Blog of Geography Study in SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Indonesia

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

GEOGRAPHY of SMA NEGERI 1 SUKABUMI

Search This Blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label SMA. Show all posts
Showing posts with label SMA. Show all posts

September 08, 2023

Sinar Matahari, Budaya Begadang dan Kesiapan serta Hasil Belajar Siswa

http://beritadisdik.com/news/kaji/sinar-matahari--budaya-begadang--dan-kesiapan-serta-hasil-belajar-siswa



Tulisan ini merupakan kelanjutan  tulisan saya  sebelumnya tentang Kebersyukuran kita sebagai sekelompok manusia yang dianugrahi iklim tropis (Berita Disdik - Bersyukur Masih Diberi Waktu dan Bertemu Matahari). Penajaman melalui interelasi (keterkaitan) antar fenomena di permukaan bumi, baik fisik (alamiah), maupun yang sosial (aktifitas manusia).

       Setelah sebelumnya disampaikan bahwa secara Geografi bahwa Perang dunia Ke-2 antara Sekutu yang dikomandani Amerika Serikat melawan Jepang, selain dilandasi oleh letak strategis beberapa wilayah dunia, seperti halnya Kepulauan Hawai. Saya melihat ada hal lain tentang Kepulauan Hawai yang memang berada di tengah Samudera Pasifik, yakni Kepulauan yang berada di Iklim Tropis. Saya melihat ada perebutan energi Matahari dalam peperangan ini. energi yang diartikan sebagai tenaga yang tidak sebatas tenaga alternatif pengganti BBM atau listrik  yang dikenal sekarang, melainkan sebagai bahan energi bagi kehidupan manusia, khususnya kesehatan.

     Hal yang mendasari prediksi diatas adalah fakta bahwa sebagian besar dari Wilayah Amerika Serikat  berada dalam satu daratan, Disamping itu, sebagian lagi yang berbatasan dengan Kanada berada di iklim Sedang Utara. Fakta yang lain adalah Wilayah Jepang yang, walaupun merupakan Gugusan Pulau-pulau, tetapi nyaris seluruhnya terletak di wilayah Iklim Sedang Utara. Iklim sedang yang menjadikan manusia-manusianya secara determinis beradaptasi dengan cuaca ekstrim musim dingin selam 3 bulan yang nyaris tanpa matahari. 

     Fakta-fakta geografis diatas menjadikan kepentingan akan Kepulauan Hawai menjadi sangat penting, dimana peperangan yang sebelumnya didasari faham kemanusiaan memerangi idiologi fasisme Jepang bisa jadi menjadi kepentingan yang tercampuri oleh kepentingan yang lain, sebut saja Kepemilikan atas Kepulauan Hawai yang identik dengan rayuan eksotisnya iklim tropis yang kaya sinar matahari. Menjadi semakin relevan, jika Jepang habis-habisan melawan Sekutu (beberapa negara Eropa dengan Komandannya Amerika Serikat) memilih Simbol dalam Benderanya dengan Simbol Matahari sesuai dengan Ajaran Shinto-nya. Setidaknya kita mengenal bebrapa kisah heroik tentara jepang yang mempertontonkan budaya Harakiri dan kamikaze yang menakutkan bagi pihak sekutu.

        Sepertinya Perang dunia Ke-II tak akan pernah berakhir tanpa tragedi kemanusian BOM Hiroshima dan Nagasaki 1945. Suatu Peristiwa kemanusiaan yang telah memporak-porandakan patriotisme tentara Jepang di berbagai negara Asia yang didudukinya, Akhir peperangan inilah yang kemudian mempersembahkan pada dunia jumlah negara serikat Amerika menjadi 50. Dimana Amerika Serikat sekarang inimmemiliki 48 Negara bagian dalam satu kesatuan wilayah dan 1 negara bagian lain terpisah oleh Kanada (Alaska) serta Kepulauan Hawai yang terletak nun jauh di tengah-tengah Samudera Pasifik.

