selain itu juga memudahkan pergerakan barang dan jasa. Untuklebihjelas,perhatikanbaganberikut.

                    












2)Polamemanjangsungai
Polapersebarandesaterletakdikanankirisungai.Poladesainimemanfaatkan airsungaiuntukberbagaikeperluan,danumumnyaterdapatpadadaerahdataran.

=  daerahpermukiman










Keterangan:                                                                    =  sungai



3)Polamemanjangpantai
Didaerah-daerahpantaiyanglandai,polapersebarandesabiasanyamemanjangmengikutiarahgarispantai.Desamemanjangpantaimerupakandesanelayanyang matapencaharianpenduduknyamenangkapikandilaut.













Gambar3.6Poladesamemanjangpantai


4)Polamemanjangpantaidansejajarjalankeretaapi
Polapersebarandesasemacaminiterdapatdidaerahpantaiyanglandai.Pada umumnyapenduduknyabekerjasebagainelayandanpedagang.

5)Polaradial
6)Polatersebar
Polpersebaradestersebar umumnyterdapaddaerayanghomogendengankesuburanyangtidak merata, seperti di pegunungan kapur (karst). Desa satu dengan yang lain dihubungkanolehjalansetapak.

MenurutN.Daljuni,polapersebaran desdapadibedakamenjadempatsebagaiberikut.
1)Pola  desa  linier  atau  memanjangmengikutijalur jalan raya atau alur sungai.
Pola persebaran desa linier terletak di dataran rendah dan umumnya sejajar denganjalanrayayangmemotongsungai.
2)Poladesayangmemanjangmengikutigarispantai
Polapersebarandesayangterletakdidaerahpantailandai.Jikapenduduk bertambah,makaakanberkembangmenyusurgarispantai

3)Poladesaterpusat
Poladesaterpusatterdapatdiwilayahpegunungandandihuniolehpenduduk yangberasaldarisatuketurunanyangsama.Umumnya,semuawargamasyarakat didaerahituadalahkerabatataukeluarga.
4)Poladesayangmengelilingifasilitastertentu
Pola desa ini umumnya terletak di dataran rendah dan memiliki fasilitas-fasilitas umum yang banyak dimanfaatkanoleh penduduk setempat,misalnyamataair danau,waduk,ataufasilitaslainnya.

PolapersebarandesamenurutPaulH.Landis
1)TheFarumVillageType
Tipe desa yang penduduknya tinggal bersama di suatu tempat dengan lahan pertaniandisekitarnya.
2)TheNebulousFarmType
Tipe desa yang sebagian besar penduduknya tinggal bersama di suatu tempat dengan lahan pertanian di sekitarnya, tetapi karena permukiman padat akibatpertumbuhanpendudumakasebagianpendudumencaritempatdluarpermukimanpokok.
3)TheArrangedIsolatedFarmType
Tipe desa yang penduduknya bermukim di sepanjang jalan utama desa yang terpusatpadapusatperdagangan.Lahanpertanianberadadisekitarpermukiman. Jaraksaturumahdenganrumahlaintidakterlalujauh.
4)ThePureIsolatedType
Tipedesayangpenduduknyatinggaltersebarsecaraterpisahdenganlahanpertanianmasing-masingdanberpusatpadasuatupusatperdagangan.
Beberapafaktoryangmenentukanpolakeruangandansistemperhubungandan pengangkutandidesa.
1)Letakdesaterhadapbentangalamataubentangbudayatertentu,sepertisungai,laut, pegunungan, dan kota. Desa yang terletakdi dataran,sistem pengangkutanlebih bervariasisehinggakelancaranhubungandengandaerahlainlebihmudah.Hampir semua jenis angkutandapatdengan mudah mencapaidesa ini, sedangkan sistem perhubungan di dataran tinggi/pegunungan terbatas. Desa yang terletak di pantai memilikipotensiuntukmembuatsistemperhubunganlaut.
2) Topografi,yaitukondisireliefataubentukmukabumi.Perbedaantopografi menyebabkansistempengangkutanantaradaerahdataranrendahdandatarantinggi berbeda. Alat angkutan darat lebih banyak di daerah dataran rendah karena pembangunan jaringan lalu lintas lebih mudah daripada daerah perbukitan ataupegunungan.
3)Kondisisosialdanperkembanganmasyarakatjugamenentukansistempengangkutandan perhubungan di desa. Usaha dan upaya masyarakat berpengaruh terhadap sistemtransportasi.Kemampuanmasyarakatdalammengatasikondisifisikakan mempermudahdalammewujudkansaranatransportasi.
d. Dilihat dari pesebarannya
1. Nucleated Agricultural Village Community / menggerombol
2. Line Village Community / memanjang
3. Open Country or Trade Center Community / tersebar
B. KOTA
1. Pengertian kota
a. Menurut Max Weber, kota adalah tempat yang penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat yang barang-barangnya berasal dari pedesaan.
b. Menurut Bintarto, kota adalah sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistik dibanding dengan daerah belakangnya.
Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam membahas pengertian kota, antaralain:
1)urbanadalah suatu bentuk yang memiliki suasana kehidupan dan penghidupan yangmodern,
2)cityadalahpusatkota,
3)townkotakabupaten,
4)townshipadalahkotakecamatan.
2. Karakteristik kota
a. Ciri fisik ditandai adanya :
1. Tempat-tempat untuk pasar
2. Tempat-tempat untuk parkir
3. Tempat-tempat rekreasi dan olahraga
b. Ciri sosial
1. Pembagian kerja tegas
2. Masyarakatnya heterogen
3. Individualisme
4. Materialisme dan konsumerisme
5. Adanya toleransi sosial
6. Kontrol sosial
7. Segregasi keruangan
3. Potensi kota
a. Potensi sosial
b. Potensi fisik
c. Potensi ekonomi
d. Potensi politik
e. Potensi budaya
d. Sejarahpertumbuhankota

