Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

Search This Blog

February 17, 2009

Sensus Indonesia

ABSTRAKSI

Sesuai Undang-Undang nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik dan Sistem Statistik Nasional BPS akan menyelenggarakan sensus penduduk dan perumahan pada tahun 2010 yang akan datang.

Kegiatan

Rangkaian kegiatan di bawah payung Sensus Penduduk dan Perumahan tahun 2010 (SPP2010) meliputi :

  • proses perencanaan,

  • pengumpulan,
  • penyajian dan analisis data yang menggambarkan kondisi demografi, sosial-ekonomi dan infrastruktur pada berbagai tingkat wilayah.


Dengan merujuk pada penyelenggaraan SP tahun 2000 dan SP sebelumnya, kegiatan suatu sensus penduduk terdiri dari serangkaian kegiatan berskala nasional, antara lain :

  • pemetaan wilayah administrasi,
  • klasifikasi daerah urban-rural,
  • pembentukan/pemetaan claster (unit wilayah pencacahan),
  • kerangka sampel induk,
  • pendataan penduduk,
  • pendataan perumahan dan rumah tangga,
  • sensus survei (long form) modul kependudukan,
  • pendataan potensi desa,
  • analisis data, dan
  • proyeksi penduduk.
Cakupan

Sensus merupakan kegiatan pendataan lengkap sestiap penduduk dan setiap tempat tinggal yang berada di dalam semua wilayah. Secara administratif wilayah Republik Indonesia terdiri 4 tingkat, yaitu :
  1. provinsi,
  2. setiap provinsi terbagi menjadi kabupaten/kota (kabupaten atau distrik atau kota atau kotamadya),
  3. setiap kabupaten/kota terdiri dari kecamatan, dan
  4. setiap kecamatan terdiri dari desa/kelurahan. Desa/kelurahan adalah wilayah pemerintahan terendah.

Di Indonesia dikenal juga pembagian wilayah berdasarkan zona waktu, yang terdiri dari 3 zona, yaitu :

  1. waktu Indonedia bagian Barat,
  2. waktu Indonesia bagian tengah, dan
  3. waktu Indonesia bagian Timur.Â

Pembagian wilayah lain yang juga dikenal di Indonesia ialah pembagian berdasarkan kelompok pulau atau kepulauan induk, yang terdiri dari 7, yaitu :

  1. Sumatera,
  2. Jawa,
  3. Kepulauan Nusa Tenggara,
  4. Kalimantan,
  5. Sulawesi,
  6. Kepulauan Maluku, dan
  7. Papua.

SLS
( Satuan Lingkungan Setempat )

Wilayah desa/kelurahan yang dianggap luas atau banyak penduduk biasanya dibagi menjadi beberapa lingkungan. Aturan pembagian wilayah lingkungan ini dibuat oleh pemerintah dan masyarakat, tidak dibakukan secara nasional mengingat situasi dan kondisi masing-masing yang beragam. Di pulau Jawa misalnya, pemerintah membagi desa/kelurahan menjadi rukun-rukun warga (RW) dan membagi RW menjadi rukun-rukun tetangga (RT). Pada sebagain wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan juga mengenal pembagian RT/RW, dan pada sebagian lagi menganal pembagian dengan nama lingkungan. Di Bali secara khsas mengenal pembagian dengan nama Banjar. Oleh karena beragam nama pebangiannya, BPS menyebut dengan istilah SLS (satuan lingkungan setempat). SLS biasanya memegang prinsip pembagian warga desa/kelurahan. Untuk kepentingan sensus dan survei, BPS selama ini menggunakan pembagian wilayah desa/kelurahan menjadi Blok Sensus (BS). Pada dekade 1990-an sempat diubah menjadi Wilayah Pemcacahan (Wilcah) dan kemudian sejak tahun 2000 kembali menggunakan BS. Sistem pembagian ini memegang prinsip pembagian wilayah sedekian rupa sehingga jelas batasnya dan suatu wilayah desa/kelurahan dibagi habis mejadi BS-BS.

De Jure, De Facto

Sistem pembagian wilayah sangat terkait dengan kelengkapan cakupan dalam sensus. Pada sensus tidak boleh ada wilayah yang tumpang tindih dan tidak boleh ada wilayah yang terlewat (no duplicate and no gap). Karena hanya kondisi yang demikian baru memungkinkan dilakukan sensus penduduk yang tidak terhitung ganda dan tidak lewat cacah, semua terhitung hanya sekali. Pengitungan penduduk dapat dilakukan dengan dua cara atau pendekatan, yaitu konsep de jure dan de facto. Konsep de jure berarti menghitung penduduk di mana tempat tinggalnya yang tetap. Konsep de facto  berarti menghitung penduduk di mana berada ketika sensus dilakukan. Sensus penduduk di Indonesia selama ini menganut kedua konsep tersebut dengan harapan agar tidak ada penduduk yang terlewat hitung, makanya penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap juga dicacah dalam sensus.Negara Turki dan Butan adalah contoh negara yang mengikuti konsep de facto, sehingga sensus penduduk dilakukan pada satu atau dua hari secara bersamaan di seluruh negeri. Pada hari sensus tersebut penduduk diminta agar tidak bepergian dari tempat tinggalnya. Ini merupakan upaya agar dicapai kualitas hasil sensus yang memegang prinsip kelengkapan dan tanpa cacah ganda.


