Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

Search This Blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Ade Fathurahman. Show all posts
Showing posts with label Ade Fathurahman. Show all posts

December 03, 2020

Seleksi BCKS DINAS PENDIDIKAN JAWA BARAT 2020


SEMOGA ALLAAH SWT. HANYA MEMBERIKAN AMANAH INI KEPADA SAYA, JIKA (HANYA BILA) SAYA DIANGGAP MAMPU MELEWATINYA DENGAN PERTOLONGAN PENUH KERIDLAANNYA.

SEMOGA MENGGAGALKANNYA, JIKA LEBIH BANYAK MADLARATNYA.

KEBANYAKAN  DARI KITA SUDAH SANGAT BERUNTUNG, WALAU HANYA MENJADI GURU TANPA TUGAS  TAMBAHAN SEKALIPUN.

AAMIIN YAA RABBAL 'AALAMIIN.


Asslaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Kepada YTH :

Bapak/Ibu GTK Non PNS/ASN

Orangtua siswa/i, Komite Sekolah dan

Siswa/i SMA PROVINSI JABAR

DILUAR KO.KAB  SUKABUMI

Mohon bantuan dan dukungannya untuk VOTE nama dibawah ini sebagai dukungan BAKAL CALON KEPALA SEKOLAH di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Mulai Vote :

Kamis, 04 - 08 Desember 2020

Pukul : 13.00 WIB.

Melalui KLIK,  LINK :

📷📷📷📷📷📷

http://sicakap.disdik.jabarprov.go.id/voteBCKS2020

Mohon Menjadi Pertimbangan Pilihan Bapak/Ibu/Sdr/i , jika muncul nama saya :

ADE FATHURAHMAN, S.Pd.

WAKASEK KESISWAAN SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

KADISDIK WILAYAH V (LIMA) JABAR

Pengalaman Manajerial :

•WAKASEK KESISWAAN

•WAKASEK HUMAS SMANSA 2014-2019

•KETUA MGMP KOTA SUKABUMI 2014 -2016

•DIVISI HUMAS F-MGMP GEO JABAR

•ANGGOTA DEWAN PENDIDIKAN KOTA SUKABUMI 2016 -2021

•KOORDINATOR LPKSDM YPI ANNUUR SUKABUMI

P r e s t a s i :

•NARA SUMBER DISTANCE LEARNING SMA SUKABUMI 2007

•PEMBIMBING OSN KEBUMIAN TK. NASIONAL MAKASAR 2008

•PERINTIS LAB. SOSIAL, KIR SOSIAL danPROGRAM KELAS IPS UNGGULAN (AKADEMIK, OLAR RAGA SENI. DAN BELA NEGARA).

•KOORDINATOR "CULTURE EXCHANGE PROGRAME, MALAYSIA & SINGAPURA 2016”

•TIM MOU SISTER SCHOOL, SMANSA denganSANTICHON ISLAMIC SCHOOL, BANGKOK THAILAND 2016”

•NARA SUMBER WEBINAR “STRATEGI DGR GEOGRAFI F_MGMP GEO JABAR 2020

•TIM PENYUSUN RPP DAN LKS JALUR FORMAL SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN JAWA BARAT 2019

•TIM UJI KETERBACAAN BUKU GAUL SEKOLAH ANTI KEKERASAN NASIONAL 2019.

LINK BLOG, ARTIKEL, SOSMED dan GEOSPATIAL :

•https://adefathurahman.blogspot.com/2...

•https://www.slideshare.net/adefathura...

•https://www.kompasiana.com/adefathura...

•instagram.com/adefathurahman

•twitter.com/adefathurahman

•youtube.com/channel/UCYhK_tXp2ENLdLVdBbSGf1Q

•id.linkedin.com/in/ade-fathurahman-78176032

•adefathurahman.webs.com

•kirsos.wordpress.com

https://web.facebook.com/ade.fathurahman/

•http://google.co.id/.../data=!4m5!3m4... for Google Earth Contents Account

•panoramio.com/user/5906331 for Google Earth Contents Account


Terima kasih atas perkenannya.📷📷📷

Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

November 14, 2012

Guru PNS dan Tersertifikasi harus Syukur Ni’mat.