       Lalu apa yang bisa dipetik dari naarasi diatas, diantaranya adalah kepentingan manusia dibumi akan sinar matahari tak terbantahkan, bahkan menelikung pada pertarungan politik yang semulanya berkutat pada masalah ekspansi idiologi. Yang kita tahu sekarang adalah para turis musim dingin Iklim Sedang  Belahan Bumi Utara asal Amerika Serikat mendapatkan kemudahan berkunjung menemui Sinar Matahari Tropis yang kaya Vitamin D di Kepulauan Hawai tanpa visa kunjungan wisata selama bertahun-tahun Pasca PD II, karena serasa mengunjungi bagian dari negaranya sendiri.

       Sangat ironis, jika fakta diatas dihubungkan dengan keadaan sebagian masyarakat tropis seperti kita yang tidak begitu memperhatikan betapa pentingnya matahari. Sebagian masyarakat kita yang tak pernah merenung (berkontemplasi) bersyukur dengan keberadaan matahari yang senantiasa bersinar sepanjang tahun. Vitamin D yang senantiasa dihasilkan matahari serta kemudahan mendapatkannya yang terabaikan sebagian masyarakat kita.

       Dalam konteks kekinian dan kedisinian, budaya berjemur pada pagi hari di luar rumah yang diturun-temurunkan para leluhur kita, khususnya yang petani sepertinya  juga bersadarkan pada pengalaman hidup mereka atas manfaat yang didapatkan dari sinar matahari pagi. Tentu saja ini berbeda dengan kebiasaan para nenek moyang kita yang pelaut, karena harus pergi pada malam hari dan pulang pada dini hari bekerja sepanjang malam).

        Jika membandingkan dari dua kebiasaan leluhur/ nenek moyang kita itu sepertinya saya yakin bahwa kegiatan nelayan yang bekerja pada malam hari dengan mempergunakan angin darat pada pemberangkatan dan menggunakan angin laut pada saat pulang dari bekerja di laut semalaman hanya merupakan sebuah tuntutan kondisi alam. Jiak pun seandainya dahulu sudah diketemukan motor untuk perahu nelayan, sepertinya mereka akan memilih jadwal kerja normal seperti petani (terlalu bergantung pada perubahan arah angin). 

    Pada Proses KBM saya senantiasa mengingatkan kepada para siswa dan khususnya diri sendiri tentang betapa pentingnya prepare (persiapan) dalam berbagaikegiatan yang kita jalani. Jika pun kita menjadi yang seseorang yang melaksanakan akselerasi, minimal kita bisa menjalankan kewajiban sedikit diatas rata-rata minimum yang ditargetkan, Berkenaan dengan pola aktifitas KBM didominasi pada waktu siang hari, maka sudah sewajarnya persiapan KBM di siang hari itu harus dilakukan sejak semalam sebelumnya. 

    Mengacu pada targetan dari capaian kegiatan KBM pada siang hari di hari berikutnya, maka saya menegaskan bahwa keberhasilan atas kegiatan esok hari itu sangat bergantung pada persiapan yang dilakukan pada malam hari sebelumnya. Kecukupan tidur yang merupakan kebutuhan mendasar manusia normal, sudah selayaknya harus dilakukan dengan perjuangan sepenuh hati. Tentu saja "BUDAYA BEGADANG" yang saat ini sudah menjadi karakteristik yang mengglobal di kalangan pelajar masa kini harus dihindari. Rasionalisasi atas hal tersebut sangat sederhana, bila kita menyadari kebutuhan organ tubuh kita sebagai manusia untuk mendapatka istirahat yang cukup pada waktu yang tepat.

