Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

Search This Blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Kota Sukabumi. Show all posts
Showing posts with label Kota Sukabumi. Show all posts

September 24, 2023

Perkembangan Kota Sukabumi: Dari Sebuah Kota Kecil Menuju Pusat Pertumbuhan

 Oleh : Alma Saphira Ramadhani

 Kelas 12.7


 

Sukabumi, sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, telah mengalamiperkembangan yang signifikan selama beberapa dekade terakhir. Dengan populasi yangterus bertambah, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan investasi dalam infrastruktur yangberkelanjutan,SukabumitelahmenjadicontohsuksesdalamperkembangankotadiIndonesia.


PerkembangankotaSukabumidapatditinjaudaribeberapaaspekutama,sepertipertumbuhan penduduk, perkembangan ekonomi, infrastruktur, dan kebudayaan. Mari kitatelusuri masing-masing aspek ini lebih lanjut.


Pertumbuhan penduduk menjadi salah satu faktor utama dalam perkembangan Sukabumi.Padaawalnya,Sukabumiadalahkotakecildenganpopulasiterbatas.Namun,seiringberjalannya waktu, penduduknya terus bertambah, terutama karena migrasi dari daerahsekitarnyadanurbanisasiyangsemakinmeningkat.Inimengakibatkanpeningkatanpermintaan akan layanan publik, perumahan, dan lapangan kerja.


Sektor ekonomi di Sukabumi juga telah berkembang secara pesat. Kota ini memiliki potensiekonomi yang besar karena letaknya yang strategis di antara berbagai kota besar di JawaBarat, seperti Bandung dan Jakarta. Dengan demikian, Sukabumi telah menarik investasidari berbagai sektor, termasuk industri, perdagangan, dan pariwisata. Peningkatan investasiinitelahmenciptakanlapangankerjabarudanmeningkatkanpendapatanpenduduksetempat.


Pembangunan infrastruktur adalah aspek penting lainnya dalam perkembangan Sukabumi.Pemerintah daerah telah berinvestasi dalam pembangunan jalan raya, jaringan transportasipublik, dan fasilitas publik lainnya. Ini tidak hanya memudahkan aksesibilitas antara wilayahdidalamkotatetapijugameningkatkankonektivitasdengankota-kotatetangga.Pembangunan infrastruktur juga termasuk penyediaan air bersih, listrik, dan sistem sanitasiyang lebih baik, meningkatkan kualitas hidup warga.


PerkembangankebudayaanjugamerupakanaspekpentingdariperkembangankotaSukabumi. Kota ini memiliki warisan budaya yang kaya, termasuk seni, musik, dan tariantradisional.Upayauntukmempromosikandanmelestarikanbudayalokaltelahmenghasilkan berbagai acara budaya dan festival yang menarik wisatawan dari berbagaitempat. Selain itu, perkembangan pendidikan dan fasilitas seni telah mendorong tumbuhnyabakat-bakat lokal di berbagai bidang seni.


MeskipunSukabumitelahmengalamiperkembanganyangpesat,masihadasejumlahtantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah pertumbuhan yang cepat, yangdapat menyebabkan tekanan pada infrastruktur dan sumber daya alam. Pemerintah daerahperlu mengambil tindakan yang bijaksana dalam merencanakan pertumbuhan berkelanjutandan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.


Selain itu, perlu terus ditingkatkan pula sektor pendidikan dan pelatihan agar tenaga kerjasetempatmemilikiketerampilanyangsesuaidengantuntutanpasarkerjayangterusberubah. Hal ini akan membantu memastikan bahwa perkembangan ekonomi yang dicapaijuga berdampak positif pada pendapatan dan kesejahteraan warga.


Dalam kesimpulan, perkembangan kota Sukabumi selama beberapa dekade terakhir telahmengesankan.Pertumbuhanpenduduk,ekonomi,infrastruktur,dankebudayaantelahmenjadi fokus utama, menjadikan kota ini sebagai salah satu contoh sukses perkembangankota di Indonesia. Dengan terus mengatasi tantangan dan mempertahankan pendekatanberkelanjutan,Sukabumimemilikipotensiuntukmenjadikotayanglebihmakmurdanberkelanjutan di masa depan.


