Di 12. 8 Kelasnya Bapak Asep Yana Komarudin, M.MPd.
Terinspirasi celetukan seorang siswi.#merdekabelajar
#quontumlearning
Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Di 12. 8 Kelasnya Bapak Asep Yana Komarudin, M.MPd.
Terinspirasi celetukan seorang siswi.Tulisan ini merupakan kelanjutan
tulisan saya sebelumnya tentang Kebersyukuran kita sebagai
sekelompok manusia yang dianugrahi iklim tropis (Berita
Disdik - Bersyukur Masih Diberi Waktu dan Bertemu Matahari). Penajaman melalui
interelasi (keterkaitan) antar fenomena di permukaan bumi, baik fisik
(alamiah), maupun yang sosial (aktifitas manusia).
Setelah sebelumnya disampaikan bahwa secara Geografi bahwa Perang dunia
Ke-2 antara Sekutu yang dikomandani Amerika Serikat melawan Jepang, selain
dilandasi oleh letak strategis beberapa wilayah dunia, seperti halnya Kepulauan
Hawai. Saya melihat ada hal lain tentang Kepulauan Hawai yang memang berada di
tengah Samudera Pasifik, yakni Kepulauan yang berada di Iklim Tropis. Saya
melihat ada perebutan energi Matahari dalam peperangan ini. energi yang
diartikan sebagai tenaga yang tidak sebatas tenaga alternatif pengganti BBM
atau listrik yang dikenal sekarang, melainkan sebagai bahan energi bagi
kehidupan manusia, khususnya kesehatan.
Hal
yang mendasari prediksi diatas adalah fakta bahwa sebagian besar dari Wilayah
Amerika Serikat berada dalam satu daratan, Disamping itu, sebagian lagi
yang berbatasan dengan Kanada berada di iklim Sedang Utara. Fakta yang lain
adalah Wilayah Jepang yang, walaupun merupakan Gugusan Pulau-pulau, tetapi
nyaris seluruhnya terletak di wilayah Iklim Sedang Utara. Iklim sedang yang
menjadikan manusia-manusianya secara determinis beradaptasi dengan cuaca
ekstrim musim dingin selam 3 bulan yang nyaris tanpa matahari.
Fakta-fakta geografis diatas menjadikan kepentingan akan Kepulauan Hawai
menjadi sangat penting, dimana peperangan yang sebelumnya didasari faham
kemanusiaan memerangi idiologi fasisme Jepang bisa jadi menjadi kepentingan
yang tercampuri oleh kepentingan yang lain, sebut saja Kepemilikan atas
Kepulauan Hawai yang identik dengan rayuan eksotisnya iklim tropis yang kaya
sinar matahari. Menjadi semakin relevan, jika Jepang habis-habisan melawan
Sekutu (beberapa negara Eropa dengan Komandannya Amerika Serikat) memilih
Simbol dalam Benderanya dengan Simbol Matahari sesuai dengan Ajaran Shinto-nya.
Setidaknya kita mengenal bebrapa kisah heroik tentara jepang yang
mempertontonkan budaya Harakiri dan kamikaze yang menakutkan bagi pihak sekutu.
Sepertinya Perang dunia Ke-II tak akan pernah berakhir tanpa tragedi
kemanusian BOM Hiroshima dan Nagasaki 1945. Suatu Peristiwa kemanusiaan yang
telah memporak-porandakan patriotisme tentara Jepang di berbagai negara Asia
yang didudukinya, Akhir peperangan inilah yang kemudian mempersembahkan pada
dunia jumlah negara serikat Amerika menjadi 50. Dimana Amerika Serikat sekarang
inimmemiliki 48 Negara bagian dalam satu kesatuan wilayah dan 1 negara bagian
lain terpisah oleh Kanada (Alaska) serta Kepulauan Hawai yang terletak nun jauh
di tengah-tengah Samudera Pasifik.