Kelengkapan

Prinsip kelengkapan dan tanpa cacah ganda adalah prinsip yang sangat penting. Kondisi Indonesia yang luas dan mobilitas penduduk relatif dinamis, sehingga diperlukan cara pencacahan yang handal agar akurasi kelengkapan hasil sensus memadai.
Prinsip lain yang juga menentukan kualitas hasil sensus adalah reliabilitas data yang bisa dicapai dengan cara kunjungan langsung kepada setiap orang. Keterangan yang diperoleh langsung dari setiap penduduk sebagai responden akan memungkinkan data yang dihasilkan sesuai dengan kenyataan (reliable). Yang paling mengetahui keterangan rinci diri seseorang adalah dirinya sendiri. Untuk mereka yang tidak memungkinkan diwawancara langsung, seperti anak bayi, orang cacat atau sakit tertentu, atau orang yang tidak bisa ditemukan di rumah ketika sensus, terpaksa diperoleh keterangannya dari kepala rumah tangga atau anggota rumah tangga yang tahu. Maka prinsip kebenaran data bisa diupayakan hanya dengan kunjungan langsung (door to door).

Sensus penduduk yang selama ini diselenggarakan BPS telah berusaha sekeras mungkin untuk mencapai kualitas data yang baik. Harapan semua pihak adalah agar kualitas data Sensus Penduduk dan Permahan Indoneisa tahun 2010 mempunyai akurasi dan reliabilitas yang semakin baik. Karena hanya dengan demikian kebijakan dan rencana pembangunan manusia Indonesia bisa semakin mengena pada sasarannya. Agar harapan itu semua bisa terwujud, maka penyelenggaraan SPP2010 harus dipersiapkan sebaik mungkin.

Berbagai uji coba (pilot) merupakan bagian penting dari persiapan. Dengan uji coba organisasi lapangan maka penyelenggaraan sensus yang sesuangguhnya bisa semakin efektif dan efisien diterapkan nantinya di lapangan. Dengan uji coba ini juga diperoleh gambaran mengenai rencana organisasi pelaksanaan lapangan secara lebih rinci. Kegiatan uji coba ini merupakan tindak lanjut dan penjabaran salah satu bagian kegiatan yang disusun rencananya pada tahun 2007. Bagian kegiatan ini terkait dengan bagian lain di bidang metodologi, kuesioner, pengolahan dan penyajian, yang secara simultan dilaksanakan tindak lanjutnya dalam tahun 2008 ini juga.

17 comments:

  1. pa ugih punya ide yeuh. . . .



    bagaimana kalau di esema kita pake gaya ala UNY, jadi di sekolah kita banyak tanamin pohon2, trus pake tmpat duduk tea ning . . .sekalian buat nyimpan leptop ning pa, , , ,


    trus di tambah pake kape pa. . .?? ? ? ?





    pasti wah lah esema 1 . . . .. . . .



    apalagi kalau ada bioskop an. . . .

    ReplyDelete
  2. setuju, nanti saya sampein ke Saspras, yah...

    ReplyDelete
  3. mantappp euyyy materinya bikin saya langsung paham , dan langsung bisa nerap ke otak, bapa nya memiliki wawasan yang tinggi membuat materi nya enak dibaca dan mudah di pahami

    ReplyDelete
  4. Saya merasa materi tentang penduduk dan sensus yang disampaikan dalam blog ini sangat jelas dan mudah dipahami. Penjelasan mengenai pengertian penduduk, tujuan sensus, serta manfaatnya bagi perencanaan pembangunan membuat saya lebih mengerti pentingnya pendataan penduduk bagi suatu negara. Penyajian materinya juga rapi dan tidak membingungkan. Semoga ke depannya materi seperti ini terus dikembangkan dengan tambahan contoh-contoh nyata agar semakin menarik. Terima kasih, Pak, atas ilmu yang diberikan

    ReplyDelete
  5. keren sekali materinya sangat bermanfaat untuk membantu bagi pembelajaran geografi dalam menggunakan rumus proyeksi penduduk

    ReplyDelete
  6. Mantap pak artikelnya. Isinya padat tapi tetap ringan, jadi bacanya enak dan nggak bikin bosan. Alurnya jelas, dari awal sampai akhir nyambung terus. Pembahasannya juga terasa relate dan gampang dicerna, apalagi bahasanya santai tapi tetap berisi. Intinya, artikel ini keren, niat, dan kelihatan dipikirin matang-matang. Cocok banget buat dibaca siapa aja yang pengen paham topik ini tanpa ribet.