September 08, 2023

Sinar Matahari, Budaya Begadang dan Kesiapan serta Hasil Belajar Siswa

http://beritadisdik.com/news/kaji/sinar-matahari--budaya-begadang--dan-kesiapan-serta-hasil-belajar-siswa



Tulisan ini merupakan kelanjutan  tulisan saya  sebelumnya tentang Kebersyukuran kita sebagai sekelompok manusia yang dianugrahi iklim tropis (Berita Disdik - Bersyukur Masih Diberi Waktu dan Bertemu Matahari). Penajaman melalui interelasi (keterkaitan) antar fenomena di permukaan bumi, baik fisik (alamiah), maupun yang sosial (aktifitas manusia).

       Setelah sebelumnya disampaikan bahwa secara Geografi bahwa Perang dunia Ke-2 antara Sekutu yang dikomandani Amerika Serikat melawan Jepang, selain dilandasi oleh letak strategis beberapa wilayah dunia, seperti halnya Kepulauan Hawai. Saya melihat ada hal lain tentang Kepulauan Hawai yang memang berada di tengah Samudera Pasifik, yakni Kepulauan yang berada di Iklim Tropis. Saya melihat ada perebutan energi Matahari dalam peperangan ini. energi yang diartikan sebagai tenaga yang tidak sebatas tenaga alternatif pengganti BBM atau listrik  yang dikenal sekarang, melainkan sebagai bahan energi bagi kehidupan manusia, khususnya kesehatan.

     Hal yang mendasari prediksi diatas adalah fakta bahwa sebagian besar dari Wilayah Amerika Serikat  berada dalam satu daratan, Disamping itu, sebagian lagi yang berbatasan dengan Kanada berada di iklim Sedang Utara. Fakta yang lain adalah Wilayah Jepang yang, walaupun merupakan Gugusan Pulau-pulau, tetapi nyaris seluruhnya terletak di wilayah Iklim Sedang Utara. Iklim sedang yang menjadikan manusia-manusianya secara determinis beradaptasi dengan cuaca ekstrim musim dingin selam 3 bulan yang nyaris tanpa matahari. 

     Fakta-fakta geografis diatas menjadikan kepentingan akan Kepulauan Hawai menjadi sangat penting, dimana peperangan yang sebelumnya didasari faham kemanusiaan memerangi idiologi fasisme Jepang bisa jadi menjadi kepentingan yang tercampuri oleh kepentingan yang lain, sebut saja Kepemilikan atas Kepulauan Hawai yang identik dengan rayuan eksotisnya iklim tropis yang kaya sinar matahari. Menjadi semakin relevan, jika Jepang habis-habisan melawan Sekutu (beberapa negara Eropa dengan Komandannya Amerika Serikat) memilih Simbol dalam Benderanya dengan Simbol Matahari sesuai dengan Ajaran Shinto-nya. Setidaknya kita mengenal bebrapa kisah heroik tentara jepang yang mempertontonkan budaya Harakiri dan kamikaze yang menakutkan bagi pihak sekutu.

        Sepertinya Perang dunia Ke-II tak akan pernah berakhir tanpa tragedi kemanusian BOM Hiroshima dan Nagasaki 1945. Suatu Peristiwa kemanusiaan yang telah memporak-porandakan patriotisme tentara Jepang di berbagai negara Asia yang didudukinya, Akhir peperangan inilah yang kemudian mempersembahkan pada dunia jumlah negara serikat Amerika menjadi 50. Dimana Amerika Serikat sekarang inimmemiliki 48 Negara bagian dalam satu kesatuan wilayah dan 1 negara bagian lain terpisah oleh Kanada (Alaska) serta Kepulauan Hawai yang terletak nun jauh di tengah-tengah Samudera Pasifik.