Kota-kotayangterdapatdinegarakitatumbuhdanberkembangberdasarkanlatar belakangatausejarahmasing-masing.Berikutsejarahpertumbuhankotaditinjaudari asalberkembangnya.
1)Kotapusatperdagangan
Kota-kotayangberkembangsebagaipusatperdagangan,biasanyaterletakdi tepipantaiataujalurpelayarandantempatpersinggahankapal-kapaldariwilayah atau negara lain yang sedang melakukan perjalanan atau bertransaksi jual beli barang-barang niaga. Kota jenis ini merupakan kota pelabuhan yang ramai, sertamemilikfasilitasosiayanlengkapKota-kotdIndonesiyangperkembangannya dari pusat perdagangan, antara lain Surabaya, Medan, dan Cirebon.
2)Kotapusatadministrasi
Beberapa kota berkembang berdasarkan sejarah sebagai pusat kerajaan/ pemerintahan. Misalnya, kota Palembang sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya, Yogyakarta dan Surakarta sebagai pusat Kerajaan Mataram, JakartasebagaipusatpemerintahanRepublikIndonesiasertakota-kotalainyangmerupakanibukotaprovinsi,kotamadyaataukabupaten.
3)Kotapusatpertambangan
Persebaran sumber daya alam baik yang bersifat organik maupun anorganik banyak ditemukan di beberapa tempat di wilayah Indonesia. Lokasi penemuanbahantambangmemberikanpengaruhterhadapgejalapemusatanpenduduksebagaitenaga kerja. Pemusatan penduduk berarti menuntut pemenuhan fasilitas yang diperlukanyangmenjadikandaerahpertambangantersebutberkembangmenjadi desadanjikaperkembangannyapesatakanmenjadiwilayahkota.
SebagaicontohadalahkotaCepu,Cilacap,Sawahlunto,TanjungEnim,Plaju, Dumai,Bangka,danBelitung.
4)Kotapusatperkebunan
BanyakwilayahdiIndonesiamemilikitanahluas,subur,daniklimyangbaikuntukusahaperkebunansehinggabanyakdidatangipendudukuntukmengusahakanperkebunan.Jikawilayahtersebutbanyakmenghasilkankomoditi,daerahituakan menjadipemusatanpendudukyangselanjutnyaakanberkembangmenjadiwilayah kota. Kota jenis ini, antaralain,Bogor, Lampung,Bengkulu, Palembang,dan
4. Pola keruangan kota
Ada tiga teori pola keruangan kota :
1.      Teori konsentris oleh Ernest W. Burgess
1) Teori konsentrik
Dikembangkan oleh E.W. Burgess (1920),.
Menurut Burgess, struktur penggunaan lahan kota dikelompokkan dalam enam zona konsentrik sebagai berikut.
a)  Pusat Daerah Kegiatan /PDK (Central Business District/CBD)
Wilayah CBD ini sering disebut down town (kota asal) atau loop (jantung kota). Daerah inti kota yang ditandai dengan gedung-gedung, pusat pertokoan, kantor pos, bank, bioskop, pasar, dan sebagainya.
b) Zona transisi
Wilayah ini merupakan daerah industri manufaktur pabrik-pabrik ringan dan wilayah permukiman orang-orang kaya. Penggunaan lahan zona transisi merupakan pola campuran meliputi gudang-gudang barang sentra industri
manufaktur, halaman parkir, kompleks perumahan yang disewakan, wilayah lokasi apartemen (kondominium) serta banyak dijumpai daerah slums.
c)  Wilayah perumahan atau tempat masyarakat yang berpendapatan rendah,.
d) Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan menengah.
e)  Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Daerah ini ditandai adanya daerah elit yang dihuni oleh orang-orang kaya,
f)  Wilayah jalur batas desa – kota (rural urban fringe zone). Daerah ini ditandai adanya daerah pinggiran kota dan banyak dijumpai para penglaju, yaitu penduduk yang bekerja di kota sedangkan sehari-harinya tinggal di daerah pinggiran kota.
Perhatikan gambar berikut.
2.      Teori sektoral oleh Homer Hoyt
2) Teori sektoral