 (Mencermati Polemik antara Saudara Dudung Koswara dan Saudara Ade Munajat berkenaaan Tulisan tentang Guru Sangkuriang)
Dunia pendidikan adalah dunia normatif, dunia penuh dengan nilai, sehingga kesalahan sekecil apapun yang terdapat dalam profesi Guru PNS, akan menjadi sorotan. Pertanyaannya : “adilkah perlakuan tersebut ?.” Jawaban dari pertanyaan itu harus menyamankan perasaan masyarakat yang berstatus sebagai user layanan pendidikan yang kita laksananakan.
Profesi guru itu adalah “mendidik”, diamana pekerjaan ini sangat kental dan bahkan identik dengan da’wah. Kedekatan ini pula mendekatkan peran guru dengan gelar ulul albab, bahkan ‘ulama bagi guru-guru yang menekuni spesifikasi bidang khusus keagamaan dalam Islam. Pada tataran normatif para ulama itu digelari dengan gelar yang sangat tinggi, yakni “wara’satul anbiya”, sehingga secara genetik guru merupakan “keturunan akademik” dari para nabi.
Sudah tidak zamannya lagi Guru PNS yang tersertifikasi menjadi bagian dari warga negara yang berkeluh kesah atas profesinya, karena memang tidak memiliki pilihan lain, selain berusaha melaksanakan tupoksinya secara baik atau mundur tergantikan dengan gelombang generasi yang lebih baik. Sudah tidak zamannya lagi guru kebakaran jenggot, ketika  mendapatkan kritikan perbaikan kinerja dari luar profesi, atau bahkan otokritik dari rekan sejawat seperti yang dilakukan oleh Saudara Dudung Koswara dalam tulisannya di media cetak ini seminggu yang lalu. Ya, memang ada pentamsilan/ penganalogian atau “metapora” (mengambil istilah yang dipakai Saudara Ade Munajat) yang kurang tepat dengan istilah Guru Sangkuriang dan Murid Malinkundang (kurang bil hikmah wal mau’idlatul hasanah),  namun kekurang-tepatan itu tidak lantas kemudian menempatkan posisi Guru PNS menjadi para malaikat yang suci dan bebas kritik atas kinerjanya atau menapikkan adanya pola pendidikan ‘nyaah dulang” yang mengintervensi keputusan-keputusan otoritas persekolahan, bahkan di sekolah-sekolah RSBI sekalipun. Penempatan huruf R dalam singkatan RSBI selama bertahun-tahun (lebih dari 3 tahun) pada beberapa sekolah RSBI pun menunjukkan kelemahan kita yang ternyata tidak bisa memenuhi targetan waktu seperti yang diharapkan, karena berkenaan dengan kesenjangan antara konseptual program dengan kontekstual pendidik dan peserta didik dalam pemenuhan 8 Standar Pengelolaan Pendidikan Nasional  diamanatkan Permendiknas No. 19 Tahun 2007.
 Merebaknya demo yang dilakukan para guru honorer untuk diangkat menjadi PNS serta membludaknya pendaftaran menjadi Guru PNS menempatkan Negara atau Rakyat Indonesia memiliki bergaining position yang kuat dibandingkan pelayan pendidikannya (Guru PNS).
Kita bukan pemberi  tahu, melainkan pengingat.. Begitulah kira-kira kata padanan yang tepat untuk kewajiban da’wah kita sebagai sebaik-baik ummat (khairu ummah) yang memiliki tugas ta’muruuna bil ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar.
Indah, ketika mendengar kedekatan tugas kita sebagai guru dengan para nabi, insan-insan yang senantiasa mendapatkan perhatian ALLAH dalam perjalanan hidupnya. Pada tataran ini, ALLAH sekali lagi menegaskan pada kita bahwa  profesi guru itu profesi yang sangat lekat dengan shirah kenabian, walau secara syar’i kita meyakini bahwa Muhammad SAW merupakan Khatamun nabiyyin.
K.H. Isa Anshary, dalam Bukunya yang melegenda, “Mujahid Da’wah,” menegaskan bahwa pilihan menjadi penda’wah adalah bukan pilihan yang akan menghadapkan kita pada kemegahan dunia secara materil, melainkan sebuah perjalanan panjang berliku yang penuh dengan halangan dan rintangan. Mengambil posisi dijalan da’wah berarti nawwaitu dengan sepenuh hati mewakafkan diri pada shirah yang jauh dari dunia hedonistik dan individualistik.