       Lalu apa yang bisa dipetik dari naarasi diatas, diantaranya adalah kepentingan manusia dibumi akan sinar matahari tak terbantahkan, bahkan menelikung pada pertarungan politik yang semulanya berkutat pada masalah ekspansi idiologi. Yang kita tahu sekarang adalah para turis musim dingin Iklim Sedang  Belahan Bumi Utara asal Amerika Serikat mendapatkan kemudahan berkunjung menemui Sinar Matahari Tropis yang kaya Vitamin D di Kepulauan Hawai tanpa visa kunjungan wisata selama bertahun-tahun Pasca PD II, karena serasa mengunjungi bagian dari negaranya sendiri.

       Sangat ironis, jika fakta diatas dihubungkan dengan keadaan sebagian masyarakat tropis seperti kita yang tidak begitu memperhatikan betapa pentingnya matahari. Sebagian masyarakat kita yang tak pernah merenung (berkontemplasi) bersyukur dengan keberadaan matahari yang senantiasa bersinar sepanjang tahun. Vitamin D yang senantiasa dihasilkan matahari serta kemudahan mendapatkannya yang terabaikan sebagian masyarakat kita.

       Dalam konteks kekinian dan kedisinian, budaya berjemur pada pagi hari di luar rumah yang diturun-temurunkan para leluhur kita, khususnya yang petani sepertinya  juga bersadarkan pada pengalaman hidup mereka atas manfaat yang didapatkan dari sinar matahari pagi. Tentu saja ini berbeda dengan kebiasaan para nenek moyang kita yang pelaut, karena harus pergi pada malam hari dan pulang pada dini hari bekerja sepanjang malam).

        Jika membandingkan dari dua kebiasaan leluhur/ nenek moyang kita itu sepertinya saya yakin bahwa kegiatan nelayan yang bekerja pada malam hari dengan mempergunakan angin darat pada pemberangkatan dan menggunakan angin laut pada saat pulang dari bekerja di laut semalaman hanya merupakan sebuah tuntutan kondisi alam. Jiak pun seandainya dahulu sudah diketemukan motor untuk perahu nelayan, sepertinya mereka akan memilih jadwal kerja normal seperti petani (terlalu bergantung pada perubahan arah angin). 

    Pada Proses KBM saya senantiasa mengingatkan kepada para siswa dan khususnya diri sendiri tentang betapa pentingnya prepare (persiapan) dalam berbagaikegiatan yang kita jalani. Jika pun kita menjadi yang seseorang yang melaksanakan akselerasi, minimal kita bisa menjalankan kewajiban sedikit diatas rata-rata minimum yang ditargetkan, Berkenaan dengan pola aktifitas KBM didominasi pada waktu siang hari, maka sudah sewajarnya persiapan KBM di siang hari itu harus dilakukan sejak semalam sebelumnya. 

    Mengacu pada targetan dari capaian kegiatan KBM pada siang hari di hari berikutnya, maka saya menegaskan bahwa keberhasilan atas kegiatan esok hari itu sangat bergantung pada persiapan yang dilakukan pada malam hari sebelumnya. Kecukupan tidur yang merupakan kebutuhan mendasar manusia normal, sudah selayaknya harus dilakukan dengan perjuangan sepenuh hati. Tentu saja "BUDAYA BEGADANG" yang saat ini sudah menjadi karakteristik yang mengglobal di kalangan pelajar masa kini harus dihindari. Rasionalisasi atas hal tersebut sangat sederhana, bila kita menyadari kebutuhan organ tubuh kita sebagai manusia untuk mendapatka istirahat yang cukup pada waktu yang tepat.

    Berbagai kearifan budaya, maupun pengajaran keagamaan memberikan sinyal kepada kita betapa uadara malam kurang bersahabat terhadap tubuh manusia.Maka, sudah barang tentu segala kegiatan yang tidak terlalu penting pada malam hari harus dihindari. Kendali diri terhadap hasrat untuk begadang harus dihindari. Sebaliknya, kesiapan diri menyambut pagi hari yang penuh dengan energi matahari yang dianugrahkan Tuhan atas Wilayah Tropis harus tanpa gangguan budaya begadang.

