Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

Search This Blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label geografi. Show all posts
Showing posts with label geografi. Show all posts

June 11, 2023

CAKRAWALA ILMU SMANSA BERJUANG



SMANSA akan bertarung di ajang Nasional. 

Bapak Ibu, mohon berikan comment terbaik untuk smansa di video Youtube ini. 


SMANSA kota Sukabumi,  The Leading School, Distinct as the Winner

March 03, 2022

“GEOGRAPHY, MOTHER of SCIENCE?” Urgensitas Penjelasan atas Sebuah Definisi

http://beritadisdik.com/news/kaji/---geografi--mother-of-science------urgensitas-penjelasan-atas-sebuah-definisi 


    Pengertian geografi menurut Preston E James : Geografi adalah suatu induk dari segala ilmu pengetahuan, dikarenakan banyak bidang ilmu pengetahuan lain yang pembahasannya selalu dimulai dari keadaan permukaan bumi, sebelum masuk ke dalam pembahasan berdasarkan studi keilmuan masing - masing.

Pendapat yang dahulu lewat begitu saja dipikiran saya, padahal merupakan salah satu pendapat yang Sebagian besar Guru SMA sampaikan pada anak didiknya di jenjang Kelas 10. Salah satu pendapat tentang Definisi Geografi, disamping pendapat dari Bapak Geografi, Eratosthenes, Harrtshorn, Ellsworth Huntington serta Bintarto. Yang pada akhirnya menerucut pada definisi dari IGI (Ikatan Geografi Indonesia) pada SEMILOKA dan Kongres keV di Semarang, 1988 yang menegaskan bahwa : “Geografi adalah Ilmu Yang mempelajari tentang Persamaan dan Perbedaan Fenomena Geosfer dalam konteks keruangan dengan sudut pandan kewilayahan/kelingkungan.”

Sebagai bagian dari komunitas mediator Pendidikan di satuan Pendidikan menengah atas, tentu saja saya dan beberapa teman-teman sering berbincang-bincang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan keseluruhan proses KBM mulai dari perencanaan, pel;aksanaan, maupun Evaluasi erta tindak lanjut.

Salah satu hal yang sering diperbincangkan adalah tentang Hakikat dari Mata Pelajaran yang kita ampu, baik dari Ruang Lingkup, pendekatan dan hal lain yang diperbincangkan, karena memiliki irisan kajian materi diantara maple- maple yang kita ampu. Beberapa diantaranya mengenai perbedaan pendekatan pembelajaran Bio-Geografi dengan Biologi, Geografi Sejarah dengan Sejarah, atau pendekatan kajian Kosmografi di Geografi dengan pendekatan di Fisika serta Posisi matematika dalam pembelajaran Geografi.

Beberapa anak muda yang baru menyelesaikan Studi S1-nya dan masih sering bercanda tentang Definisi Geografi yang disampaikan Preston F. James diatas. Tentu saja sebuah pendapat yang membuat bebrapa rekan mediator Pendidikan (guru) yang mengampu mata pelajaran diluar Geografi mengernyitkan dahi atau tersenyum masam. Merka menganggap definisi yang disampaikan oleh Preston itu sesuati yang “absurd”.

Tentu saja tersebut diatas berbenturan dengan pengalaman belajar rekan-rekan guru pengampu mata pelajaran yang lain. Sebagaimana kita ketahui, nyaris semua Sarjana bidang apa pun pernah dibekali dengan Mata Kuliah Filsafat. Mata Kuliah yang secara literasi Panjang telah menyampaikan bahwa induk semua ilmu adalah Filsafat. Artinya, nyaris, hampir seluruh ilmu Pengetahuan/ Sains lahir dari Produk Filsafat. Sebagai salah seorang Guru Geografi pun saya sependapat dengan pendapat bahwa Filsafat lebih layak disebut Induk Ilmu Pengetahuan dibandingkan Geografi. Pendapat ini berdasarkan pada pengaalaman belajar saya pada Mata Pelajaran Filsafat Ilmu yang menjelaskan secara detail tentang Ontologi, Epistomologi dan Aksiologi yang menjadi acuan sebuah kajian bisa dikelompokkan, memenuhi prosedur-prosedur sebagai sebuah Ilmu Pengetahuan/ sain yang dapat diterapkan dalam kehidupan manusia.

Mengapa hal ini perlu saya bahas disini, karena kebanyakan dari rekan-rekan Guru Geografi nyaris terlupa untuk untuk menjelaskan bahwa pendapat Preston F. James ini sebagai bagian khazanah Ilmu Pengetahuan yang mewakili pendapat-pendapat yang gugur secara ilmiah. Maksudnya, pendapat ini boleh dikemukakan sebagai bentuk dari salah satu karakteristik Ilmu Pengetahuan/ sains, yakni “akumulatif’.

Hal lain yang sebetulnya bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang harus dilakuna  pada materi Definisi Geografi ini adalah model yang biasa dilakukan para Guru geografi saat mengkaji Perkembangan Teori Terjadinya Alam Semesta mulai dari Teori Steady State-nya Einstein yang Gugur oleh Teori Big Bang yang selanjutnya diperkuat dengan Teori Efek Doffler serta Expanding Universe-nya Stephen Hawking.