Dikembangkan oleh Homer Hoyt (1930), pola penggunaan lahan kota cenderung berkembang berdasarkan sektor-sektor. Pusat daerah kegiatan (CBD) terletak di pusat kota, namun pola-pola penggunaan lahan lainnya berkembang menurut sektor-sektor yang bentuknya menyerupai irisan kue tart.
Perhatikangambarberikut.



Pusat daerah kegiatan (PDK/CDB)

:   Zona transisi (grosir dan manufaktur)

:   Zona permukiman kelas rendah

:   Zona permukiman kelas menengah

:   Zona permukiman kelas tinggi




Teori Inti Ganda oleh Harris Ullman
DikembangkanolehCDHarrisdanE.LUllman(1949).
Keterangan:
1. Pusatdaerahkegiatan
2. Zonatransisi(grosirdanmanufaktur)
3. Zonapermukimankelasrendah
4. Zonapermukimankelasmenengah
5. Zonapermukimankelastinggi
6. Zonapenglaju
7. Industriberat











5. Klasifikasi kota
a. Berdasarkan fungsinya
1. Kota sebagai pusat industri
2. Kota sebagai pusat perdagangan
3. Kota sebagai pusat pemerintahan
4. Kota sebagai pusat kebudayaan
5. Kota sebagai pusat pendidikan
6. Kota sebagai pusat kesehatan
b. Berdasarkan jumlah penduduk
1. Kota kecil penduduknya 20000-50000 jiwa
2. Kota sedang penduduknya 50000-100000 jiwa
3. Kota besar penduduknya 100000-1000000 jiwa
4. Metropolitan penduduknya 1000000-5000000 jiwa
5. Megapolitan penduduknya > 5000000 jiwa
6. Tahap perkembangan kota
a. Menurut Lewis Mumford, tingkat perkembangan kota ada 6 tahap :
1. Tahap eopolis : Tahapan perkembangan desa yang sudah teratur menuju arah kehidupan kota
2. Tahap polis : Suatu kota yang sebagian penduduknya masih agraris
3. Tahap metropolis : Kota yang kehidupannya sudah mengarah industri
4. Tahap megapolis : Wilayah perkotaan yang terdiri dari beberapa dari beberapa kota metropolis
5. Tahap tryanopolis : Suatu kota yang ditandai dengan adanya kekacauan , kemacetan lalu lintas , tingkat kriminalitas
6. Tahap nekropolis : Suatu kota yang mulai ditinggalkan penduduknya / kota mati
b. Menurut teknologi dan peradaban ada 3 fase perkembangan kota :
1 . Fase Mezo Teknik : Perkembangan kota yang menyandarkan eksploitasi manusia atas sumber daya angin dan air .
2 . Fase Paleo Teknik : Perkembangan kota yang sumber tenaga yang digunakan uap air dan mesin – mesinnya dikonstruksi dari besi dan baja
3 . Fase Neo Teknik : Perkembangan kota yang sumber tenaga yang digunakan bensin dan uap air
c . Menurut Griffith Taylor , tingkat perkembangan kota ada 4 tahap :
1 . Tahap infantile
Pada tahap ini ditandai dengan tidak adanya tempat pemisah antara pusat perekonomian dengan tempat peumahan sehingga biasanya dijadikan satu antara toko dan perumahan.
2. Tahap Juvenile
Pada tahap ini ditandai dengan munculnya rumah-rumah baru diantara rumah-rumah lama atau tua dan mulai nampak terpisahnya antara toko atau perusahaan atau perumahan.
3. Tahap Mature
Pada tahap ini ditandai adanya pengaturan tempat ekonomi dan perumahan atau sudah adanya perencanaan tata kota yang baik
4. Tahap sinile
Pada tahap ini kota kembali menjadi rumit karena adanya pengembangan-pengembangan kota yang lebih luas lagi sehingga terjadi pembongkaran dan penggusuran perumahan maupun untuk dipindahkan keluar kota.
MenurutN.R.Saxena,tahapanpemusatanpendudukkotasebagaiberikut.
1Infanttowndenganjumlahpenduduk5.000–10.000orang.
2.Townshipyangterdiriatasadolescenttownship,maturetownship,danspecialized townshipdenganjumlahpendudukantara10.000–50.000.
3.Townshipcityyangterdiriatasadolescenttown,maturetown,danspecializedcity
denganjumlahpendudukantara100.000–1.000.000orang