    Berbagai kearifan budaya, maupun pengajaran keagamaan memberikan sinyal kepada kita betapa uadara malam kurang bersahabat terhadap tubuh manusia.Maka, sudah barang tentu segala kegiatan yang tidak terlalu penting pada malam hari harus dihindari. Kendali diri terhadap hasrat untuk begadang harus dihindari. Sebaliknya, kesiapan diri menyambut pagi hari yang penuh dengan energi matahari yang dianugrahkan Tuhan atas Wilayah Tropis harus tanpa gangguan budaya begadang.

Pada saat ini sepertinya begadang sudah menjadi hal yang membudaya dikalangan pelajar, mungkin salah satunya, karena waktu luang yang mereka miliki diluar kesibukan KBM dan Ekskur dimulai selepas terbenam matahari hingga dini hari. Tawaran untuk “refreshing by playing a game” semisal PG dan ML lebih menjanjikan dilakukan pada saat yang bertabrakan dengan waktu kebersamaan dengan keluarga dan waktu istirahat (termasuk tidur).

Jika di interelasikan secara berantai, maka bisa saja budaya begadang dikalangan pelajar menjadi salah satu yang mengkontribusi ketidak-siapan mereka didalam melaksanakan  KBM secara  optimal. Selanjutnya ketidak-siapan para pelajar untuk melaksanakan KBM secara optimal dapat diduga berkontribusi secara signifikan pada hasil belajar yang tidak sesuai dengaan  capaian pembelajaran sesuai yang direncanakan. Pada kajian sintesis  yang lebih jauh, bisa saja menjadi penyebab utama rendahnya  mutu lulusan di akhir pembalajaran, baik dalam cakupan waktu tahun pelajaran, fase ataupun dalam satu jenjang satuan pendidikan (sekolah Mengah atas.)

BERSAMBUNG

 

 


June 08, 2023

Media Untuk Penguatan Literasi Menulis


Ini pertama kali saya mencoba mengirimkan tulisan ke geotimes.id dalam rangka mensosialisasikan konten terakhir di Blog yang disertai beberapa tautan link literasi menulis guru dan siswa mulai dari Awal Oktober hingga Akhir Nopember di beritadisdik.com.

Menjadi sebuah rahasia umum, jika sesuatu yang merupakan tahapan permulaan memiliki daya rangsang cukup tinggi. Permulaan bisa diartikan sebagai tahapan keadaan yang benar-benar baru atau juga merupakan tahapan yang merupakan keberlanjutan dari tahapan sebelumnya yang sebetulnya masih sejenis.

Berbekal sedikit pengalaman pernah menjadi kontributor di website milik sekolah saat menjadi Wakasek Bidang Humas. kemudian Media Lokal Radar Sukabumi beserta hobi merekonstruksi blog, baik konten, maupun template-nya telah menjadikan saya tersesat dibelantara media online.

Bekal lain adalah sedikit pengalaman menjadi bagian dari kelompok yang sering menyisakan rekam jejak digital, mulai era e-mail group-nya Yahoo, Friendster dan Google+ disertai Path yang sudah berakhir dan Panoramio (aplikasi untuk placemark di Google Earth yang telah berhenti melayani). Pengalaman lainnya bersamaan dengan menyeruaknya aplikasi slide share satu grup dengan Linked-in sebagai bagian dari aplikasi khusus berbasis presentasi hingga sedikit pengalaman di wordpresskompasiana serta gurusiana.id.

Sejalan dengan dinamika Pendidikan Indonesia saat ini, walaupun Facebook dan Twitter lahir di era yang lebih jadul, tapi sebagai media ekspresi antar para guru dan sebagian kecil peserta didik, keberadaan keduanya melengkapi Youtube dan Instagram yang mulai digunakan secara familiar belakangan ini.

Fungsi media ekspresi ini menjadi prenting bagi kami, para pendidik yang menjadikannya, selain menjadi sebatas ekspresi diri juga menjadi bagian kontrol kami terhadap asuhan kami para peserta didik, baik terhadap konten positif sebagai porto folio yang harus diberi reward, maupun konten negatif yang para peserta didik yang diintrusi oleh habit dewasa yang harus kami persiapkan antisipasinya sedini mungkin.