Pada Bahasan proses Terjadinya bumi pun, sebetulnya para guru Geografi SMA bisa mengambil model pengajaran komparatif studi by teori di materi definisi Geografi ini dengan mengambil model pembelajaran pada materi Proses Terjadinya tata surya dan Perubahan bentuk muka bumi yang terakumulasi, saling menggugurka atau saling melengkapi, mulai dari teori Bintang Kembanr-nya Lyttleton, Nebulae Hypothetic-nya Kant & Laplace, Planetesimal-nya Chamberlein dan TidalvHypothesis-nya Jean-and Jeffreys, Teori Apungan Benuanya Alfred Wegwnwr hingga Teori Lempeng Tektoniknya Eduard Suess.

Sub Target ketuntasan belajarnya adalah peletakkan Geografi sebagai Ilmu Pengetahuan pada posisinya yang proporsional yang menghindari pembiasan makna, terutama pada Ruang lingkup Geografi sebagi Studi Kebumian.

 

Sukabumi, Awal Maret 2022




February 27, 2022

Penyederhanaan istilah-istilah pada Pembelajaran Geografi SMA. Upaya Mempersembahkan Pembelajaran Kontekstual.


Kedudukan Ilmu Pengetahuan/ sains (berasal dari kata science dalam Bahasa inggris atau logos dalam Bahasa Latin merupakan bagian dari semesta Pengetahuan (Knowledge dalam Bahasa Inggris) yang didapatkan atas dasar pengalaman empirik yang didapatkan melalui prosedur serta terverifikasi secara ilmiah. 

Cukup menjelimet memang, bila hal ini disampaikan pada siswa/I setingkap sekolah menengah, mengingat ada beberapa istilah yag seharusnya mereka kuasai dengan baik. 
Untuk menyederhanakan penyampaian pemahaman akan istilah-istilah tersebut, biasanya kita menggunakan definisi operasional yang sesingkat mungkin. Saya secara pribadi biasanya menggunakan kata-kata kunci. 

Dalam pembelajaran Geografi di SMA, termasuk Sebagian besar masih terdapat kurikulum yang baru, siswaa diperkenalkan pada istilah-istilah khas yang terdapat tidak hanya pada definisi, melainkan juga tentang prinsip-prinsip, pendekatan-pendekatan, ruang lingkup, aspek serta konsep-konsep Geografi.Berkenaan dengan hal tersebut, maka kita sebagai mediator pembelajaran Geografi ditantang untuk menyederhanakan pengertian istilah-istilah tersebut dalam pengertian yang operasional. Hal yang perlu dilakukan, karena pengenalan atas istilah-istilah itu disampaikan pada Kelas 10. Kelas pertama menuju pada pembelajaran transisis dari pembelajaran yang ddominasi paedagogis menuju pembelajaran yang lebih andragogis. 

Mungkin saja, karena berbagai latara belakang literasi yang dibaca kita, maka sangat memungkinkan masing-masing dari kita menyampaikannya dengan kata-kata kunci yang berbeda. Sebagai contoh, jika saya lebih memberikan pengertian prinsip sebagai dasar atau konstruksi berpikir yang khas, paradigma sebagai pendekatan. Yang secara lebih rinsinya sebagai tipikal metodologi berpikir. Pengertian konsep untuk tahapan berpikir siswa SMA, biasanya sya mengartikanya sebagai sesuatu yang kita pikirkan. Pada uraian selanjutnya, sepertinya kita harus berupaya menghindari pembiasan makna, misalnya menjelaskan perbedaan pengertian antara prinsip dan persepsi, misalnya. Pada pengertian ruang lingkup dan aspek, kemungkinan besar kita dengan sangat mudah menjelaskannya melalui visualisasi yang dipakai pada rumus himpunan dalam matematika. 

Dari paparan diatas, jelas sekali bahwa mengajak siswa untuk sampai pada pemahaman-pemahaman kontekstual dari istilah-istilah yang terdapat dalam pemebelajaran Geografi memerlukan kemampuan kita sebagai mediator pendidkan. Kemampuan kita untuk melakukan penyederhanaan pemahaman atas istilah-istilah yang masih bersifat abstrak menjadi pemahaman-pemahaman yang lebih kontekstual dan mudah dioperasionalkan dalam proses-proses pembelajaran pada bab- bab selanjutnya. 

Tentu saja, paparan diatas rawan kritik dan pelurusan dari berbagai pihak, terutama sesama guru yang berfungsi sebagai mediator Pendidikan pada Mata Pelajaran Geografi, khususnya dijenjang SMA. 

Sukabumi, Akhir Pebruari 2022



April 10, 2021

PUISI DAN PANTUN GEOGRAFI

Beberapa bait dari Puisi dan Pantun ini saya kirimkan ke Panitia Lomba.

Semoga menjadi kontribusi positif bagi dunia pendidikan kita. Menjadi salah satu alternatif pengisi waktu bagi siswa/i yang memerlukan pembelajaran geografi via metode pembelajaran yang khas sesuai usia mereka.







KELAS XII SEMSESTER 5





Featured Post/ Posting Unggulan

Materi Geografi tentang HANKAMNAS dan Bela Negara

  Materi Geografi sangat erat kaitannya dengan bela negara karena pemahaman terhadap ruang wilayah Indonesia adalah dasar dari rasa cinta ta...