PemerintahIndonesiamembuatpenggolongankotaberdasarkanjumlahpenduduk.
1. Kotakecil,jumlahpenduduk20.000–50.000orang.Contoh:PadangPanjang
(32.104orang).
2.  Kotasedang,jumlahpenduduk50.000–100.000orang.Contoh:Bukittinggi(71.093orang),Sibolga(71.559orang),Mojokerto(96.626orang),danPalangkaraya(99.693orang).
3Kotabesar,jumlahpenduduk100.000–1.000.000orang.Contoh:Cirebon(244.906orang),Pontianak(387.441orang),danBanjarmasin(649.766orang).
4. Kotametropolis,jumlahpendudukdiatas1.000.000orang.Contoh:Medan
(1.685.272orang,Bandung(2.025.157orang),danJakarta(8.225.515orang).

C . INTERAKSI DESA KOTA
1. Faktor yang mempengaruhi interaksi desa kota menurut Edward Ulman :
a. Adanya wilayah yang saling melengkapi
b. Adanya kesempatan untuk saling berintervensi

c. Adanya kemudahan perpindahan dalam ruang


c. Kemudahanperpindahandalamruang(spasialtransferability)

Faktorkemudahanperpindahandalamruang,baikprosespemindahanmanusia, gagasan,daninformasiataupunproses pemindahanbarangberpengaruhterhadap prosesinteraksi.Faktorinisangatberkaitandengan:
1)jarakmutlakdanrelatifantaratiap-tiapwilayah,
2)biayaangkutanataubiayatransportasiyangmemindahkanmanusia,barang, gagasan,daninformasidarisuatutempatketempatlain,
3)kemudahandankelancaranprasaranatransportasiantarawilayah,sepertikondisi jalan,reliefyangdilewati,jumlahkendaraan,dansebagainya.

3. Menghitung kekuatan interaksi
a . Teori gravitasi oleh W.J Reilly yang mengadopsi teori Issac Newton
Bahwa kekuatan interaksi antar wilayah dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan jarak
Rumus : I.ab = k Pa Pb
                       (dab)2

a. Teorigravitasi
TeorigravitasidikemukakanolehSirIsaacNewton(1687)dalamhukumfisika.Teori gravitasiberkaitandenganhukumgayatarikmenarikantaraduabuahbenda.Kekuatan tarik-menarik besarnya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda dan berbandingterbalikdengankuadratjaraknya.
                 Rumusnya:   I.ab = k Pa Pb
                                   (dab)2

IAB                                  = kekuataninteraksiantarawilayahAdanB
k                   = konstantabesarnya1
PA                                   = jumlahpendudukwilayahA PB     = jumlahpendudukwilayahB
dAB = jarakmutlakyangmenghubungkanwilayahA–B
Contoh:
MisaladatigakotaP,Q,R,jumlahpendudukP=30.000orang,kotaQ=10.000orang, kotaR=20.000orang.JarakPkeQadalah100km,jarakdariQkeRadalah50km. Hitunglahbesarnyakekuataninteraksidariketigakotatersebut!
     CARI SENDIRI DG MEMAKAI RUMUS TERSEBUT !!!