Akhirnya, sampai juga pada tujuan kami menulis reportase ini di Media Tingkat Nasional semacam geotimes.id ini agar mendapatkan kesempatan berkontribusi, walau produk reportase ini tak begitu banyak memberikan manfaat seperti produk-produk tulisan khas geotimes.id yang begitu seksi untuk dibaca dan diteladani oleh kami para guru di ekolah Menengah. Tercatat, di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi saat ini pun, baru Rekan Tantan Hadian, M.Pkim. yang sedang menmpuh pendidikannya di Program Doktoral UNINUS Bandung.

Selanjutnya, dibawah ini saya lampirkan sebuah paparan tentang budaya porto folio itu dalam bentuk reportase atas kerja saya bersama teman-teman muda yang telah menjadi rekan sejawat di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi selama 5 Minggu berselang yang saya unggah di blogspot saya “Stimulan Viralisasi”, Sebuah Upaya Mendampingi Siswa Mengembangkan Kemampuan Literasinya (Bagian 1) ~ GEOGRAPHY of SMA Negeri 1 KOTA SUKABUMI (adefathurahman.blogspot.com)

 

Sebagai bagian dari tugas ASN Pemprov. Jawa Barat, maka saya dan beberapa rekan guru memiliki kewajiban untuk melakukan reportase atas kinerja harian yang telah dilakukan. Tentu saja untuk tugas utama berupa KBM, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian serta remedial dan tindak-lanjutnya menjadi lahan point bagi kami.

Pada tahapan pelaksanaan KBM sebagaimana layaknya guru-guru yang lain, saya nemberikan keleluasaan pilihan untuk tambahan nilai dalam bentuk porto-folio penugasan tak terstruktur. Beberapa alternatif bisa dilakukan siswa untuk memenuhi capaian pembelajaran, diantaranya melalui produk tulisan siswa.

Produk tulisan siswa pun dikategorisasikan dalam 2 macam. Essay berupa narasi yang berisi refleksi atas sub materi yang diajarkan atau artikel mengenai tema yang lebih bebas.

Nah, untuk produk artikel ini siswa diberi stimulan berupa peluang untuk eksis di media online. Saya mentriger mereka dengan motto : “Penuhi Rekam Jejak Digital dengan Karya-Karya  Positif sebagai Bahan Kenangan Manis di Masa Datang.”

Ternyata, tak diduga dalam dua bulan ini, walau jumlahnya tak banyak, tapi cukup membuat saya tetap bersemangat untuk terus melanjutkan kegiatan ini.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, maka saya terbantu dengan keberadaan sebuah Media Pendidikan online berita.disdik.com yang dimediasi melalui komunikasi yang simpel melalui Whatsapps. Saya mendapatkan rekan kerja eksternal baru dari komunikasi ini, yakni H. Dadan Supardan yang senantiasa mengapresiasi produk peserta didik saya di medianya.

Walau beberapa kali saya menyempatkan juga berkonstribusi di Harian Umum Radar Sukabumi untuk tulisan pribadi saya, tapi karena rekan-rekan guru yang lain, dari berbagai kota hadir di media online khas pendidikan ini, maka saya pun memilih beritadisdik.com sebagai prioritas utama yang dijadikan sebagai ruang ekspresi saya bersama peserta didik yang saya asuh.

Sebagai kerja tambahannya saya pun mengajak rekan-rekan guru muda di sekolah untuk meramaikan media online dengan tulisan-tulisan mereka disana. Walau hanya baru sekali dua kali, tetapi sebagai awalan yang saya jadikan stimulan kepada para peserta didik untuk terus bersemangat menulis.

Media online khas pendidikan atau kolom pendidikan dibeberapa media harian umum tersedia, tetapi sepertinya media online beritadisdik.com lebih familiar saat ini sebagai ruang ekspresi para tenaga pendidikan atau peserta didik, khususnya Jawa Barat.