Lalu apa yang bisa dipetik dari naarasi diatas, diantaranya adalah
kepentingan manusia dibumi akan sinar matahari tak terbantahkan, bahkan
menelikung pada pertarungan politik yang semulanya berkutat pada masalah
ekspansi idiologi. Yang kita tahu sekarang adalah para turis musim dingin Iklim
Sedang Belahan Bumi Utara asal Amerika Serikat mendapatkan kemudahan
berkunjung menemui Sinar Matahari Tropis yang kaya Vitamin D di Kepulauan Hawai
tanpa visa kunjungan wisata selama bertahun-tahun Pasca PD II, karena serasa
mengunjungi bagian dari negaranya sendiri.
Sangat ironis, jika fakta diatas dihubungkan dengan keadaan sebagian
masyarakat tropis seperti kita yang tidak begitu memperhatikan betapa
pentingnya matahari. Sebagian masyarakat kita yang tak pernah merenung
(berkontemplasi) bersyukur dengan keberadaan matahari yang senantiasa bersinar
sepanjang tahun. Vitamin D yang senantiasa dihasilkan matahari serta kemudahan
mendapatkannya yang terabaikan sebagian masyarakat kita.
Dalam konteks kekinian dan kedisinian, budaya berjemur pada pagi hari di
luar rumah yang diturun-temurunkan para leluhur kita, khususnya yang petani
sepertinya juga bersadarkan pada pengalaman hidup mereka atas manfaat
yang didapatkan dari sinar matahari pagi. Tentu saja ini berbeda dengan
kebiasaan para nenek moyang kita yang pelaut, karena harus pergi pada malam
hari dan pulang pada dini hari bekerja sepanjang malam).
Jika membandingkan dari dua kebiasaan leluhur/ nenek moyang kita itu
sepertinya saya yakin bahwa kegiatan nelayan yang bekerja pada malam hari
dengan mempergunakan angin darat pada pemberangkatan dan menggunakan angin laut
pada saat pulang dari bekerja di laut semalaman hanya merupakan sebuah tuntutan
kondisi alam. Jiak pun seandainya dahulu sudah diketemukan motor untuk perahu
nelayan, sepertinya mereka akan memilih jadwal kerja normal seperti petani
(terlalu bergantung pada perubahan arah angin).
Pada Proses
KBM saya senantiasa mengingatkan kepada para siswa dan khususnya diri sendiri
tentang betapa pentingnya prepare (persiapan) dalam berbagaikegiatan yang kita
jalani. Jika pun kita menjadi yang seseorang yang melaksanakan akselerasi,
minimal kita bisa menjalankan kewajiban sedikit diatas rata-rata minimum yang
ditargetkan, Berkenaan dengan pola aktifitas KBM didominasi pada waktu siang
hari, maka sudah sewajarnya persiapan KBM di siang hari itu harus dilakukan
sejak semalam sebelumnya.
Mengacu
pada targetan dari capaian kegiatan KBM pada siang hari di hari berikutnya,
maka saya menegaskan bahwa keberhasilan atas kegiatan esok hari itu sangat bergantung
pada persiapan yang dilakukan pada malam hari sebelumnya. Kecukupan tidur yang
merupakan kebutuhan mendasar manusia normal, sudah selayaknya harus dilakukan
dengan perjuangan sepenuh hati. Tentu saja "BUDAYA BEGADANG" yang
saat ini sudah menjadi karakteristik yang mengglobal di kalangan pelajar masa
kini harus dihindari. Rasionalisasi atas hal tersebut sangat sederhana, bila
kita menyadari kebutuhan organ tubuh kita sebagai manusia untuk mendapatka
istirahat yang cukup pada waktu yang tepat.
Berbagai
kearifan budaya, maupun pengajaran keagamaan memberikan sinyal kepada kita
betapa uadara malam kurang bersahabat terhadap tubuh manusia.Maka, sudah
barang tentu segala kegiatan yang tidak terlalu penting pada malam hari harus
dihindari. Kendali diri terhadap hasrat untuk begadang harus dihindari.