RumusReillydapatditerapkanjika:
1)kondisipenduduk/tingkatekonomitiap-tiapwilayahrelatifsama,
2)kondisialam/reliefkeduawilayahreliefsama,
3)keadaansaranadanprasaranatransportasikeduawilayahrelatifsama.

b. Teori Titik Henti
Bahwa jarak titik henti dari pusat perdagangan yang lebih kecil ukurannya berbanding lurus dengan jarak antara kedua pusat perdagangan tsbdan berbanding terbalik dgn satu ditambah akar kwadrat jumlah penduduk dari wilayah yang penduduknya lebih besar dibagi dgn jumlah penduduk pada wilayah yang jumlah penduduknya lebih kecil.

Rumus Dab =    dab
               1+Vpa/pb

DAB= jaraklokasititikhenti
dab= jarakantarakotaAdanB
Pa   = jumlahpendudukkotayanglebihbesar
Pb   = jumlahpendudukkotayang lebihkecil
Contoh:
AdatigakotaP,Q,R,pendudukPsebesar30.000orang,pendudukQsebesar10.000 orang,pendudukRsebesar20.000orang.JarakP–Qadalah100km,jarakQ–Radalah50km.TentukanlokasititikhentiantaraPdanQsertaQdanR!
Jawab:

CARI SENDIRI DG PAKAI RUMUS DI ATAS !!!



c. Teori koneksitas KJ Kansky
Bahwa kekuatan interaksi antar kota dalam suatu wilayah ditentukan oleh jaringan jalan


K.J. Kansky merumuskan,untukmengetahuikekuataninteraksiantarwilayah dilihatdarijaringanjalandenganrumusindekskonektivitas.

Rumus B = e
          V

E               :    indekskonektivitas
e                :    jumlahjaringanjalanyangmenghubungkankota-kotatersebut
V                :    jumlahkotadalamsuatuwilayah


Contoh:
       Kekuataninteraksiwilayahdapatdilihatpadagambardibawahini.

  1.                       B.



3. Zonainteraksidesadankota

Wilayah-wilayah interaksitersebutmembentuklingkaran-lingkaranyangdimulaidaripusatkotasampaike wilayah pedesaan. MenurutBintarto,wilayah-wilayahzonainteraksiadalahsebagai berikut.
aCityadalahsebagaipusatkota.
bSuburban(subdaerah perkotaan), yaitu suatu wilayah yang lokasinya dekat dengan pusat kota, dan merupakan tempat tinggal para penglaju. Penglaju adalah penduduk yangmelakukanmobilitasharian(tanpamenginap)dikota.
cSuburbanfringe(jalurtepisubdaerahperkotaan),yaitusuatuwilayahyangmelingkari
suburbandanmerupakanperalihanantaradesadankota.
dUrbanfringe(jalurtepidaerahperkotaanpalingluar),yaitusuatuwilayahbatasluar kotayangmempunyaisifat-sifatmiripkotakecualipusatkota.
eRuralurbanfringe(jalurbatasdesa–kota),yaitusuatuwilayahyangterletakantara desa dan kota yang ditandaidengan penggunaanlahancampuranantarasektor pertaniandannonpertanian.
fRural,yaitudaerahpedesaan.
Pengaruhinteraksidesadankota

Wujudinteraksidesadankotadalamkehidupansehari-hari.
a. Pergerakanbarangdaridesakekotaatausebaliknya.
b. Pergerakangagasandaninformasidarikotakedesa.
c. Adanyakomunikasipendudukantarakeduawilayahtersebut.
d. Pergerakanmanusiadalambentukrekreasi,urbanisasi,danmobilitaspenduduk.
Pengaruhpositifyangtimbuldariinteraksidesa–kotaadalahsebagaiberikut.
a. Tingkatpengetahuanpendudukmeningkatkarenatelahdidirikannyasekolahdasar
hinggasekolahmenengahdipedesaan.
b. Lancarnyatransportasidesa–kotadapatmeningkatkankomunikasidanpengiriman barangdaridesakekotaatausebaliknya.
c. Masuknyateknologitepatgunakepedesaandibidangpertaniandanpeternakandapat meningkatkananekaproduksisehinggapendapatanmasyarakatdesameningkatpula.
d. Masuknyaparaahlikepedesaanbermanfaatdalammenciptakanberbagaipeluang yangberinteraksiekonomi.
e. Bantuan dari pemerintah dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas di bidangwiraswasta.
f. PengetahuanmasalahkependudukankhususnyaNKKBS(NormaKeluargaKecil
BahagiaSejahtera)sudahtersebarkedesa-desa.
g. Berkembangnyaorganisasisosialdankoperasidesagunameningkatkanpertumbuhan ekonomidesa.