Sukabumi, Awal Desember 2022

December 14, 2022

Ulas-Mengulas, Ulasan atas Sebuah Ulasan, Satu Tema Dua Ulasan. Sebuah Upaya Pemenuhan Kebutuhan akan Konten Blog.




Ini hanya sebuah ulasan atas ulasan saya sendiri. Sauatu kegiatan yang dimulai dengan memunculkan tulisan jenis reportase di blog ini tentang manajemen kegiatan pembelajaran sektor penguatan literasi menulis peserta didik di media online. 

Uoaya Penguatan yang distimulan dengan reward berupa nilai porto folio penugasan tak terstruktur sebagai nilai tambah pada penugasan harian. Setting goal-nya tentu saja bakc up data asesment yang bisa dipertanggung -jawabkan yang mempertanyakan risalah lahirnya nilai-nilai Geografi yang saya keluarkan.   

Mengapa perlu membuat loncatan seperti itu, karena bagaimanapun saya termasuk guru yang seng memberikan nilai tinggi atas dasar penambahan tugas dan perma'luman atas kesibukan peserta didik beradaptasi dengan sedikitnya 13 sampai dengan 16 Mata Pelajaran Persemester,

Semenjak saya melahirka blog ini di 2008 yang di revitalisasi di 2009, saya sudah melakukan hal sejenis seperti yang saya lakukan diatsa melalui penugasan pembuatan blog pada siswa-siwi didik saya atau berkomentar pada blog saya ini untuk mendapatkan nilai Tambhan.

Berikut adalah link" ulasan" yang saya ulas adalah sebuah tulisan ulasan saya di media online (https://kumparan.com/ade-fathurahman/bersinergi-dengan-kumparan-com-untuk-sebuah-reportase-kinerja-penguatan-literasi-1zNAAeWpyQ6), dimana ulasan ini mengulas tulisan saya di blog ini ("Stimulan Viralisasi", Sebuah Upaya Mendampingi Siswa Mengembangkan Kemampuan Literasinya (Bagian 1) ~ GEOGRAPHY of SMA Negeri 1 KOTA SUKABUMI (adefathurahman.blogspot.com))

Sebuah ulasan yang substansialnya sama, menguatkan rasionalitas sebuah kinerja ASn Guru yang bersinergi dengan jargon terbaru dalam dunia pendidikan kita, yakni litersi. Sebelumnya saya berjalan mengalir saja, tapi dari mengalir itulah saya mendapatkan kemudahan dalam mememnuhi tuntutan pemenuhan syarat minimal kinerja saya yang tidak hanya cukup mellaui KBM didalam kelas, walau sudah memenuhi standar 24 jam per minggu.

 

September 25, 2021

RANCANGAN TATA TERTIB DAN JADWAL ACARA PERSIDANGAN MUSYAWARAH SISWA SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI 2021



ORGANISASI INTRA SEKOLAH (OSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI 2020-2021

RANCANGAN

TATA TERTIB DAN JADWAL ACARA PERSIDANGAN MUSYAWARAH SISWA

 

 

Selasa, 29 September dan 1 Oktober 2021

GOR SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

JAWA BARAT

e-mail : info@sman1sukabumi.sch.id

RANCANGAN

TATA TERTIB DAN JADWAL ACARA PERSIDANGAN MUSYAWARAH SISWA

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI 2021

 

BAB I

PENGERTIAN

 

Pasal 1

Nama

MUSYAWARAH SISWA

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI 2021

 selanjutya disebut MUSIS Tahun 2021.

 

Pasal 2

Ketentuan Umum

1.   MUSYAWARAH SISWA

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI merupakan Lembaga Musyawarah Tertinggi Siswa di lingkungan SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

2.   Musyawarah Siswa (MUSIS) dalam pelaksanaannya berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga OSIS SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

 

3.   Peserta .   MUSYAWARAH SISWA

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI adalah: Perwakilan Kelas, Pengurus OSIS, MPK, Pembina dan Undangan/peninjau.