Sebaliknya, kesiapan diri menyambut pagi hari yang penuh dengan energi matahari
yang dianugrahkan Tuhan atas Wilayah Tropis harus tanpa gangguan budaya
begadang.
Pada saat ini sepertinya
begadang sudah menjadi hal yang membudaya dikalangan pelajar, mungkin salah
satunya, karena waktu luang yang mereka miliki diluar kesibukan KBM dan Ekskur
dimulai selepas terbenam matahari hingga dini hari. Tawaran untuk “refreshing
by playing a game” semisal PG dan ML lebih menjanjikan dilakukan pada saat yang
bertabrakan dengan waktu kebersamaan dengan keluarga dan waktu istirahat (termasuk
tidur).
Jika di interelasikan
secara berantai, maka bisa saja budaya begadang dikalangan pelajar menjadi
salah satu yang mengkontribusi ketidak-siapan mereka didalam melaksanakan KBM secara optimal. Selanjutnya ketidak-siapan para
pelajar untuk melaksanakan KBM secara optimal dapat diduga berkontribusi secara
signifikan pada hasil belajar yang tidak sesuai dengaan capaian pembelajaran sesuai yang direncanakan.
Pada kajian sintesis yang lebih jauh,
bisa saja menjadi penyebab utama rendahnya mutu lulusan di akhir pembalajaran, baik dalam
cakupan waktu tahun pelajaran, fase ataupun dalam satu jenjang satuan
pendidikan (sekolah Mengah atas.)
BERSAMBUNG
Ini pertama kali saya mencoba mengirimkan tulisan ke geotimes.id dalam rangka mensosialisasikan konten terakhir di Blog yang disertai beberapa tautan link literasi menulis guru dan siswa mulai dari Awal Oktober hingga Akhir Nopember di beritadisdik.com.
Menjadi sebuah rahasia umum, jika sesuatu yang merupakan tahapan permulaan memiliki daya rangsang cukup tinggi. Permulaan bisa diartikan sebagai tahapan keadaan yang benar-benar baru atau juga merupakan tahapan yang merupakan keberlanjutan dari tahapan sebelumnya yang sebetulnya masih sejenis.
Berbekal sedikit pengalaman pernah menjadi kontributor di website milik sekolah saat menjadi Wakasek Bidang Humas. kemudian Media Lokal Radar Sukabumi beserta hobi merekonstruksi blog, baik konten, maupun template-nya telah menjadikan saya tersesat dibelantara media online.
Bekal lain adalah sedikit pengalaman menjadi bagian dari kelompok yang sering menyisakan rekam jejak digital, mulai era e-mail group-nya Yahoo, Friendster dan Google+ disertai Path yang sudah berakhir dan Panoramio (aplikasi untuk placemark di Google Earth yang telah berhenti melayani). Pengalaman lainnya bersamaan dengan menyeruaknya aplikasi slide share satu grup dengan Linked-in sebagai bagian dari aplikasi khusus berbasis presentasi hingga sedikit pengalaman di wordpress, kompasiana serta gurusiana.id.
Sejalan dengan dinamika Pendidikan Indonesia saat ini, walaupun Facebook dan Twitter lahir di era yang lebih jadul, tapi sebagai media ekspresi antar para guru dan sebagian kecil peserta didik, keberadaan keduanya melengkapi Youtube dan Instagram yang mulai digunakan secara familiar belakangan ini.
Fungsi media ekspresi ini menjadi prenting bagi kami, para pendidik yang menjadikannya, selain menjadi sebatas ekspresi diri juga menjadi bagian kontrol kami terhadap asuhan kami para peserta didik, baik terhadap konten positif sebagai porto folio yang harus diberi reward, maupun konten negatif yang para peserta didik yang diintrusi oleh habit dewasa yang harus kami persiapkan antisipasinya sedini mungkin.