    ReplyDelete
  7. Pembagian wilayah administratif yang kompleks itu memang tantangan tersendiri dalam sensus penduduk. Namun, BPS telah melakukan upaya yang baik dengan menggunakan SLS dan BS untuk mengumpulkan data yang akurat. Hasilnya, kita bisa melihat gambaran yang lebih jelas tentang struktur penduduk dan kebutuhan lokal. Dengan adanya data yang akurat, pemerintah dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif. Sensus penduduk juga membantu dalam mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi oleh setiap wilayah, sehingga dapat dilakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    ReplyDelete
  8. Menurut saya, dinamika penduduk merupakan materi yang penting karena menggambarkan perubahan jumlah, komposisi, dan persebaran penduduk dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Dinamika penduduk memiliki dampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, seperti ketersediaan lapangan kerja, kebutuhan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pembangunan wilayah.
    Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menimbulkan berbagai permasalahan apabila tidak diimbangi dengan perencanaan yang baik, misalnya meningkatnya kepadatan penduduk, pengangguran, dan kemiskinan. Namun di sisi lain, dinamika penduduk juga dapat menjadi peluang apabila jumlah penduduk yang besar disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan perencanaan yang tepat agar dinamika penduduk dapat dikelola dengan baik. Dengan pengelolaan yang efektif, dinamika penduduk tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

    ReplyDelete
  9. Dinamika penduduk merupakan perubahan jumlah dan komposisi penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi. Fenomena ini berdampak besar pada kehidupan sosial dan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menimbulkan masalah seperti pengangguran dan kepadatan wilayah, sementara migrasi memengaruhi persebaran penduduk. Oleh karena itu, pengelolaan dinamika penduduk perlu dilakukan secara tepat agar pembangunan berjalan seimbang dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

    ReplyDelete
  10. Rifka Rahma Faira GhazikaJanuary 27, 2026 at 8:08 AM

    Menurut saya, sensus penduduk di Indonesia sangat penting karena menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan nasional. Data hasil sensus dapat digunakan untuk mengetahui jumlah penduduk, persebaran penduduk, tingkat pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat di setiap wilayah. Dalam kajian geografi, sensus membantu memahami hubungan antara penduduk dan ruang, seperti kepadatan penduduk dan pemanfaatan wilayah. Tanpa data sensus yang akurat, kebijakan pemerintah bisa kurang tepat sasaran. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam sensus sangat diperlukan demi kemajuan Indonesia ke depan.

    ReplyDelete
  11. Dinamika penduduk adalah fenomena kompleks yang mencerminkan kualitas hidup dan pembangunan bangsa. Perubahan yang dipicu faktor kelahiran, kematian, dan migrasi ini memerlukan kebijakan strategis pemerintah. Saat ini, dunia menghadapi tantangan kontras antara penuaan penduduk dan ledakan pemuda. Tanpa akses pendidikan serta kesehatan yang memadai, pertumbuhan pesat berisiko membebani ekonomi dan lingkungan. Namun, pengelolaan bonus demografi yang tepat dapat mendorong kemajuan. Keseimbangan populasi dan daya dukung alam adalah kunci kesejahteraan masa depan.

    ReplyDelete
  12. Menurut saya, pembahasan tentang dinamika penduduk yang besar sangat penting untuk dipelajari, terutama bagi pelajar. Dinamika penduduk mencakup perubahan jumlah, struktur, dan persebaran penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Jika jumlah penduduk terus meningkat tanpa perencanaan yang baik, maka dapat menimbulkan berbagai masalah seperti pengangguran, kemiskinan, dan keterbatasan fasilitas umum

    ReplyDelete
  13. abdulloh muhamad farhan
    menurut saya bagus la,no comment

    ReplyDelete

  14. nama: moch farel raditya
    kelas: 11.10
    saya sangat suka dengan materi geo karna saya ingin menjadi arsitektur jadi lumayan materi ini cukup berguna untuk bekal saya di masa depan

    ReplyDelete
  15. Proses sensus penduduk yang kompleks memerlukan perencanaan yang matang dan sistem pembagian wilayah yang efektif. Penggunaan SLS dan BS memungkinkan BPS mengumpulkan data yang akurat dan representatif. Pembagian wilayah administratif yang terdiri dari 4 tingkat mempengaruhi proses sensus. Zona waktu dan kelompok pulau/kepulauan induk juga penting dalam memahami karakteristik penduduk dan kebutuhan lokal. Data sensus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional dengan lebih tepat sasaran dan efektif dalam perencanaan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

    ReplyDelete
  16. Mantap pak, sehat selalu

    ReplyDelete
  17. m.rizky 11.10
    materi nya bagus pak sehat selalu

    ReplyDelete

Terima kasih telah membacanya. Sangat saya hargai, jika anda mengisi kolom komentar disini.

Featured Post/ Posting Unggulan

RENUNGAN HARDIKNAS 2016

Renungan HARDIKNAS 2016 Teruntuk anak-anakku, para mahasiswa yang baru, sedang dan akan belajar mendalami tentang HAM, versi idiologi manapu...