Pada konteks Periode Da’wah Madaniyah, beberapa shahabat nabi tidak diberangkatkan ke medan pertempuran, karena memiliki  kemampuan menghapal ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi (Al Quran dan Hadits Qudsi) serta tutur kata Nabi (Hadits). Shahabat nabi yang istimewa seperti inilah yang kemudian sehari-harinya disibukkan dengan kegiatan belajar-mengajar Agama islam, belajar kepada nabi dan mengajar kepada para penganut Islam yang datang kemudian. Untuk shahabat-shahabat seperti ini, atas perintah nabi, Baitul Maal yang menampung zakat, infak dan shadaqah Kaum Muslimin, mengalokasikan dananya dengan memasukannya pada “asnab fisabilillaah.”
Pertanyaannya sekarang, Bagaimanakah kedudukan guru PNS, apabila dianalogikan atau ditamsilkan denga Periode Da’wah Madaniyah ?. Jawabanya, guru yang sudah menyandang PNS adalah sekelompok warga negara  yang diistimewakan negara dengan mendapatkan penghidupan dari pajak yang dikumpulkan dari seluruh warga negara. Mengapa semua warga negara ?. Jawabannya, karena semua barang yang dikonsumsi oleh warga negara meiliki konsekuensi pembayaran pajak langsung, terlepas dari besar atau kecilnya. Sebagai contoh : seorang anak tuna wisma yang menkonsumsi susu kaleng, ataupun karena keterpaksaannya harus mengkonsumsi barang sejenis yang lebih murah dari kios kecil disekitar rumahnya akan terkena pajak langsung dari kelebihannya membayar harga yang diatas harga pokok produksi plus rabbat bagi pengusahanya, karena harga kebanyakan barang  yang dikenakan pada konsumen di Indonesia merupakan harga yang sudah menyertakan penambahan nominalnya yang dieruntukan bagi pembayaran  pajak industri. Belum juga, jika bapaknya yang tuna wisma itu, juga merokok, maka dia secara otomatis menjadi pembayar pajak yang “patuh” dengan kontribusi yang cukup besar, bergantung pada tingkat kecanduannya. Merujuk pada keistimewaan yang diberikan negara yang demikian hebat untuk Guru PNS, maka berbondong-bondonglah sebagian masyarakat yang dulunnya meremehkan profesi Guru PNS menjadi tertarik untuk menekuni pofesi ini dengan harapan mendapatkan ‘jaminan masa depan” dari fasilitas yang disediakan negara melalui penggajian dan sertifikasi. Hal ini tidak menjadi masalah, apabila dalam peerjalanannya, seseorang yang memilih profesi Guru PNS bersiap dengan berbagai konsekuensi logisnya.
Berkenaan dengan hal lain yang dianjurkan Saudara Ade Munajat pada PGRI diakhir tulisannya berkenaan dengan Saudara Dudung koswara, maka menurut saya Program PGRI saat ini lebih baik dikonsentrasikan pada pembekalan-pembekalan mental dan spiritualitas Guru agar menjadi insan-insan yang Syukur Ni’mat, ketika mendapatkan kepercayaan masyarakat mendapatkan jaminan penggajian dan sertifikasi dari negara melalui peningkatan kinerja dan otokritik/ muhasabah  untuk mengembalikan guru mengenal kesejatiannya (Tazkiyatun nafs ilaa ma’rifatul insan). Pemberian tegoran, karena kesalahan  teknis, berupa kesalahan penganalogian legenda fiktif kedalam realitas dunia pendidikan tidak lantas menjadi sebuah langkah yang cerdas, karena penggunaan Sangkuriang disana bukan dimaksudkan pada keseluruhan kareakter, melainkan pada penggalan episode Sangkuriang yang kesiangan. Sekali lagi, kesiangan, minus karakter Oedipus complexnya. Adapun kesalahan metapora Malinkundang kepada para siswa bermasalah, memang seharusnya dihindarkan, karena akan memberikan pencitraan yang tidak baik bagi guru, karena pemberian gelar tersebut bisa menjadi do’a dan dapat dikatergorikan sebagai bullying, bila diketahui oleh siswa yang bersangkutan. Justeru, karena produktifnya Saudara Dudung Koswara harus diwadahi di PGRI yang sekaligus dibekali dengan skill-skill yang menunjang kearah yang lebih shaleh dalam penyampaian asumsi-asumsi atas dasar observasi yang akurat di masa mendatang.     
Akhirnya, salam hangat untuk semua Guru, Semoga Allah anugerahkan kita rezeki keistiqomahan dalam syukur ni’mat. Tetap semangat melayani dan menjadikan hambatan, kkritik, celaan, hinaan sebagai media muhasabah kita dan menjadikannya sebagai bagian dari kifarat atas kesalahan-kesalahan  dan dosa kita dalam melayani masyarakat pendidikan yang diembankan Allah melalui negara dan masyarakat kepada kita.
Diberkatilah Guru Indonesia, Berwibalah Pendidikan Indonesia !