Pada saat ini sepertinya begadang sudah menjadi hal yang membudaya dikalangan pelajar, mungkin salah satunya, karena waktu luang yang mereka miliki diluar kesibukan KBM dan Ekskur dimulai selepas terbenam matahari hingga dini hari. Tawaran untuk “refreshing by playing a game” semisal PG dan ML lebih menjanjikan dilakukan pada saat yang bertabrakan dengan waktu kebersamaan dengan keluarga dan waktu istirahat (termasuk tidur).

Jika di interelasikan secara berantai, maka bisa saja budaya begadang dikalangan pelajar menjadi salah satu yang mengkontribusi ketidak-siapan mereka didalam melaksanakan  KBM secara  optimal. Selanjutnya ketidak-siapan para pelajar untuk melaksanakan KBM secara optimal dapat diduga berkontribusi secara signifikan pada hasil belajar yang tidak sesuai dengaan  capaian pembelajaran sesuai yang direncanakan. Pada kajian sintesis  yang lebih jauh, bisa saja menjadi penyebab utama rendahnya  mutu lulusan di akhir pembalajaran, baik dalam cakupan waktu tahun pelajaran, fase ataupun dalam satu jenjang satuan pendidikan (sekolah Mengah atas.)

BERSAMBUNG

 

 


June 11, 2023

CAKRAWALA ILMU SMANSA BERJUANG



SMANSA akan bertarung di ajang Nasional. 

Bapak Ibu, mohon berikan comment terbaik untuk smansa di video Youtube ini. 


SMANSA kota Sukabumi,  The Leading School, Distinct as the Winner

June 08, 2023

Media Untuk Penguatan Literasi Menulis


Ini pertama kali saya mencoba mengirimkan tulisan ke geotimes.id dalam rangka mensosialisasikan konten terakhir di Blog yang disertai beberapa tautan link literasi menulis guru dan siswa mulai dari Awal Oktober hingga Akhir Nopember di beritadisdik.com.

Menjadi sebuah rahasia umum, jika sesuatu yang merupakan tahapan permulaan memiliki daya rangsang cukup tinggi. Permulaan bisa diartikan sebagai tahapan keadaan yang benar-benar baru atau juga merupakan tahapan yang merupakan keberlanjutan dari tahapan sebelumnya yang sebetulnya masih sejenis.

Berbekal sedikit pengalaman pernah menjadi kontributor di website milik sekolah saat menjadi Wakasek Bidang Humas. kemudian Media Lokal Radar Sukabumi beserta hobi merekonstruksi blog, baik konten, maupun template-nya telah menjadikan saya tersesat dibelantara media online.

Bekal lain adalah sedikit pengalaman menjadi bagian dari kelompok yang sering menyisakan rekam jejak digital, mulai era e-mail group-nya Yahoo, Friendster dan Google+ disertai Path yang sudah berakhir dan Panoramio (aplikasi untuk placemark di Google Earth yang telah berhenti melayani). Pengalaman lainnya bersamaan dengan menyeruaknya aplikasi slide share satu grup dengan Linked-in sebagai bagian dari aplikasi khusus berbasis presentasi hingga sedikit pengalaman di wordpresskompasiana serta gurusiana.id.

Sejalan dengan dinamika Pendidikan Indonesia saat ini, walaupun Facebook dan Twitter lahir di era yang lebih jadul, tapi sebagai media ekspresi antar para guru dan sebagian kecil peserta didik, keberadaan keduanya melengkapi Youtube dan Instagram yang mulai digunakan secara familiar belakangan ini.

Fungsi media ekspresi ini menjadi prenting bagi kami, para pendidik yang menjadikannya, selain menjadi sebatas ekspresi diri juga menjadi bagian kontrol kami terhadap asuhan kami para peserta didik, baik terhadap konten positif sebagai porto folio yang harus diberi reward, maupun konten negatif yang para peserta didik yang diintrusi oleh habit dewasa yang harus kami persiapkan antisipasinya sedini mungkin.