Akhirnya, sampai juga pada tujuan kami menulis reportase ini di Media Tingkat Nasional semacam geotimes.id ini agar mendapatkan kesempatan berkontribusi, walau produk reportase ini tak begitu banyak memberikan manfaat seperti produk-produk tulisan khas geotimes.id yang begitu seksi untuk dibaca dan diteladani oleh kami para guru di ekolah Menengah. Tercatat, di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi saat ini pun, baru Rekan Tantan Hadian, M.Pkim. yang sedang menmpuh pendidikannya di Program Doktoral UNINUS Bandung.
Selanjutnya, dibawah ini saya lampirkan sebuah paparan tentang budaya porto folio itu dalam bentuk reportase atas kerja saya bersama teman-teman muda yang telah menjadi rekan sejawat di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi selama 5 Minggu berselang yang saya unggah di blogspot saya “Stimulan Viralisasi”, Sebuah Upaya Mendampingi Siswa Mengembangkan Kemampuan Literasinya (Bagian 1) ~ GEOGRAPHY of SMA Negeri 1 KOTA SUKABUMI (adefathurahman.blogspot.com)
Sebagai bagian dari tugas ASN Pemprov. Jawa Barat, maka saya dan beberapa rekan guru memiliki kewajiban untuk melakukan reportase atas kinerja harian yang telah dilakukan. Tentu saja untuk tugas utama berupa KBM, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian serta remedial dan tindak-lanjutnya menjadi lahan point bagi kami.
Pada tahapan pelaksanaan KBM sebagaimana layaknya guru-guru yang lain, saya nemberikan keleluasaan pilihan untuk tambahan nilai dalam bentuk porto-folio penugasan tak terstruktur. Beberapa alternatif bisa dilakukan siswa untuk memenuhi capaian pembelajaran, diantaranya melalui produk tulisan siswa.
Produk tulisan siswa pun dikategorisasikan dalam 2 macam. Essay berupa narasi yang berisi refleksi atas sub materi yang diajarkan atau artikel mengenai tema yang lebih bebas.
Nah, untuk produk artikel ini siswa diberi stimulan berupa peluang untuk eksis di media online. Saya mentriger mereka dengan motto : “Penuhi Rekam Jejak Digital dengan Karya-Karya Positif sebagai Bahan Kenangan Manis di Masa Datang.”
Ternyata, tak diduga dalam dua bulan ini, walau jumlahnya tak banyak, tapi cukup membuat saya tetap bersemangat untuk terus melanjutkan kegiatan ini.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, maka saya terbantu dengan keberadaan sebuah Media Pendidikan online berita.disdik.com yang dimediasi melalui komunikasi yang simpel melalui Whatsapps. Saya mendapatkan rekan kerja eksternal baru dari komunikasi ini, yakni H. Dadan Supardan yang senantiasa mengapresiasi produk peserta didik saya di medianya.
Walau beberapa kali saya menyempatkan juga berkonstribusi di Harian Umum Radar Sukabumi untuk tulisan pribadi saya, tapi karena rekan-rekan guru yang lain, dari berbagai kota hadir di media online khas pendidikan ini, maka saya pun memilih beritadisdik.com sebagai prioritas utama yang dijadikan sebagai ruang ekspresi saya bersama peserta didik yang saya asuh.
Sebagai kerja tambahannya saya pun mengajak rekan-rekan guru muda di sekolah untuk meramaikan media online dengan tulisan-tulisan mereka disana. Walau hanya baru sekali dua kali, tetapi sebagai awalan yang saya jadikan stimulan kepada para peserta didik untuk terus bersemangat menulis.
Media online khas pendidikan atau kolom pendidikan dibeberapa media harian umum tersedia, tetapi sepertinya media online beritadisdik.com lebih familiar saat ini sebagai ruang ekspresi para tenaga pendidikan atau peserta didik, khususnya Jawa Barat.