interaksidesa–kotadapatmenimbulkanpengaruhnegatif.
a. Berkurangnyatenagakerjaproduktifdidesakarenapendudukdesaberusiamuda
bekerjadikota.
b. Menyempitnyalahanpertanian,hilangnyakawasanhijau,danberubahnyalahandesa.c. Penetrasikebudayaankotakedesayangkurangsesuaidenganbudayaatautradisidesa
cenderungmengganggutatapergaulandansenibudayadesa.
d. Munculnyaberbagaimasalahsosial,sepertipengangguran,tunasusila,tunawisma,dan kriminalitas.
e. Munculnyadaerahkumuh(slumarea).
Aspekinteraksikota
a. Aspekinteraksikotadibidangekonomi
1)Hargabarangantarwilayahrelatifsama.
2)Matapencaharianpendudukbervariasi.
3)Kegiatanproduksikonsumsilebihteratur.
b. Aspekinteraksikotadibidangsosial
1)Terjadiperubahansosialyanglebihbaik.
2)Dengankoordinasiyangbaikantarkota,dapatmengurangimasalahtunawismadantunakarya.
c. Aspekinteraksikotadibidangbudaya
1)Tingkatpendidikansemakinmaju.
2)Komunikasisemakinterbukamembawakemajuandibidangteknologi.
3)Adanyaperubahannormasosial,yaitukecenderunganmasyarakatuntukmenjadi keluargakecilbahagiasejahtera.
4)Kebudayaanakanberkembanglebihsempurnadanberagam.


6Urbanisasi

MenurutBintarto,migrasiadalahperpindahanpendudukdaridesakekotaatau perubahansuasanadesakesuasanakota.
Prosesmigrasiadatiga,yaitu:
a. aglomerasipendudukdesa,
b. perwujudanpolatatakehidupanataupergaulanyangbaru,c. dominasiperadabankotaterhadapseluruhpenduduk.
a. Faktor-faktorpenyebabterjadinyaurbanisasi
1)Faktorpendorong
a) Menyempitnyapemilikanlahanakibatpembagiantanahwarisan. b)Lapangankerjaterbataskarenajumlahpenduduktinggi.
c) Upahtenagakerjadidesarendah. d)Fasilitasdidesakurangmemadai.
e) Adanyapenganggurantidakkentara.

2)Faktorpenarik
aAnggapanbahwalapangankerjadikotaluassehinggamudahmencaripekerjaan.b)Fasilitasdikotalengkapdanmemadai.
c) Upahkerjatinggi.
d)Tingkatkebudayaankotayanglebihtinggi.

b. Dampakyangtimbulakibaturbanisasi
1)Akibatbagidesa
a) Lahanpertanianterbengkalai.
b)Tenagakerjapotensialberkurang.
c) Beralihnyamodaldaridesakekota. d)Pembangunandesaterhambat.
2)Akibatbagikota
a) Terjadiledakanpenduduk.
b)Munculnyadaerahkumuh(slumarea). c) Timbulnyaketegangansosial.
d)Terjadinyapencemaran.

c. Upayamengatasiurbanisasi
1)Peningkatankualitasfasilitasdidesa.
2)Pemerataanpembangunankedaerahpedesaan.
3)Desentralisasiindustrikecilkedesa-desa.
4)Membatasiaruspendudukdaridesakekotamelaluikegiatanadministrasidan kebijaksanaanlainnya.


Konflikpemanfaatanlahanpermukimandiperkotaan
Dalampembahasaninteraksiantarakotadandesa,telahdijelaskanmengenaidampak urbanisasi. Urbanisasi akan menimbulkan aku-mulasi penduduk dari desa ke kota. Kondisi ini akan mengubah tata ruang kota dalam pemanfaatan lahan yang ada, sebab pendudukdesayangberadadikotamembutuhkantempattinggal.