Akhirnya, sampai juga pada tujuan kami menulis reportase ini di Media Tingkat Nasional semacam geotimes.id ini agar mendapatkan kesempatan berkontribusi, walau produk reportase ini tak begitu banyak memberikan manfaat seperti produk-produk tulisan khas geotimes.id yang begitu seksi untuk dibaca dan diteladani oleh kami para guru di ekolah Menengah. Tercatat, di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi saat ini pun, baru Rekan Tantan Hadian, M.Pkim. yang sedang menmpuh pendidikannya di Program Doktoral UNINUS Bandung.

Selanjutnya, dibawah ini saya lampirkan sebuah paparan tentang budaya porto folio itu dalam bentuk reportase atas kerja saya bersama teman-teman muda yang telah menjadi rekan sejawat di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi selama 5 Minggu berselang yang saya unggah di blogspot saya “Stimulan Viralisasi”, Sebuah Upaya Mendampingi Siswa Mengembangkan Kemampuan Literasinya (Bagian 1) ~ GEOGRAPHY of SMA Negeri 1 KOTA SUKABUMI (adefathurahman.blogspot.com)

 

Sebagai bagian dari tugas ASN Pemprov. Jawa Barat, maka saya dan beberapa rekan guru memiliki kewajiban untuk melakukan reportase atas kinerja harian yang telah dilakukan. Tentu saja untuk tugas utama berupa KBM, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian serta remedial dan tindak-lanjutnya menjadi lahan point bagi kami.

Pada tahapan pelaksanaan KBM sebagaimana layaknya guru-guru yang lain, saya nemberikan keleluasaan pilihan untuk tambahan nilai dalam bentuk porto-folio penugasan tak terstruktur. Beberapa alternatif bisa dilakukan siswa untuk memenuhi capaian pembelajaran, diantaranya melalui produk tulisan siswa.

Produk tulisan siswa pun dikategorisasikan dalam 2 macam. Essay berupa narasi yang berisi refleksi atas sub materi yang diajarkan atau artikel mengenai tema yang lebih bebas.

Nah, untuk produk artikel ini siswa diberi stimulan berupa peluang untuk eksis di media online. Saya mentriger mereka dengan motto : “Penuhi Rekam Jejak Digital dengan Karya-Karya  Positif sebagai Bahan Kenangan Manis di Masa Datang.”

Ternyata, tak diduga dalam dua bulan ini, walau jumlahnya tak banyak, tapi cukup membuat saya tetap bersemangat untuk terus melanjutkan kegiatan ini.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, maka saya terbantu dengan keberadaan sebuah Media Pendidikan online berita.disdik.com yang dimediasi melalui komunikasi yang simpel melalui Whatsapps. Saya mendapatkan rekan kerja eksternal baru dari komunikasi ini, yakni H. Dadan Supardan yang senantiasa mengapresiasi produk peserta didik saya di medianya.

Walau beberapa kali saya menyempatkan juga berkonstribusi di Harian Umum Radar Sukabumi untuk tulisan pribadi saya, tapi karena rekan-rekan guru yang lain, dari berbagai kota hadir di media online khas pendidikan ini, maka saya pun memilih beritadisdik.com sebagai prioritas utama yang dijadikan sebagai ruang ekspresi saya bersama peserta didik yang saya asuh.

Sebagai kerja tambahannya saya pun mengajak rekan-rekan guru muda di sekolah untuk meramaikan media online dengan tulisan-tulisan mereka disana. Walau hanya baru sekali dua kali, tetapi sebagai awalan yang saya jadikan stimulan kepada para peserta didik untuk terus bersemangat menulis.

Media online khas pendidikan atau kolom pendidikan dibeberapa media harian umum tersedia, tetapi sepertinya media online beritadisdik.com lebih familiar saat ini sebagai ruang ekspresi para tenaga pendidikan atau peserta didik, khususnya Jawa Barat.

Sukabumi, Awal Desember 2022

March 11, 2022

Pembelajaran Tatap Muka TERBATAS SMA NEGERI 1 (SMANSA) KOTA SUKABUMI 2020 - 2021


https://youtu.be/X_8MClRIMwU

Dokumentasi Pembelajaran Tatap Muka mulai pada Masa uji Coba hingga pada Pelaksanaanya di SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI Tahun 2020 - 2021.

Mengacu pada SKB 4 Menteri.