Sukabumi, Awal Desember 2022
Ini hanya sebuah ulasan atas ulasan saya sendiri. Sauatu kegiatan yang dimulai dengan memunculkan tulisan jenis reportase di blog ini tentang manajemen kegiatan pembelajaran sektor penguatan literasi menulis peserta didik di media online.
Uoaya Penguatan yang distimulan dengan reward berupa nilai porto folio penugasan tak terstruktur sebagai nilai tambah pada penugasan harian. Setting goal-nya tentu saja bakc up data asesment yang bisa dipertanggung -jawabkan yang mempertanyakan risalah lahirnya nilai-nilai Geografi yang saya keluarkan.
Mengapa perlu membuat loncatan seperti itu, karena bagaimanapun saya termasuk guru yang seng memberikan nilai tinggi atas dasar penambahan tugas dan perma'luman atas kesibukan peserta didik beradaptasi dengan sedikitnya 13 sampai dengan 16 Mata Pelajaran Persemester,
Semenjak saya melahirka blog ini di 2008 yang di revitalisasi di 2009, saya sudah melakukan hal sejenis seperti yang saya lakukan diatsa melalui penugasan pembuatan blog pada siswa-siwi didik saya atau berkomentar pada blog saya ini untuk mendapatkan nilai Tambhan.
Berikut adalah link" ulasan" yang saya ulas adalah sebuah tulisan ulasan saya di media online (https://kumparan.com/ade-fathurahman/bersinergi-dengan-kumparan-com-untuk-sebuah-reportase-kinerja-penguatan-literasi-1zNAAeWpyQ6), dimana ulasan ini mengulas tulisan saya di blog ini ("Stimulan Viralisasi", Sebuah Upaya Mendampingi Siswa Mengembangkan Kemampuan Literasinya (Bagian 1) ~ GEOGRAPHY of SMA Negeri 1 KOTA SUKABUMI (adefathurahman.blogspot.com))
Sebuah ulasan yang substansialnya sama, menguatkan rasionalitas sebuah kinerja ASn Guru yang bersinergi dengan jargon terbaru dalam dunia pendidikan kita, yakni litersi. Sebelumnya saya berjalan mengalir saja, tapi dari mengalir itulah saya mendapatkan kemudahan dalam mememnuhi tuntutan pemenuhan syarat minimal kinerja saya yang tidak hanya cukup mellaui KBM didalam kelas, walau sudah memenuhi standar 24 jam per minggu.
ORGANISASI INTRA SEKOLAH (OSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
2020-2021
RANCANGAN
TATA TERTIB DAN JADWAL ACARA PERSIDANGAN MUSYAWARAH SISWA
Selasa, 29 September dan 1 Oktober 2021
GOR
SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
JAWA BARAT
e-mail : info@sman1sukabumi.sch.id
RANCANGAN
TATA TERTIB DAN JADWAL ACARA PERSIDANGAN MUSYAWARAH SISWA
SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI 2021
BAB I
PENGERTIAN
Pasal 1
Nama
MUSYAWARAH SISWA
SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI 2021
selanjutya disebut MUSIS Tahun 2021.
Pasal 2
Ketentuan Umum
1. MUSYAWARAH SISWA
SMA NEGERI 1 KOTA
SUKABUMI merupakan Lembaga Musyawarah
Tertinggi Siswa di lingkungan SMA
NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
2.
Musyawarah Siswa (MUSIS) dalam pelaksanaannya berlandaskan Pancasila,
Undang-Undang Dasar 1945, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga OSIS SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
3. Peserta .
MUSYAWARAH SISWA
SMA NEGERI 1 KOTA
SUKABUMI adalah: Perwakilan Kelas, Pengurus
OSIS, MPK, Pembina dan Undangan/peninjau.