 

Pasal 3

Tugas dan wewenang

.   MUSYAWARAH SISWA

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI mempunyai tugas dan wewenang untuk ;

1.     Meninjau Anggaran Dasar (AD) dan Aggaran Rumah Tangga (ART) OSIS

2.     Mengevaluasi dan mengesahkan LPJ pengurus OSIS periode sebelumnya.

 

Pasal 4

Dasar Hukum

.   MUSYAWARAH SISWA

SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI diselenggarakan atas dasar ;

1.   Anggaran Dasar OSIS SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

2.   Anggaran Rumah Tangga OSIS SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERSONIL

 

 

Pasal 5

Peserta

 Peserta MUSYAWARAH SISWA SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI terdiri dari ;

1.   Seluruh Pengurus  OSIS SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

2.   Seluruh Pengurus  MPK SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI

3. Utusan anggota ekstrakulikuler SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI.

 

Pembina

Pasal 6

Pembina Musyawarah Siswa (MUSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI adalah pembina OSIS V.

 

Pasal 7

Penasehat

 

Penasehat Musyawarah Siswa (MUSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI.

 

Pasal 8

Peninjau

 Peninjau Musyawarah Siswa (MUSIS) SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI adalah Kepala Sekolah  SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI.

 

 

 

 

BAB III

PELAKSANA SIDANG

 

Pasal 9

Persidangan

1.     Persidangan Musyawarah Siswa (MUSIS) terdiri atas sidang pleno dan sidang komisi

2.     Sidang pleno dihadiri oleh seluruh peserta, peninjau dan penasehat MUSIS 2021.

 

Pasal 10

Kuorum Sidang

1.     Musyawarah Siswa (MUSIS) dinyatakan sah apabila dihadiri lebih dari 2/3 jumlah anggota OSIS dan MPK yang hadir

2.     Apabila jumlah yang hadir kurang dari 2/3 jumlah PESERTA, maka sidang ditunda tidak melebihi waktu 15 (lima belas) menit

3.     Apabila terjadi penundaan seperti yang dimaksud dalam pasal 9 ayat 2 , maka sidang berikutnya sah dengan tidak bergantung pada jumlah PESERTA yang hadir.

 

Pasal 11

Jenis Sidang

Sidang-sidang dalam Musyawarah Siswa (MUSIS) 2021 terdiri dari ;

1.                   Sidang Pleno I : Penetapan Tata Tertib dan Jadwal Acara MUSIS

2.                   Sidang II : Pembacaan Lapor Pertanggungjawaban OSIS Periode 2020-2021

3.                   Sidang III ; Sidang komisi

2.       Sidang IV :membahas Bakal Calon (BALON) Ketua dan Wakil Ketua OSIS

 

Pasal 12

Pimpinan Sidang

Musyawarah Siswa (MUSIS) ini dipimpin oleh pemimpin sidang yang diatur sebagai berikut ;

1.   Sidang organisai dipimpin oleh Ketua MPK dan Sekretaris MPK

2.   Ketua sidang memimpin jalannya sidang-sidang organisasi. Didalam menjalankan tugas, Ketua mengatur jadwal pembicara, menyimpulkan pendapat yang berkembang diantara peserta sidang.

3.   Ketua sidang berhak memperingatkan pembicaraan-pembicaraan yang menyimpang dari pokok permasalahan, dan apabila dianggap perlu dapat meminta untuk meninggalkan sidang.

 

Pasal 13

Tugas Pimpinan Sidang

1.     Setiap peserta dapat diberikan kesempatan interupsi untuk minta penjelasan tentang persoalan yang sedang dibicarakan dengan batas waktu minimal 5 menit.

2.     Apabila seorang PESERTA melakukan perbuatan yang menggangu ketertiban sidang, Pimpinan Sidang memperingatkan agar peserta tersebut menghentikan perbuatan itu.