Halinimengakibatkanpermasalahanbagikota,antaralainsebagaiberikut.
a. Banyakmunculslumarea.
b. Penyerobotan/penjarahantanah-tanahnegara.
c. Lingkungantidaksehat.
d. Banyaknyarumahdibantaransungai.
e. Konflikantarwargamerebutkanlahantidur.
     f. Adanyakios-kiosPKLditrotoardantamankota.



BAB 2 KONSEP WILAYAH DAN PERWILAYAHAN

A . Pengertian
Wilayah adalah bagian daerah tertentu di permukaan bumi yang mempunyai sifat khas sebagai akibat dari adanya hubungan khusus antara kompleks lahan , air udara flora .fauna dan manusia .
Perwilayahan adalah usaha untuk membagi permukaan bumi tertentu dan tujuan tertentu pula .
B . Identifikasi perbedaan wilayah formal dan fungsional
Wilayah formal adalah wilayah yang mempunyai kenampakan yang sama
Wilayah fungsional adalah wilayah yang memiliki keaneka ragaman
C . Identifikasi pusat pertumbuhan
1 . Pengertian
Pusat pertumbuhan adalah kawasan yang mempunyai pertumbuhan sangat pesat di segala bidang yang dapat mempengaruhi kawasan sekelilingnya.
2. Teori pusat pertumbuhan
a.Teori tempat sentral oleh W. Christaller
bahwa suatu lokasi pusat aktivitas yang senantiasa melayani berbagai
kebutuhan penduduk harus terletak pada suatu tempat yang sentral.
2. Konsep-konsep Pusat Pertumbuhan

Water Christaller, ahli geografi berkebangsaan Jerman, mengatakan pusat pertumbuhan dapat dicitrakan dengan titik-titik simpul yang berbentuk geometris heksagonal (segi enam). Wilayah segi enam itu merupakan wilayah-wilayah yang penduduknya terlayani oleh tempat sentral yang bersangkutan.
sentral berhierarki tiga (k = 3), (kasus pasar yang optimum atau asas pemasaran).


(2) tempat sentral berhierarki empat (k = 4), rute lalu lintas yang paling efisien
(3) tempat sentral berhierarki tujuh (k = 7). situasi administratif yang optimum atau asas administratif,

b. Teori kutub pertumbuhan oleh Perroux
bahwa kutub pertumbuhan merupakan fokus dalam wilayah ekonomi yang
abstrak yang memancarkan kekuatan sentrifugal dan sentripetal yang menarik
c. Teori polarisasi oleh Gurnal Myrdal
Bahwa setiap daerah mempunyai pusat pertumbuhan memiliki daya tarik terhadap tenaga buruh dan daerah pinggiran
D. Faktor yang mempengaruhi pusat pertumbuhan
1. Faktor alam : iklim, tanah, air,mineral
2. Faktor budaya : iptek, industri, sarana transportasi
3. Faktor sosial : pendidikan, kesehatan
E. Pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
Wilayah I : Aceh dan Sumatera Utara, berpusat di Medan
Wilayah II : Sumatera Barat dan Kepulauan Riau, berpusat di Pekanbaru
Wilayah III : Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka Belitung, berpusat di Palembang
Wilayah IV : Jakarta, Banten, Jawa Barat dan DIY, berpusat di Jakarta
Wilayah V : Kalimantan Barat, berpusat di Pontianak
Wilayah VI : Jawa Timur dan Bali berpusat di Surabaya
Wilayah VII : Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, berpusat di Balikpapan dan Samarinda
Wilayah VIII : Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, berpusat di Makassar
Wilayah IX : Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo, berpusat di Manado
Wilayah X : Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua bagian barat, berpusat di Sorong
Wilayah tersebut dibagi menjadi :
1. Wilayah pembangunan utama A : wilayah I dan II berpusat di Medan
2. Wilayah pembangunan utama B : wilayah III, IV dan V berpusat di Jakarta
3. Wilayah pembangunan utama C : wilayah VI dan VII berpusat di Surabaya

4. Wilayah pembangunan utama D : wilayah VII, VIII, IX dan X berpusat di Makassar

Sumber : http://anashabibi.blogspot.com/