Pasal 3
Tugas dan wewenang
. MUSYAWARAH SISWA
SMA NEGERI 1 KOTA
SUKABUMI mempunyai tugas dan wewenang untuk
;
1. Meninjau Anggaran Dasar (AD) dan Aggaran
Rumah Tangga (ART) OSIS
2. Mengevaluasi dan mengesahkan LPJ pengurus
OSIS periode sebelumnya.
Pasal 4
Dasar Hukum
. MUSYAWARAH SISWA
SMA NEGERI 1 KOTA
SUKABUMI diselenggarakan atas dasar ;
1. Anggaran Dasar OSIS SMA NEGERI 1 KOTA
SUKABUMI
2.
Anggaran Rumah Tangga OSIS SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
BAB II
PERSONIL
Pasal 5
Peserta
Peserta MUSYAWARAH SISWA SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI terdiri dari ;
1.
Seluruh Pengurus OSIS SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
2.
Seluruh Pengurus MPK SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
3. Utusan anggota ekstrakulikuler SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI.
Pembina
Pasal 6
Pembina Musyawarah Siswa (MUSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI adalah pembina OSIS V.
Pasal 7
Penasehat
Penasehat Musyawarah Siswa (MUSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI.
Pasal 8
Peninjau
Peninjau Musyawarah Siswa (MUSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI adalah Kepala Sekolah
SMA NEGERI 1 KOTA
SUKABUMI.
BAB III
PELAKSANA SIDANG
Pasal 9
Persidangan
1. Persidangan Musyawarah Siswa (MUSIS)
terdiri atas sidang pleno dan sidang komisi
2.
Sidang pleno dihadiri oleh
seluruh peserta, peninjau dan penasehat MUSIS 2021.
Pasal 10
Kuorum Sidang
1. Musyawarah Siswa (MUSIS) dinyatakan sah
apabila dihadiri lebih dari 2/3 jumlah anggota OSIS dan MPK yang hadir
2. Apabila jumlah yang hadir kurang dari 2/3
jumlah PESERTA, maka sidang ditunda tidak melebihi waktu 15 (lima belas) menit
3. Apabila terjadi penundaan seperti yang
dimaksud dalam pasal 9 ayat 2 , maka sidang berikutnya sah dengan tidak
bergantung pada jumlah PESERTA yang hadir.
Pasal 11
Jenis Sidang
Sidang-sidang dalam Musyawarah Siswa
(MUSIS) 2021 terdiri dari ;
1.
Sidang Pleno I : Penetapan Tata
Tertib dan Jadwal Acara MUSIS
2.
Sidang II : Pembacaan Lapor
Pertanggungjawaban OSIS Periode 2020-2021
3.
Sidang III ; Sidang komisi
2. Sidang IV :membahas Bakal Calon (BALON)
Ketua dan Wakil Ketua OSIS
Pasal 12
Pimpinan Sidang
Musyawarah Siswa (MUSIS) ini
dipimpin oleh pemimpin sidang yang diatur sebagai berikut ;
1.
Sidang organisai dipimpin oleh Ketua MPK dan Sekretaris MPK
2.
Ketua sidang memimpin jalannya sidang-sidang organisasi. Didalam
menjalankan tugas, Ketua mengatur jadwal pembicara, menyimpulkan pendapat yang
berkembang diantara peserta sidang.
3.
Ketua sidang berhak memperingatkan pembicaraan-pembicaraan yang menyimpang
dari pokok permasalahan, dan apabila dianggap perlu dapat meminta untuk
meninggalkan sidang.
Pasal 13
Tugas Pimpinan Sidang
1. Setiap peserta dapat diberikan kesempatan
interupsi untuk minta penjelasan tentang persoalan yang sedang dibicarakan
dengan batas waktu minimal 5 menit.
2. Apabila seorang PESERTA melakukan
perbuatan yang menggangu ketertiban sidang, Pimpinan Sidang memperingatkan agar
peserta tersebut menghentikan perbuatan itu.