3.     Jika peringatan tersebut pada pasal 12 ayat 2 tidak diindahkan, pimpinan sidang  dapat menyuruh peserta tersebut meninggalkan ruang sidang

4.     Apabila Pimpinan Sidang menganggap perlu maka ia dapat menunda sidang dengan persetujuan peserta sidang.

5.     Lamanya penundaaan sidang tidak melebihi 10 (sepuluh) menit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN

 

Pasal 14

Hak dan kewajiban

1.   Sebelum sidang dimulai para peserta diwajibkan mengisi dan menanda tanggani daftar hadir yang disediakan

2.   Pada waktu sidang berlangsung, peserta sidang tidak diperkenankan keluar ruangan tanpa alasan yang jelas dan harus atas seijin ketua sidang

3.   Hak bicara adalah hak untuk menyampaikan kritik, saran dan pendapat

4.   Seluruh peserta Musyawarah Siswa (MUSIS) memiliki hak suara dan hak bicara

5.   Penasehat memiliki hak suara.

 

Pasal 15

Hak Pilih

Hak yang dimiliki peserta Musyawarah Siswa (MUSIS) adalah hak memilih dan dipilih.

 

Pasal 16

Kewajiban

Seluruh peserta Musyawarah Siswa (MUSIS), peninjau dan penasehat berkewajiban mengetahui tatertib Musyawarah Siswa (MUSIS).

BAB V

TATA CARA PENCALONAN  DAN SYARAT – SYARAT CALON KETUA OSIS

DAN WAKIL KETUA OSIS/ MPK

 

 

Pasal 17

Tata Cara Pencalonan

1.     Calon Ketua dan wakil ketua OSIS ditetapkaa pada sidang Musyawarah Siswa (MUSIS)

2.     Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS/ MPK diajukan dari perwakilan ekstrakulikuler yang ada di SMA Negeri 1 Sukabumi

3.     Caalon ketua OSIS/ MPK harus sedang duduk di kelas XI.

 

Pasal 18

Syarat-syarat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS/ MPK

1.       Bertaqwa terhadap tuhan Yang Maha Esa

2.       Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua , guru, dan teman

3.       Mempunyai jiwa kepemimpinan (leadership) dan  kewibawaan

4.       Memiliki kemauan , kemampuan, dan pengetahuan yang memadai

5.       Dapat mengatur waktu dengan sebaik baiknya , sehingga pealjarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS/ MPK

6.     Para calon atau kandidat harus dikenal luas pergaulannya (supel), artinya harus bisa mengenal  baik temen-temannya dan tidak membatasi dirinya hanya pada sekelompok tertentu disekolah,  mereka  harus pandai merangkul dan bekerjasama dengan semua kalangan (teman,adik kelas,guru,TU, Kepsek, wakepsek serta para pembimbing kegiatan ekskul)

7.       Pengurus dicalonkan oleh perwakilan kelas

8.       Mempunyai kemampuan berpikir yang jernih

9.       Memiliki wawasan mengenai kondisi yang sedang dihadapi bangsanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

 

Pasal 19

Masa berlaku

Tata tertib Musyawarah Siswa (MUSIS) berlaku sejak disahkan oleh MUSIS 2021 sampai dengan MUSIS 2022

 

Pasal 20

Aturan Tambahan

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan Tata Tertib ini ditentukan lebih lanjut oleh Pimpinan Musyawarah Siswa (MUSIS).

 

Ditetapkan di           : Sukabumi

Pada Tanggal          : 29 September 2021

PIMPINAN SIDANG

Ketua Sidang                                                                         Sekretaris

 

………………….                                                                  ………………

NIS :                                                                                       NIS :

 

PRESEDIUM I            PRESEDIUM II           PRESEDIUM III

 

 

………………….        ………………             ………………….

          NIS :                             NIS :                             NIS :