3. Jika peringatan tersebut pada pasal 12
ayat 2 tidak diindahkan, pimpinan sidang
dapat menyuruh peserta tersebut meninggalkan ruang sidang
4. Apabila Pimpinan Sidang menganggap perlu
maka ia dapat menunda sidang dengan persetujuan peserta sidang.
5. Lamanya penundaaan sidang tidak melebihi
10 (sepuluh) menit.
BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 14
Hak dan kewajiban
1.
Sebelum sidang dimulai para peserta diwajibkan mengisi dan menanda
tanggani daftar hadir yang disediakan
2.
Pada waktu sidang berlangsung, peserta sidang tidak diperkenankan keluar
ruangan tanpa alasan yang jelas dan harus atas seijin ketua sidang
3.
Hak bicara adalah hak untuk menyampaikan kritik, saran dan pendapat
4.
Seluruh peserta Musyawarah Siswa (MUSIS) memiliki hak suara dan hak
bicara
5.
Penasehat memiliki hak suara.
Pasal 15
Hak Pilih
Hak yang dimiliki peserta Musyawarah
Siswa (MUSIS) adalah hak memilih dan dipilih.
Pasal 16
Kewajiban
Seluruh peserta Musyawarah Siswa
(MUSIS), peninjau dan penasehat berkewajiban mengetahui tatertib Musyawarah
Siswa (MUSIS).
BAB V
TATA CARA PENCALONAN DAN SYARAT – SYARAT CALON KETUA OSIS
DAN WAKIL KETUA OSIS/ MPK
Pasal 17
Tata Cara Pencalonan
1. Calon Ketua dan wakil ketua OSIS ditetapkaa
pada sidang Musyawarah Siswa (MUSIS)
2. Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS/ MPK
diajukan dari perwakilan ekstrakulikuler yang ada di SMA Negeri 1 Sukabumi
3. Caalon ketua OSIS/ MPK harus sedang duduk
di kelas XI.
Pasal 18
Syarat-syarat Calon Ketua dan Wakil
Ketua OSIS/ MPK
1. Bertaqwa terhadap tuhan Yang Maha Esa
2. Memiliki budi pekerti yang baik dan
sopan santun terhadap orang tua , guru, dan teman
3. Mempunyai jiwa kepemimpinan (leadership)
dan kewibawaan
4. Memiliki kemauan , kemampuan, dan
pengetahuan yang memadai
5. Dapat mengatur waktu dengan sebaik
baiknya , sehingga pealjarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS/
MPK
6. Para calon atau kandidat harus dikenal
luas pergaulannya (supel), artinya harus bisa mengenal baik temen-temannya dan tidak membatasi
dirinya hanya pada sekelompok tertentu disekolah, mereka
harus pandai merangkul dan bekerjasama dengan semua kalangan (teman,adik
kelas,guru,TU, Kepsek, wakepsek serta para pembimbing kegiatan ekskul)
7. Pengurus dicalonkan oleh perwakilan
kelas
8. Mempunyai kemampuan berpikir yang jernih
9. Memiliki wawasan mengenai kondisi yang
sedang dihadapi bangsanya.
BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 19
Masa berlaku
Tata tertib Musyawarah Siswa (MUSIS)
berlaku sejak disahkan oleh MUSIS 2021 sampai dengan MUSIS 2022
Pasal 20
Aturan Tambahan
Segala sesuatu yang belum diatur
dalam Peraturan Tata Tertib ini ditentukan lebih lanjut oleh Pimpinan
Musyawarah Siswa (MUSIS).
Ditetapkan di : Sukabumi
Pada Tanggal : 29 September 2021
PIMPINAN SIDANG
Ketua Sidang Sekretaris
…………………. ………………
NIS : NIS
:
PRESEDIUM I PRESEDIUM
II PRESEDIUM III
…………………. ……………… ………………….
NIS
: NIS : NIS :